Selasa, 01 Desember 2015

Primbon dan Jangka Jayabaya. I.

Saat melihat-lihat buku di sebuah toko buku besar di sebuah mall pada tahun 1995, terlihat 2 buah buku yang menarik, karena :

1. Penjilidan buku-buku tersebut terlihat seperti penjilidan dikios pelayanan foto copy, tidak sebagaimana biasanya buku bikinan penerbit pada umumnya.
2. Beraksara/huruf Jawa, padahal sudah puluhan tahun tidak ada pernerbit yang menerbitkan buku-buku beraksara Jawa. Terakhir, buku berakasara Jawa, diantaranya terbitan 'Tan Koen Swie', 'Persatoean, Solo'. 'Bale Poestaka', 'Ab. Siti Sjamsijah' dll. Maaf kalau keliru.
3. Penerbitnya ternyata Universitas Sebelas Maret, Surakarta, setelah mendapatkan mesin cetak baru, aksara Jawa, yang berasal dari Presiden Soeharto.

2 buah buku tadi berukuran 21.5 x 29.5 cm, judulnya berbeda, yaitu :
* Serat Primbon. mengenai pengobatan dan benda bertuah
* Serat Jangka Jayabaya. Mengenai Ramalan.

Rasanya tidak mudah lagi untuk mencari buku-buku tersebut, walaupun masih muda, bisa juga 2 buku tersebut dikategorikan sebagai 'buku langka'.
Sudah 20 an tahun buku-buku tersebut menjadi koleksi 'rare book'.
Pada kesempatan berikut, 'Serat Primbon' dan 'Serat Jangka Jayabaya' 
akan diunggah satu persatu. Insya Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar disini