Rabu, 09 Desember 2015

Primbon dan Ramalan Jayabaya. II

 'rare book' meneruskan apa yang sudah diunggah beberapa waktu yang lalu, yaitu 2 buah buku terbitan UNS, Universitas Sebelas Maret, Solo. 

"Serat Primbon"  
demikian judul buku yang diunggah lebih dulu.  
Gambar bawah adalah covernya, pada saat bukunya masih baru, tulisannya berwarna kuning emas.

Seperti tertulis pada Covernya (atas) maupun pada halaman judul (gambar bawah kiri), buku ini karangan Raden Ngabehi Atmasupana II, Surakarta.
Diterangkan pada halaman 1 (gambar atas kanan), dikarang oleh 'Rd. Atmasupama II' pada tahun Alip 1779 (1850 M), selanjutnya melalui cucunya, dihaturkan kepada Bandara Kanjeng Raden Adipati Sasradiningrat IV dan seterusnya diserahkan kepada Museum Radya Pustaka. 

Buku ini berisi 'resep jamu' dan 'keterangan benda bertuah'. 
Gambar-gambar dibawah ini adalah sebagian  yang terdapat dalam buku Primbon ini.
'Jamu bagi pria yang dianggap mandul' (atas kiri), , "Tambanne wong lanang ora bisa nganaki, ... dst", terdapat 3 resep jamu'
'Tuah atau manfaat' dari 'ayam cemani', pada gambar atas kanan, "Pangandikane Kanjeng Nabi Suleiman, pitik 'cemani' . . . dst". 
'Waktu paling baik bagi 'maling' (gambar kiri bawah), jadi diingatkan agar para warga berhati-hati, "Yen tanggal ganjil, dina pasar iya tinemu . . . dst".
'Bisul ditelapakan kaki' (gambar kanan bawah), "Godhong jarak dipipis kang lembut, banjur . . . dst".

Demikian buku yang pertama berjudul 'Serat Primbon', insya Allah, akan diunggah buku kedua yang berjudul 'Serat Jangka Jayabaya' atau biasa disebut 'Ramalan Jayabaya'

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar disini