Tampilkan postingan dengan label madura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label madura. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Desember 2012

Riwajat Madoera.

Kali ini buku yang ditampilkan 'rare book' belum terlalu tua, namun pasti buku langka, karena buku ini diketik manual dan bukan carbon copy. Melihat bahasa dan ejaannya, diperkirakan ditulis sebelum kemerdekaan RI, minimal 65 tahun yang lalu. Judul yang tertulis dihalaman paling depan adalah "Riwajat Madoera", isinya kisah dan silsilah mulai dari awal para raja2 atau pembesar di Madura, sampai jaman pejajahan Belanda dimana raja, pangeran, adipati, dihilangkan kekuasaannya, hidup dengan gaji pemerintah kolonial Belanda, tidak boleh ada raja, diganti dengan bupati, tidak ada kedaton, diganti dengan kabupaten (hlm. 47), silahkan lihat/klik gambar bawah. 

Pada th. 1792, diangkat oleh Belanda, Kanjeng Panembahan Tjakra Adiningrat ke VIII, diberi 5.000 gulden per bulan (hlm. 44), sedang para patih yang diangkat Belanda (Raden Arja Poerwanagara dan Raden Arja Rangga Koesoemadiningrat) diberi gaji 300 gulden sebulan (hlm. 45).
 
Selain silisilah mengenai raja2 Madura, buku 'Riwajat Madoera' ini juga mengisahkan peristiwa2 yang berhubungan dengan Madura, diantaranya saat pengangkatan Tjakraningrat I oleh Sultan Agung di Mataram (hlm. 9) sil;ahkan klik gambar dibawah, dan Pangeran Tjakraningrat I dan putranya yg bernama Raden Arja Atmadjanagara terbunuh saat hendak medamaikan perseteruan antara Amangkurat I dengan adiknya yang bernama Pangeran Haryamtaram (hlm. 10 & 11).

'Riwajat Madoera' ini diawali dengan kisah cucu Prabu Brawidjaja akhir, dari Putra Arja Damar Palembang) yang bernama Ki Arja Minak Soeraja, merantausampai ke pulau Madoera (hlm. pertama), kisahnya agak mistis memang, selanjutnya menikah dengan peri (bidadari ?) bernama Ni Tanjoeng Woelan (lihat/klik gambar bawah).Kisahnya mirip kisah Jaka Tarub di Jawa. Bisa juga 'Riwajat Madoera' ini disebut Babad kalau di sastra Jawa atau Hikayat kalau di sastera Melayu.

Turunan Ki Arja Minak Soeraja dengan peri Ni Toenjoeng Woelan inilah yang menjadi cikal bakal Raja2 di Madura.
Silisilah yang ada di buku ini mirip dengan silisilah yang ada di buku 'Madoera En Zijn Vorstenhuis' yang pernah diunggah di blog ini, untuk lebih gampang mengikuti alur silsilahnya, disertakan silsilah dari  buku tersebut diatas (silahkan klik gambar dibawah ini)


Dalam buku Riwajat Madoera juga banyak daftar nama, diantaranya daftar nama2 Patih th. 1450-1808 (hlm. 47), nama2 Penghulu th. 1450 - 1811 (hlm. 48), nama2 Pangeran jaman dulu (hlm. 50).
'Cover' nya kertas tipis biasa, ditulis tangan, sedang isi dalamnya diketik manual, menggunakan bahasa Indonesia dengan tatabahasa dan ejaan sebelum kemerdekaan (ejaan van Ophuijsen), tanpa tahun, sebanyak 51 halaman diketik satu muka (tidak bolak balik).

Kamis, 11 Agustus 2011

Babad Songennep (Sumenep, Madura)

"Babad Songennep I" judul buku langka koleksi 'rare book', walaupun umurnya 'baru' 90 tahun tapi menarik karena buku langka ini menggunakan bahasa Madura dalam aksara Jawa.
Songennep adalah sebuah daerah di bagian Timur pulau Madura, jaman sekarang dikenal sebagai Sumenep, dimana pernah berdiri kerajaan Songennep.
Gambar diatas adalah sebagian halaman 3, berisi pembukaan dalam bahasa Madura, "Pyatoran",selanjutnya : Kaula se ngarang Bhabhad Songenep paneka, ekaduwa isareng Radhin Sastrawijaya, mantre candhu Ambutten (Songenep), . . dst.

Gambar atas adalah sebagian halaman 6, tertulis :

"Babad Songennep".

Bab : 1.

'Kacaretah agih jaman kona e Songenep badha Rato bangsa Madura kasorang, anyama Pangeran Mandaraga, . . dst.
Selanjutnya gambar dibawah ini , adalah gambar halaman terakhir berisi 'daftar isi', tertulis judulnya : "Essen", selanjutnya :
* Pyatoran.
* Bab I : Babad Songennep molae dhari Pangeran Mandaraga kang seka Arjawigananda, pottran Arja Kodapanole (Jaka Thole).
* Bab 2 : Mole dhari Radin Kandhuruwan, pottran Radin Pata kang seka Pangeran . . dst.

Diatas adalah Peta District Kotta Songennep



Buku 'Bhabhad Songennep' disusun oleh Radin Werdhisastra, diterbitkan oleh Balai Poestaka, th 1921, ukuran 14.5 x 22 cm, 248 halaman plus 1 lembar peta. Buku langka ini masih utuh dan lengkap.

i.gr. 02.15*

Minggu, 30 Januari 2011

Madoera en zijn Vorstenhuis, 1936.



"Madoera en zijn Vorstenhuis" terbitan th. 1936, umurnya baru 75 tahun, namun bisa dikategorikan buku langka.
Isinya mengenai Dinasti/Raja2 di Madura, mulai dari :
Penembahan Lemahdoewoer (1531 - 1592),
Pangeran Tengah, Pangeran Mas,
Pangeran Tjakraningrat I - VIII terus sampai
R.A.A. Soerjonegoro sebagai Regent ke II (s/d 1918), diteruskan oleh
R.A.A. Tjakraningrat Regent ke III.Buku langka berukuran 20 x 28 cm 96 halaman tebal, ini diterbitkan sebagai Buku Kenangan bersamaan dengan 30 tahun Raden Adipati Arjo Tjakraningrat sebagai Regent van Bangkalan, dicetak dan diterbitkan oleh : Boekhandel G. kolff & Co.
Gambar kiri, Raden Adipati Arjo Tjakraningrat Regent van Bangkalan, kanan adalah Kolonel Pangeran Soerjoadiningrat.












Sebelah kiri, Pangeran Adipati Pakoeningrat. Kanan, Majoor Pangeran Prawironegoro.












Kiri, Pangeran Tjakraadiningrat, Regent I Bangkalan. Kanan, Raden Adipati Arjo Soerjonegoro, Regent II Bangkalan.












Kiri, Raden Adipati Arjo Satjaadiningrat, Regent Sampang dengan anaknya. Kanan, Silsilah dimulai dari Praboe Brawidjojo V.








Disamping adalah gambar Bataljon Barisan Bangkalan pada th. 1931.










i.gr. 10.00
*