Jumat, 02 Desember 2016

Kidungan Kawedar Sunan Kalijaga.

Saat masih sekolah SR, sekitar klas I, th. 1955, kira-kira berusia 6 tahunan, sakit tapi tidak kepoliklinik karena jauh dan biaya, cukup dikompres air perasan jeruk nipis dan diborehi bawang merah. Setiap malam ibu membaca buku disebelah saya dan melantunkan tembang Jawa, diterangi lampu tempel berbahan bakar minyak tanah, sampai saya sembuh.
Setelah besar (klas V-VI) baru tahu bahwa yang dibaca ibu adalah buku 'Kidungan' dan 'alhamdulillah' buku tersebut sampai sekarang masih tersimpan dengan baik walaupun mengalami kerusakan karena sering dibaca dan sering dipinjam tetangga atau saudara.
Buku yang dibaca ibu tampak pada gambar bawah ini,
"Serat Kidungan Kawedar",
itulah judul bukunya, dalam aksara Jawa, buku tersebut berisi Kidung atau Tembang, lagu Jawa.
 Kidung yang ada didalam buku ini adalah kidung karya Sunan Kalijaga, salah seorang dari Walisongo, penyebar agama Islam di Jawa. Dilantunkan dalam lagu 'dandanggula', sebuah lagu Jawa, terdengar dan terasa sangat mediatif dan kontemplatif.
Dipercaya oleh sebagian masyarakat Jawa, bahwa apabila kidung tersebut dilantunkan maka akan timbul suasana yang menenteramkan, aman dan mencegah hal-hal yang tidak baik. Suasana akan lebih terasa apabila dilantunkan dikeheningan malam, lingkupnya akan lebih luas bila dilantunkan bersama-sama, apalagi dilantunkan oleh yang mengerti arti dan makna dari kidung tersebut.
Maka kidungan tersebut banyak dilantunkan saat sedang risau, sedih dll., dan juga dilantunkan bersama bila akan menghadapi pekerjaan besar, misalnya mantu, bikin rumah, menanam, panen, ada pageblug (penyakit menular) dll.

Saya 'tranliterasi'kan sedikit apa yang tertulis di cover depan buku ini :
"Kidungan punika serat kina pralambangipun ngelmi Islam ingkang sajati, tuwin minangka wawarah pamujinipun kawula dhateng Gusti, iketanipun Kangjeng Susuhunan Kalijaga, ... dst.

Bagi yang ingin mengetahui isi 'Kidungan Sunan Kalijaga', sudah banyak terdapat di toko-toko  buku bahkan penjual buku keliling

Sesuai dengan judul buku ini, Serat Kidungan Kawedar, maka selain 'kidungannya' juga dimuat 'wedarannya' yaitu uraian maksud dan makna daripada kata dan kalimat yang dirangkai dalam kidungan tersebut. Yang me'wedar' adalah R. Wirjapanitra.

Dibawah ini adalah gambar 'Tan Khoen Swie', penerbit buku ini, dan halaman kanan adalah pembukaan buku ini 'Bubuka'
Selanjutnya dibawah ini gambar 'Kidungan 1 dan Kidungan 45', 
setelah Kidungan selesai, disambung dengan tembang lain karya Kyai Ronggosutrasna. 

Buku ini berukuran 14.5 x 21.5 cm, hardcover 98 halaman.
Diterbitkan oleh Boekhandle Tan Khoen Swie, pada th. 1941.
Sudah mengalami perbaikan terutama pada penjilidannya.

Senin, 28 November 2016

Isteri Soesila. Majalah Wanita Islam, th 1924.


"ISTERI SOESILA"
'Allahoemma Ihdinaccirothol Moestaqiem!'
yang diunggah ini adalah majalah berbahasa dan ejaan Melayu tahun 1900 an. Mungkin agak merepotkan membacanya bagi anak muda jaman sekarang, masa tahun 2000 an.
Koleksi 'buku langka' ini adalah bundel majalah "Isteri Soesila" Nomer 1s/d 9, Tahoen I,  
Tidak ada tertulis secara jelas kapan waktu terbitnya, namun terdapat tulisan didalamnya bahwa nomer 1 terbit pada bulan Ramadhan  1342 H/April 1924, sedang nomer 9 terbit pada bulan Desember 1924.
Sesuai dengan judulnya, majalah tersebut diperuntukan bagi wanita Islam (Muslimah), bahkan tertulis pada halaman depan "Isteri Soesila" Nomer 3, Tahoen I, bagaimana majalah "Isteri Susila" berani membangunkan jiwa patriotisme bagi kaum muslimah untuk 'mengejar kemerdekaan', walaupun Belanda masih menguasaiSilahkan baca gambar dibawah ini.

