Selasa, 29 Januari 2019

Intermezzo. Kacip, alat pembelah.

Intermezzo kali ini mengunggah sebuah alat, umumnya disebut 'kacip'
biasanya, kacip digunakan sebagai alat bantu bagi yang mempunyai kebiasaan 'mengunyah sirih', sebagai alat pembelah 'gambir' atau 'biji pinang'.
Gambar bawah memperlihatkan perlengkapan bagi orang yang biasa mengunyah sirih, ada wadah/tempat kuningan, ada kacip, ada getah gambir yang sudah padat, ada buah pinang utuh dan yang sudah dibelah sehingga tampak bijinya. 



'Kacip' bentuknya sangat beragam, dari sederhana sampai yang dibuat sangat indah bahkan ada yang dihias dengan emas.
Adapun kacip koleksi 'buku langka' yang diunggah ini termasuk yang sederhana dan sudah aus,   namun karena beberapa hal yang berbeda maka kacip tersebut layak dikoleksi, diantaranya :
* bilah tajamnya 2 kali lebih panjang dari pada kacip pada umumnya.
* Ujung bilah bawah dibentuk seperti kepala ayam jago.
* Materi yang digunakan untuk bilah atas dan bilah bawah, adalah logam tempa 5 lapis. 
* Gagangnya panjang dilapis kayu.

Gambar bawah kanan dan kiri adalah gambar kepala kacip yang sudah aus, dimana terlihat 3 lapis logam pada gambar kiri, sedang gambar kanan terlihat 4 lapis logam, jadi bilah-bilah kacip terdiri dari 5 lapis logam yang ditempa.

Dua gambar dibawah ini menunjukan perbandingan panjang bilah antara kacip koleksi 'buku langka' (19 cm) dengan kacip pada umumnya (9-10 cm). Untuk lebih jelasnya silahkan 'klik' gambar-gambarnya.
Maaf, gambar-gambar kacip pembanding diatas diambil dari internet.

Memperhatikan beberapa hal diatas, mungkin bisa disimpulkan , sbb :
* Kacip besar dan panjang, tidak lazim digunakan sebagai perlengkapan makan sirih. Kemungkinan digunakan untuk membelah benda yang lebih besar, misalnya buah pinang yang masih utuh, dll.
* Logam tempa lapis 5, membuat bilah tajamnya menjadi lebih kaku, dibutuhkan agar bilah-bilahnya tidak bengkok atau melintir saat digunakan. 
* Gagang kayu menggantikan gagang kacip agar tidak berat tapi tetap kaku.

Mudah-mudahan intermezzo kali ini bisa menambah wawasan bagi pengunjung 'buku langka' , mohon maaf apabila ada kekeliruan. 

Kamis, 03 Januari 2019

Manuscript, buku huruf Arab pegon.

Sebetulnya buku ini sudah belasan tahun dikoleksi 'buku langka', tetapi karena belum tahu isi dan judul buku ini maka buku ini belum diunggah, seingatnya sebelum th. 2000, sudah menjadi koleksi.
Sampai saat buku ini diunggah 'buku langka' tetap belum tahu perihal buku ini, sudah dikonsultasikan kepada yang 'dianggap' lebih ahli, namun belum ada hasilnya. 
Buku ini walaupun pernah kena air/lembab tapi 90 % hurufnya masih jelas, menggunakan huruf Arab pegon atau huruf Arab gundul (tanpa tanda baca), untuk bisa baca/mengerti, harus tahu bahasa apa yang digunakan, apalagi buku ini ditulis tangan, tentu akan menambah tingkat kesulitan memahaminya, karena karakter hurufnya berbeda antara penulis yang satu dengan yang lainnya.
Dengan diunggahnya buku ini, mudah-mudahan ada pengunjung blog 'buku langka' yang bisa memberi informasi yang berguna. Amin.

Gambar bawah ini adalah gambar halaman paling awal, kemungkinan ada kolofon, sayangnya tidak jelas lagi karena pernah lengket dengan halaman sebelumnya. Juga ada tambahan tulisan, mungkin oleh pemiliknya.

