Kamis, 18 Oktober 2012

Tembang Aksara Jawa Tulis Tangan Tanpa Judul.

Di Solo, Jawa Tengah,  'rare book' berkunjung ke penjual buku bekas, ditawari buku aksara Jawa, ditulis tangan, ukuran folio. Walaupun saya belum tahu apa isinya, bahkan terlihat kumuh, tanpa judul, nomer halaman tidak jelas, jilidan sudah lepas2, namun buku tersebut tetap diambil untuk dikoleksi, karena bagaimanapun juga, buku tersebut adalah sebuah karya sastra jawa, mewakili jamannya. Buku langka ini bisa dijadikan tantangan untuk mengetahui isi, asal, usia dan lainnya dari buku ini.

Setelah dilihat lihat, halamannya banyak bercak2, penulisnya minimal 2 orang, walaupun sedikit beda gayanya,  masing2 tulisannya sangat rapi, ukuran dan sudut kemiringan hurufnya, sama dari awal sampai akhir, sayang pemberian nomer halaman ada yang jelas, burem bahkan ada yang tidak diberi nomer, mungkin penomeran halaman dilakukan setelah selesai seluruh penulisannya, silahkan klik gambar dibawah ini agar tampak lebih jelas.

3 gambar sebelah kiri menunjukan perbedaan gaya penulisannya, sedang 3 gambar sebelah kanan menunjukan penomeran halaman yang jelas, burem dan tidak ada nomernya.

Halaman2 pada buku tersebut, karena kondisinya, terbagi menjadi 4 bagian, yaitu halaman yang utuh dan halaman yang tampak pada gambar dibawah ini, silahkan klik gambar dibawah ini agar lebih jelas. Gambar kiri halaman hanya kena noda cair, gambar tengah halaman hanya digigit tikus hingga growak dan gambar sebelah kanan adalah halaman yang kena noda cair sekaligus digigit tikus.

Ada keinginan untuk mengetahui, mengapa ada halaman yang kena noda dan ada yang tidak kena noda, halaman yang digigit tikus tapi tidak sama letaknya. Setelah dicoba untuk disusun ulang, diperkirakan saat tikus menggigit dan tersiram cairan (mungkin air kencing tikus), posisi/susunan halaman buku ini seperti yang tampak pada gambar dibawah ini.

Pada hardcover (pola marble) bagian depan dalam kiri atas, terdapat tempelan kecil (2 x 3 cm) dari toko buku dan penerbit Boedie Oetomo, Solo dengan harga 1 gulden. Mungkin hardcovernya bukan aslinya.


Setelah dirapikan dan diurutkan halamannya,  dibaca perlahan-lahan, ternyata buku terdiri dari 2 (dua) kisah/babad/hikayat, dalam bentuk tembang macapat (lagu Jawa), yaitu :
1. Panji Asamarabangun dan
2. Sunan Kalijaga, termasuk wejangan Sunan Bonang kepada Syeh Malaya, wejangan Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga dan wejangan Sunan Kalijaga kepada Sunan Bayat.

Memperhatikan kertas, tinta, susunan bahasanya dll. dalam buku ini, diperkirakan buku ini ditulis sekitar tahun 1900 an (maaf kalau keliru). Insya Allah, isi buku langka ini akan diunggah pada kesempatan berikut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar disini