Bahasa Melayu yang digunakan memang bahasa th. 1920 an jadi agak 'aneh' dibandingkan bahasa jaman th. 2000 an. Begitu juga dengan yang dimaksud 'luar negrie' adalah diluar Jawa, maklum karena memang belum ada NKRI (baca gambar bawah)

Dibawah ini adalah halaman depan "Isteri Soesila" No. 1 (April 1924) dan No. 9 (Desember 1924)

Sesungguhnya sebelum terbit, sudah ada majalah "Worosoesilo", berhubung ada permintaan dari pembaca 'loear negrie' (luar Jawa) agar "Worosoesilo" menerbitkan versi bahasa Melayu, maka diterbitkanlah "Isteri Soesila"bsgi yang tidak mengerti bahasa Jawa.
Worosoesilo dan Isteri Soesila mempunyai makna yang sama yaitu Isteri yang mengetahui kesusilaan dan norma hidup yang berlaku dalam masyarakat.

Senin, 17 Oktober 2016

Injil bahasa Melayu Rendah,1949

Kalimat dibawah ini adalah judul sebuah 'buku langka', sebuah Kitab Injil dalam bahasa 'melayu rendah'.

'WASIJAT JANG BAROE'
Ija-itoe 
Segala Kitab Perdjandjian Baroe Atawa Indjil

Disini 'rare book' tidak membahas agama, tetapi
hanya mengunggah 'buku langka'dan hanya terbatas bahasa yang biasa digunakan pada saat buku itu diterbitkan, pada th. 1949.
Berhubung 'buku langka' ini adalah Indjil, maka contoh kalimat ditampilkan utuh sesuai yang tertulis dalam buku.

Kata-kata dan kalimat yang ada dalam Injil ini menarik dan memang mewakili jamannya. Contoh-contoh kalimat dibawah ini sesuai dengan apa yang tertulis pada halaman buku ini, lihat gambar diatas kalimat contoh. Agar lebih jelas silahkan 'klik' gambarnya.
Indjil Mattheoes V : 17-18
17. Djangan kamoe kira Akoe dateng maoe merombak toret atawa nabi-nabi, Akoe tidak dateng maoe merombak melainken maoe menggenepi dia.
18. Karna soenggoeh Akoe berkata sama kamoe: *sampe langit dan boemi liwat, trada satoe jota atawa titik dari toret bolih liwat, sabelomnya soedah djadi samowa.
.
Indjil Mattheous XXII : 37, 39. 40.
37. Maka Jesoes berkata sama dia : * Kamoe mesti tjinta sama Toehan Allahmoe dengan sagenep hatimoe, dengan sagenep djiwamoe, dan dengan sagenep boedimoe.
39. Dan jang kadoewa, jang sama seperti ini parentah : *Kamoe mesti tjinta sama temenmoe manoesia, sapa seperti dirimoe sendiri.
40. Sagenep Toret dan kitab Nabi-Nabi bergantong sama ini doewa parentah.

 Indjil Markoes XII : 28, 32.
28. Jesoes menjaoet sama dia : Jang pertama dari segala parintah, ija-ini : *Hei Isjrail, dengarlah! Toehan Allah kita itoelah Tuhan jang Asa.
32. Maka kata itu katib sama Toehan : Ja goeroe! betoel sekali kata goeroe ada satoe Allah jang asa, dan trada lain dari Allah;

Buku berukuran 13.5 x 21 cm, 572 halaman, diterbitkan oleh : 
Perserikatan-Perserikatan Hendak Mema'loemkan Al-Kitab, 
1949.
Kondisi buku langka ini masih utuh dan lengkap, hanya ada sedikit digigit binatang pada sampul depan atas.
i.gr. 03.50*

Kamis, 18 Agustus 2016

Injil, Arab Melayu. II. Perjanjian Baru.