Dibawah adalah gambar halaman 1 dan 2, sengaja ditinggikan resolosinya agar memudahkan bagi yang ingin membacanya dan diharapkan bisa menambahkan informasi yang ada.

 Isi buku ini terdiri dari 'dua' bagian, bagian pertama terdiri dari 2 bab, yaitu dari hlm 1 s/d 75 dan hlm 76 s/d 116. Sedang bagian kedua hanya 1 bab, mulai dengan halaman awal lagi yaitu hlm 1 s/d 33.

Dibawah ini gambar halaman akhir bagian pertama bab 1 dan halaman awal bagian pertama bab 2. Selanjutnya dibawahnya gambar halaman terakhir bagian pertama bab 2, hlm 116.
Melihat angka yang tertulis pada huruf angka (deretan terakhir) hlm. 116, yaitu 1362 H (?), maka diperkirakan buku ini minimal sudah berumur 75 tahun.
  
Gambar bawah adalah halaman awal bagian kedua, hlm 1 dan 2, gambar selanjutnya halaman 31 dan 32.
 Gambar bawah adalah halaman terakhir bagian kedua, halaman 33, sekaligus halaman terakhir buku ini.

Adapun tulisan bagian pertama kelihatan berbeda dengan  tulisan bagian kedua, sesungguhnya penulisnya sama, mungkin tinta dan alat tulis beda; bisa dilihat pada gambar berikut.
Agar lebih jelas, silahkan 'klik' saja gambarnya.
Buku relatif kecil ukurannya, 13 x 15 x 1.7 cm, 116 +33 halaman, HC, sayang sudah pernah kena air dan tertumpuk pada tempat tidak rata.

Jumat, 14 Desember 2018

Islands and Peoples of the Indies th.1943.

Belasan tahun yang lalu, teman saya pedagang buku bekas menawarkan sebuah buku dengan kondisi yang memprihatinkan, kotor dan rusak penjilidannya. 
Karena halamannya masih lengkap dan relatif bagus,  banyak sekali gambar dan peta, maka buku tersebut saya rawat. Dibawah ini adalah gambar cover buku setelah dibersihkan dan diperbaiki. Judulnya :
"Island and Peoples of the Indies"
oleh : Raymond Kennedy
Buku dengan ukuran 15.5 x 23 x 0.7 mm, 66 hlm + 21 hlm kertas khusus, berisi 41 gambar + 7 lembar peta, diterbitkan oleh Smithsonian Institution, pada tgl. 5 Agustus th.1943.
   Gambar atas adalah halaman Judul buku.
Buku ini berisikan perihal geografi, iklim, penduduk, sejarah, bahasa dan tulisan, seni budaya, ekonomi, kepercayaannya, pendatang asing, pemerintahan saat itu dan lain-lainya di East Indies.


Gambar atas adalah peta 'East Indies', saat itu Republik Indonesia belum terbentuk.

Istana Sultan Siak, rumah dan makam batu di Sumba.

Rumah Mentawai. dan tarian Mentawai yang mengikuti gerakan burung.

Gambar Putri Bali (kiri), dan pria Nias (kanan).

Gambar atas kiri, buaya sepanjang hampir 5 meter dengan berat hampir 500 kg, ditemukan di Sibolga Sumatra Utara.
Gambar kanan, ada trem listrik berdampingan dengan kereta kuda (kudanya pipis ?) di sebuah jalan di Batavia.

Gambar diatas adalah halaman tengah buku, berisi gambar rumah Minangkabau, rumah Bali, rumah Batak Toba dan rumah Nias.
Masih banyak gambar-gambar menarik lainnya, sayang yang tidak bisa ditampilkan karena keterbatasan ruang.

Kamis, 29 November 2018

Serat Nitimani.

