Kamis, 10 Desember 2015

Primbon dan Jangka Jayabaya. III.

'rare book' kembali meneruskan apa yang sudah diunggah beberapa waktu yang lalu, yaitu 2 buah buku terbitan UNS, Universitas Sebelas Maret, Solo. 

 Buku kedua yang diunggah ini berjudul :
Serat 
"Jangka Jayabaya"
Gambar atas adalah cover depan, tertera kalimat sbb :
Anggitanipun Raden Ngabehi Ronggawarsita ing Surakarta.
|
Kababar malih dening Universitas Sebelas Maret,
ing Surakarta Hadiningrat.
Tahun 1994.

Kata Pembukanya menggunakan aksara Jawa dan huruf cetak.
Gambar dibawah adalah kata pembuka huruf cetak, diantaranya menerangkan bahwa buku ini dicetak menggunakan mesin cetak baru aksara Jawa, bantuan dari presiden Soeharto. 
'Jangka Jayabaya' sangat populer dikalangan masyarakat Jawa, bahkan bagi sebagian masyarakat Jawa, ramalan berbentuk cerita yang 'legendaris' ini dianggap sebagai 'panduan' guna mendapatkan gambaran masa lalu, masa kini dan masa depan di pulau Jawa. 
Disini 'rare book' tidak mengetengahkan 'ramalan' tapi hanya 'buku langka' ini saja.

Gambar bawah kiri adalah halaman 1, menceritakan bahwa 
'Prabu Jayabaya' menerima tamu dari negeri Rum bernama 
'Molana Ngali Samsuzen'
"Punika cariyosipun Prabu Jayabaya ing Kadiri, kala katamuwan Pandita saking Rum, anama Molana Ngali Sasuzen . . . dst".
Molana Ngali menceritakan tentang isi buku 'Musarar' kepada Raja Jayabaya, diantaranya mengenai kedatangan orang pertama di Pulau Jawa. 
Gambar atas kanan berisi awal ramalan Raja Jayabaya :
"Sareng antawis dinten Prabu Jayabaya anganggit jangkanipun ing tanah Jawi, menggah ingkang kasebut, awit ing tanah Jawi kaisenan tiyang kang kaping kalih dumugenipun ing kiyamat kubra, . . dst"

Gambar bawah adalah halaman akhir, halaman 28. Ini cuplikan kalimat terakhir :
". . . boten wonten prakawis punapa punapa, wadyabala amung misuka bingah kaliyan ulah asmara"." O". 
Buku ini hanya berisi 28 halaman, dicetak satu muka, hard cover dibungkus plastik bening.

1 komentar:

Silahkan berkomentar disini