Meneruskan unggahan yang lalu, yang berjudul 'Buku Injil huruf Arab Melayu I', maka sekarang diunggah 'Kitab Al Kudus', yang berjudul :
'Wasiyat Yang Baharu, yaitu Segala Kitab Perjanjian Baharu itu Injil Tuhan Kami Isa Al Masih'
sebagaimana tertulis pada halaman judul dibawah ini.

Buku Injil ini seluruhnya menggunakan huruf Arab Melayu.
Dibawah adalah gambar 2 (dua) halaman utama, halaman awal, dengan gambar ornamen/hiasan indah berbentuk kubah, dan sengaja oleh 'buku langka' diberi gambar bingkai agar tampak lebih indah.
Bila dibaca judulnya (huruf yang besar warna putih dibawah kubah) dari halaman kanan kehalaman kiri, maka terbaca :

'Kitab Injil'  -  'Tersurat oleh Matius'

Dalam kitab Injil 'Wasiyat Yang Baharu' ini, memiliki ornamen indah lebih banyak das variatif dibandingkan 'Wasiyat Yang Lama', diantaranya bisa kita lihat gambar-gambar berikutnya.

Ini adalah gambar awal dan akhir surat ber 'judul' (bawah): 
'Surat Kiriman Kepada Orang Ibrani'.
Bawah kiri adalah judul 'Kitab Injil Yahya', sedang sebelah kanan judul 'Kisah Segala Rasul'
.
Atas kiri ke kanan judul surat 
'Surat Kiriman Rasul Paul kepada Orang Rum', dan 
'Surat Yang Pertama dari pada Rasul Paul kepada Orang Thesalonika'.

Selanjutnya yang terakhir adalah ornamen 
pembuka dan penutup surat yang terakhir buku ini, yaitu : 
'Wahyu Kepada Yahya'

Mirip dengan Kitab Al Kudus 'Wasiyat Yang Lama', Kitab Al Kudus 'Wasiyat Yang Baharu' ini mempunyai 683 halaman.
Diterbitkan penerbit yang sama, yaitu :
 'Tersalin kepada bahasa Melayu Pada kedua kalinya dan lagi dicap atas belanja Nederlands Bibel Genotsekap, 1889',

Injil, Arab Melayu. I. Perjanjian Lama..


Saat browsing di internet, ada beberapa 'teman bloger', termasuk diantaranya id.wikipedia,org/wiki, yang mengunggah gambar Injil dengan huruf 'Arab Melayu' (gambar bawah), koleksi Museum Lambung Mangkurat.
Selanjutnya 'rare book' akan menambah informasi yang sudah ada.
Melihat apa yang tampak pada gambar diatas, tertulis (hrf Arab Melayu) pada buku diatas, maka buku tersebut berjudul :
 'Injil  Rut'

 Buku tersebut diatas adalah jilid kedua, lanjutan dari dari : 
'Kitab Al Kudus, Wasiyat yang Lama atau Kitab Taurat dan Zabur dan segala Nabi2' jilid pertama.
 'Tersalin kepada bahasa Melayu Pada kedua kalinya dan lagi dicap atas belanja Nederlands Bibel Genotsekap, 1886',
kitab jilid yang pertama adalah koleksi 'rare book'.

Judul diatas terbaca pada halaman judul buku yang sudah diterangkan diatas, menggunakan huruf Arab Melayu (gambar bawah).
 

Selanjutnya, akan ditampilkan koleksi 'rare book' 'Wasiyat Yang Lama', jilid 'pertama'
Injil ini seluruhnya menggunakan huruf Arab Melayu.
Dibawah adalah gambar 2 halaman utama, halaman awal, dengan gambar ornamen/hiasan indah berbentuk kubah, dan sengaja oleh 'buku langka' diberi gambar bingkai agar tampak lebih indah.
Bila dibaca judulnya (huruf yang besar warna putih dibawah kubah) dari halaman kanan kehalaman kiri, maka terbaca :
'Kitab Nabi Musa Yang Pertama''Yang bernama Kitab Kejadian'

Setiap judul 'Kitab' didalam Injil "Kitab Al Kudus Wasiyat Yang Lama" jilid pertama, juga diberikan hiasan/ornamen yang sangat menarik, lihat gambar bawah, dari kanan ke kiri :
'Kitab Nabi Musa Yang Kedua Yang Bernama Kitab Keluaran'
dan 
'Kitab Nabi Musa Yang Ketiga Yang Bernama Kitab Imamat'.