Buku yang diunggah kali ini sudah limabelasan tahun dikoleksi 'buku langka'.  Karena halaman 'judul' paling depan tidak ada maka belum ketahuan siapa pencetaknya dan kapan dicetaknya. 
Dibawah ini ditampilkan halaman judul yang masih ada terletak paling depan dibuku ini, terbaca judul buku ini adalah

 “ N I T I M A N I “
Serat Nitimani adalah karya Raden Mas Harya Sugonda, di halaman 1 (gambar bawah kiri) diterangkan bahwa pada tahun Jawa 1816 beliau sudah mulai menulis serat ini.
Seiring dengan perjalanan waktu, dilakukankan perubahan-perubahan untuk perbaikan maka pada saat 'purnama' bulan Sela, wuku Kurantil tahun Jawa 1821 S' atau tanggal 12/13 Mei Kamis malam Jumat, 1892 M, serat ini selesai ditulis.
Pada gambar atas kanan adalah halaman terakhir, alinea kedua tertulis sbb.: 
Nahenta : anggitan kula punika kula pusakakaken dhateng ajar kula, ingkang nami Resi Nitimani, ing ngasrama giyana rahsa, wasana dening sang gosita (ingkang kagungan dhawuh lan timbalan) kenging kawruh kalawau kaagem madening sang subaddha ing Tirtagondo, ingkang lajeng wonten ing kitha : Pasuruwan.
Diterangkan bahwa Serat karya beliau (RM Sugonda) diberikan kepada Resi Nitimani dan diakhir tulisan buku ini, ditulis kembali, bahwa serat Nitimani ini selesai ditulis pada tahun Jawa 1821 (1892 M). Jadi nama Serat Nitimani diambil dari nama ajarnya RM Sugondo. 

Serat Nitimani ini dalam bahasa dan aksara Jawa dalam bentuk dialog antara tokoh yang menamakan dirinya Murweng Gita dengan Juru Penanya. Topiknya mengenai seksualitas, cara membaca karakter wanita melalui wajah, pengetahuan Islam dan mistisisme Islam-Jawa dan lainnya.

Gambar dibawah ini adalah 3 dari 5 halaman daftar isi buku ini, sebagian sudah ditransliterasi atau sulih aksara berwarna merah.
4. Titikanipun pawestri ingkang anindhakaen awon kalakuwanipun.
6. Bab lampahing asmaragama.
19. Bab asmaraning estri yen pinuju sinanggama ing kakung.
80. Bab poncadriya tuwin poncajaya.
82. Bab Cariyos wekasan.
Buku berukuran 23 x 16 1.8 cm, hard cover, 244 halaman.
Mohon maaf bila terjadi kekeliruan penafsiran atau mengalihakasaraka Serat Nitimani ini. 

Sabtu, 10 November 2018

Memperingati Hari Pahlawan 10 November 1945.



Diambil dari buku '10 November' karya Bung Tomo.

Minggu, 14 Oktober 2018

Surat kabar Melayu, huruf Arab, th. 1878 M.


Gambar-gambar dibawah ini adalah gambar surat kabar  bernama
WAZIR - INDIYA
terbit di Betawi pada th.1878 (tahun pertama), terbit setiap hari Kamis, berbahasa Melayu, menggunakan huruf  Arab Jawi/gundul/pegon (huruf Arab tanpa tanda baca).
Wazir berasal dari bahasa Arab bisa diartikan sebagai perdana menteri (KBBI),  penasihat, pembantu Sultan atau pelayanan masyarakat; disini kami menafsirkan sebagai 'pelayan masyarakat', sedang Indiya dimaknakan sebagai suatu daerah, sekarang Indonesia. Jadi Wazir Indiya dimaksudkan sebagai Surat kabar yang melayani masyarakat Indiya, th. 1878 belum lahir Indonesia.

Dibawah ini adalah gambar halaman depan, sedang gambar persis dibawahnya adalah pembesaran dari bagian atas halaman ini berikut sedikit transliterasi (sulih aksara) untuk memudahkan memahaminya. 
.
Huruf transliterasi, setiap kata dibaca dari kiri kekanan, sedang rangkaian kalimatnya dibaca dari kanan kekiri.
Paling atas adalah judulnya 'WAZIR - INDIYA'. 
Selanjutnya 3 baris kebawah tertulis: 'bayaran surat kabar ini' (kanan) maksudnya harga berlangganan dan sebelah kiri: 'bayaran adfertensi', maksudnya adalah biaya pemasangan iklan.

