Tampilkan postingan dengan label poster lama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poster lama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2015

Pancasila Jawa


Beberapa waktu yang lalu  'rare book', menemukan 'selembar poster' jaman dulu, isinya sangat unik, dicetak diatas kertas tebal, ukuran 22.5 x  29.3 cm, tanggal 10 Sjawal 1884 atau 23 Juni 1953.
Mencoba untuk mempelajarinya; namun karena pengetahuan
'rare book' terbatas, jadi hanya bisa menduga-duga saja.
Poster tersebut menggunakan bahasa 'Jawa ngoko', campur atau dipengaruhi bahasa Indonesia dan Arab.
 Judulnya : "Laksanakno Pantja-sila",
maksudnya 'ajakan untuk melaksanakan Pancasila'.

Selain ajakan untuk melaksanakan Pancasila, dari M. Kartawinata, juga ada nasehat atau petunjuk singkat mengenai kehidupan batin dan doa.
Belum jelas bagi 'rare book', Pancasila mana yang dimaksud.
Kalau sebagai Dasar Negara Indonesia, ternyata silanya hanya ada 4, yaitu 
KE-TUHANAN KANG MAHA ESA, 
KAMANUNGSAN, 
KA-BANGSAAN KANG BULAT, 
KE-DAULATAN RAKJAT.
Tetapi di kalimat terakhir ada petunjuk berwarganegara :
 "Hukum Masyarakat kang bener-bener BENER, yen kang nora gelem lan ora ngawujudake Panca-sila, kuwi DUDU WARGA NAGARA".

Atau mungkin ada sebuah aliran 'olah batin' yang mengacu pada falsafah Pancsila, karena masing silanya ditafsirkan berdasarkan Sjarengat, Hakekat, Tarekat dan Ma'rifat.
Bila ingin membaca lebih jelas nasehat atau petunjuk dari M. Kartawinata, silahkan klik aja gambarnya.

Kamis, 21 Mei 2015

Poster 1864 - 1970 an

Memperhatikan poster jaman dulu itu sungguh mengasyikan. Tersirat gaya lukisan, selera dan keadaan masyarakat pada jaman poster dibuat.
Dibawah ini adalah gambar poster lama dari pertengahan abad XIX sampai XX.
Gambar atas adalah poster pementasan musik, dibuat pada th.1869. Posternya sederhana tetapi ditengahnya ada gambar yang dibuat oleh pelukis terkenal, Edoard Manet (1832 - 1883).

3 buah gambar poster diatas dibuat pada th.1895 (kiri), 1906 (kanan), 1924 (bawah). Poster-poster tersebut bersifat promosi.

Berikutnya 2 poster dibawah ini bersifat mengajak, untuk 'masuk Navy', th. 1917 (kiri) dan 'mempertahankan negara', th 1916 (kanan). 

Berikutnya 3 buah poster dibawah menunjukan keadaan atau kejadian pada saat poster itu dibuat, poster 'banyak pengangguran' pada th. 1910,  (kiri), 'menolak German' th. 1934 (kanan) dan 'malam yang mengerikan', th. 1890 (bawah).
Poster-poster diatas 

Berikutnya adalah poster politik dari Cuba dibuat th. 1970.

Semua gambar poster diatas terdapat pada buku berjudul 
"A Concise History of Posters" 
disusun oleh John Barnicoat, diterbitkan oleh 'Thames and Hudson, London.
Buku terdiri dari 288 halaman, terdapat 273 gambar poster dan 72 diantaranya berwarna.

Minggu, 07 Oktober 2012

Poster GANEFO I, th. 1963

Poster Ganefo I di Jakarta th. 1963.



Posternya cukup besar, 100 cm x 70 cm, sebagai pembanding disertakan gambar kaset audio pada pojok bawah kanan. Sayang agak sedikit kotor pada pinggirnya.  
Seperti yang telah disampaikan pada posting sebelumnya, Bung Karno, Presiden Pertama Republik Indonesia, memprakarsai pembentukan Ganefo singkatan dari 'Games of The New Emerging Forces', Pesta Olahraga Negera2 Berkembang, dengan tujuan untuk menandingi Olimpiade (IOC).
Selain Ganefo, Bung Karno juga akan menyenggarakan Conefo, singkatan 'Conference of The New Emerging Forces', Konperensi Negara2 Berkembang. Bahkan gedung yang direncanakan untuk Konferensi sudah selesai dibangun (sekarang digunakan untuk DPR/MPR) namun Konfernsi batal dilaksanakan.

Ganefo I diselenggarakan di Jakarta pada 10 - 22 November 1963.
Ganefo II, diselenggarakan di Pnom Penh, Kamboja, pada tgl. 25 November - 6 Desember 1966, dihadiri hanya oleh negara di Asia sehingga disebut
 Ganefo Asia I.
Ganefo III atau Ganefo Asia II, awalnya akan diselenggarakan di Beijing, namun Beijing membatalkan niatnya dan diserahkan ke Pyongyang Korea Utara. Akhirnya tidak pernah dilaksanakan dan Ganefo bubar.  

Senin, 04 Juli 2011

Angkatan Laoet, HEIHO.

Untuk selingan, sengaja 'rare book' atau 'buku langka' menampilkan poster 'langka' dan menarik, dengan gambar layar kapal dan seorang pemuda gagah, dengan kalimat ajakan.
" Saja (saya) Heiho Angkatan Laoet, Mari Serta Dalam Pembelaan Tanah Air".


'Heiho' adalah tentara lapis kedua bentukan Jepang, pada tahun 1943 an. Tugasnya membantu pekerjaan militer Jepang, atas instruksi Markas Besar Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.
Setelah Jepang menyerah oleh Sekutu, Heiho dibubarkan oleh 'Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia', dan sebagian anggotanya (Heiho) di alihkan menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR inilah yang menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kalau dibilang poster mungkin terlalu kecil, seukuran folio, tapi menurut 'buku langka,' penyajian gambar dan kalimatnya sangat menarik, gagah dan semangat, menjadi idaman anak muda.