Jumat, 19 Oktober 2012

Wejangan Nabi Khaidir dan Sunan Bonang pada Sunan Kalijaga. Lanjutan 'Tembang Aksara Jawa Tulis Tangan'.


Melanjutkan posting sebelumnya mengenai buku langka yang didapatkan di Solo, tulis tangan, dalam bentuk tembang Jawa, macapat, aksara Jawa (lihat gambar dibawah).

Dalam kesempatan ini 'rare book' menampilkan bagian buku yang mengisahkan 'Sunan Kalijaga', dan 'rare book' hanya menampilkan cuplikan2 yang sudah ditrasliterasi kan dengan huruf berwarna putih.
Dalam buku ini kisahnya dimulai dari Sunan Kalijaga masih muda, seorang brandal anak Adipati Tuban, yang  bernama Lokajaya , diberi nama menjadi Syeh Malaya oleh Sunan Bonang, sampai beliau mengangkat Kiageng Pandanaran menjadi Sunan Bayat.

Gambar samping adalah cuplikan kisah Lokajaya, diusir oleh orangtuanya, bupati Tuban : "anak mring sibagigal, matinya sun tan wruh, luhung nuli pinu lungaha, . .  Wus misuwur dhugale kapati, raden Lokajaya nagri Tuban, kang putra sang dipatine, ... dst."

Disamping adalah cuplikan saat Syeh Malaya diangkat jadi Wali oleh Sunan Bonang : "Apan wus jangkep sawarsi, ... dst.  jeng sinuhun angandika, luwara tapanira, jenenga Wali sireku, panutup panata gama."

Disebelah adalah cuplikan wejangan Sunan Bonang kepada Syeh Malaya : "Sunan Benang ngandika ris, Seh Malaya bener sira, nanging sapemanggih ingong, ingkang ngaran panarima, elinga marang kang murba ... dst."

Gambar samping adalah cuplikan kisah saat Syeh Malaya ketemu Nabi Kilir (nabi Khaidir) : " ya ta wau jeng sinuhun Kalijaga, pan aneng ing jaladri, sampun pinanggihan kadya tiyang leledhang, paparab sang nabi Kilir, ...dst."

Disebelah adalah cuplikan wejangan Nabi Kilir (Khaidir) kepada Sunan Kalijaga : "Sajatine ya Muhkamad, kalawan Allah sejati, .... dst. dene tegese uga ginenten ananing Widi, apan niku jumenengira sunatullah."

Disamping adalah cuplikan saat Kiageng Pandanaran diangkat sebagai Sunan Bayat : "Jeng sinuwun Kali ingkang prapti, ......dst.  ngandika jeng Sinuwun, ... jumenenga Sunan Bayat, sidakna gonira akarya masjid, ngimani gama Islam."

Seluruhnya ada 20 lembar ukuran folio, ditulis bolak balik menggunakan aksara Jawa dan berbentuk lagu Jawa (tembang), jadi kata2 dan susunan kalimatnya menjadi tidak lazim agar sesuai dengan lagunya. Buku langka ini bisa digolongkan dalam buku agama, kebatinan bahkan buku sastra jawa.
Kertasnya sudah digigiti tikus dibagian pinggirnya dan ada bekas cairan, mungkin air kencing tikus, silahkan lihat dan klik gambar kertasnya dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar disini