Dibawah ini gambar halaman belakang, sedang persis dibawahnya, gambar pembesaran bagian atas halaman belakang,
Mungkin terbit pada bulan Ramadhan maka ada doa agama Islam yang tertulis dalam kotak, dengan keterangan dibawahnya: 
'doa yang terafdol dibaca saban hari waktu puasa'.

Kalau dihalaman depan diterangkan tanggal dan nomer penerbitannya yaitu T. Pertama, Hari Chamis 12 Setember 1878 No. 5 menggunakan huruf cetak biasa maka dihalaman belakang tertulis dalam huruf Arab : Batavia, hari Chamis 15 Ramadhan 1925 H (gambar bawah).

Kami belum pernah melihat unggahan mengenai surat kabar Wazir-Indiya di internet, mudah-mudahan dengan unggahan ini akan menambah wawasan bagi pengunjung blog 'buku langka', mmzrarebooks.blogspot.com
Mohon maaf bila ada kekeliruan, maklum keterbatasan kami membaca huruf 'Arab pegon' dalam bahasa Melayu; dan kami tidak bisa memberikan keterangan lebih lengkap, mengenai siapa penerbitnya dan dimana alamatnya. Mengenai jumlah halamannya, diperkirakan hanya 2 halaman, karena tidak ada nomer halamannya. Semoga ada yang bisa memberikan tambahan informasi.

Rabu, 19 September 2018

Sik Jin Kwi - Ceng Se. 1928.


Buku langka menggunakan aksara Jawa dan berbahasa Jawa, terbitan Drukery 'CENTRAAL', Tjoyudan, Solo, berjudul :
"SERAT SIK JIN KWI  CING SE"
Raden Sik Tik San lan Dewi Hwan Le Hwa.
(gambar bawah, sudah ditambah transliterasinya berwarna merah

Disini 'buku langka' tidak mengemukakan Cerita Sik (Sin) Jin Kwi karena sudah populer dikalangan masyarakat Tionghoa dan Jawa, disini hanya mengutarakan buku Serat Sik Jin Kwi berbahasa Jawa dan menggunakan aksara Jawa.  
Gambar dibawah ini adalah halaman awal (1) dan halaman akhir (432), sudah kami lengkapi transliterasinya berwarna merah.
Sesuai dengan kebiasaan penulisan dalam sastra/budaya Jawa, maka 'Serat Sik Jin Kwi' ini juga ditulis dalam bentuk tembang Macapat.

Ada yang tidak lazim pada penjilidan buku ini. 
Buku berisi jilid 1 s/d 9, sepertinya sembilan jilid dibundel menjadi sebuah buku. Tetapi setelah diperhatikan, seakan-akan sebuah buku cerita, setiap 47 halaman, disisipi selembar cetakan berisi 'judul', nomer jilid dan pencetaknya, tanpa menghiraukan kalimat dan alur ceritanya terputus.    
Lihat gambar bawah kiri, hlm 48, kalimat paling akhir : Ciptanira ka- (putus), dipisahkan dengan sisipan 'Judul' (gambar tengah), seterusnya hlm 49 (gambar kanan), kalimat paling awalnya merupakan sambungan dari halaman 48 : -beneran prapti, lir semayan batos, Sri Narendra ... dst.

Gambar bawah menunjukan sedikit perbedaan halaman 'Judul', gambar kiri adalah halaman 'Judul' jilid 5, seperti judul-judul sebelumnya, tanpa tahun penerbitan; sedang gambar kanan adalah 'Judul' jilid 6, seperti judul-judul sesudahnya sampai jilid 9, ditambahkan 3 macam tahun penerbitannya yaitu th. 2479 (china) - 1928 (masehi) - 1858 (Jawa). 

Jadi bisa disimpulkan bahwa buku langka dengan ukuran 16 x 21 x 2.7 cm, HC, 432 halamn ini dicetak oleh Drukery 'Centraal' pada th. 1928.
Maaf apabila ada kekeliruan.