Begitu juga dengan judul berikutnya (bawah kiri) yaitu : 
'Kitab Hakim'.
Sebelah kanan adalah gambar ornamen kalimat penutup 
'Kitab Hakim' 
sekaligus halaman terakhir dari buku ini.
Lanjutan dari buku ini adalah 'Kitab Rut', seperti yang sudah diterangkan diatas, dan bukunya ada di Museum Lambung Mangkurat.

Diatas adalah gambar 2 lembar halaman awal, pada judulnya terbaca :
 'Kitab Nabi Musa Yang Pertama' (halaman kanan) dan
 'Yang bernama Kitab Kejadian' (halaman kiri)'

Bersyukur 'rare book' mengkoleksi 2 buku Injil Arab Melayu, yaitu : 
"Kitab Al Kudus Wasiyat Yang Lama" jilid pertama', yang sekarang diunggah dan 
"Kitab Al Kudus Wasiyat Yang Baharu, Yaitu Segala Kitab Perjajian Baharu Atau Injil Tuhan Kami Isa Al Masih", insyaallah diunggah berikutnya.
Diatas adalah gambar 2 buku tersebut diatas, diperkirakan covernya pernah diperbaiki.
Hard cover, berukuran 16.5x21.5x3.3 cm, 686 hlm dan 683 hlm.

Jumat, 12 Agustus 2016

Mohamad Roem


Menyambut 71 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 
sengaja rare book mengunggah 'buku langka' yang berjudul 
"Pentjulikan, Proklamasi dan Penilaian Sedjarah"
Bukunya tidak terlalu besar, hanya 74 halaman, 12 x 19 cm, namun yang menarik, selain langka, buku ini ditulis oleh salah satu perintis kemerdekaan, yaitu Mr. Mohamad Roem.
Dia aktif sebagai delegasi dan penandatangan perjanjian 'Roem - Roijen', sebuah perundingan antara Indonesia dengan Belanda pada th.1949, mengenai perbatasan Indonesia.

Salah satu yang menarik pada buku tersebut diatas adalah cerita bagaimana tersusunnya kalimat proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta, dalam judul 'Teks Proklamasi dan Penanda-tangannya', pada hlm. 38-39.
Silahkan 'klik' gambar dibawah ini, 

Banyak cerita  dan ulasan  yang menarik lainnya, namun tidak bisa mengunggah seluruhnya, perhatikan daftar isi digambar bawah. 

Pada 1948, Roem ikut dibuang ke Bangka sebagaimana Bung Karno dan Bung Hatta. Ironisnya, pada th. 1962, giliran Bung Karno memenjarakan Roem selama empat tahun, karena partainya, Masyumi, dianggap menentang Bung Karno.

Ada beberapa koleksi buku yang menceritakan situasi menjelang dan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang mana penulisnya adalah orang yang berperan aktif dan sebagai saksi sejarah dalam peristiwa Proklamasi Kemedekaan Indonesia. 
Diantaranya buku-buku dibawah ini.
 Siapakah penulis buku-buku diatas, silahkan 'klik' saja maka bagi yang memperhatikan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia akan 'mengenali' siapa penulis buku-buku diatas.

Sabtu, 16 Juli 2016

Sedjarah Bali Kuna.


Buku 'Sedjarah Bali Kuna' yang diunggah 'rare book' ini belum terlalu tua, dalam Kata Pembukaan, oleh penulisnya, Dr. R. Goris, penanda tahun, Oktober- November 1948.
Mungkin karena tipis dan bentuknya sederhana, jarang orang yang menyimpan. Sampai buku ini diunggah, belum terlihat gambar buku 'Sedjarah Bali Kuna' diunggah pihak lain (maaf kalau salah lihat). 
Bukan hanya langka, yang membuat 'rare book' memilih 'buku langka' ini untuk diunggah, tetapi buku ini 'full' tempelan kertas, penuh tulisan tangan terjemahan kedalam bahasa Inggris, oleh R. Goris sendiri (gambar bawah).

Tempelan kertas terjemahan ke bahasa Inggris, langsung oleh R. Goris tersebut diatas dengan judul 'Ancient History of Bali' diterbitkan oleh Universitas Udayana, Denpasar, Bali, pada tahun 1965.