Sabtu, 01 Mei 2010

Kitab Suci Zabur & Taurat, aksara Jawa.

Gambar berikut adalah Sepasang Kitab Suci Tua, yaitu Kitab Suci Zabur dan Kitab Suci Taurat, menggunakan aksara dan berbahasa Jawa. 'rare books' sudah menyimpan buku langka ini puluhan tahun.
Seperti yang kita pelajari, Kitab Zabur diwahyukan kepada Nabi Daud, sedang Kitab Taurat diwahyukan kepada Nabi Musa.


Sebelah kiri Kitab Suci Zabur setebal 1.070 halaman , sedang sebelah kanan Kitab Suci Taurat setebal 892 halaman.


Gambar2 diatas adalah halaman muka kedua kitab, 'Kitab Zabur, saking basa Ibrani, kabasakaken Jawi' atau Kitab Zabur dari bhs Ibrani, terjemahkan ke bhs Jawa (kiri). 'Kitab Toret, kang kapisan, panganggitipun Musa' atau Kitab Taurat yang pertama, karangannya Musa (kanan).


Salah satu halaman Kitab Zabur, diatas ada judul 'Bab 8' 'Nabi Yesaya' (kiri). selanjutnya (kanan) halaman dalam Kitab Taurat, diatas ada judul 'Bab 2, Surat Yusak'.

Lha kalau yang dibawah ini adalah gambar kertas yang digunakan pada kedua Kitab tersebut diatas, apabila diterawang terlihat ada watermark/gambar air, berupa garis2 halus horizontal dan vertikal.


Buku2 tersebut diatas berukuran 14 x 23.5 cm , sayangnya buku langka ini tidak mencantumkan keterangan mengenai siapa dan kapan diterbitkan. Kalau melihat jenis kertasnya dan model pencetakannya, saya duga umurnya lebih dari 100 tahun.
Maaf kalau saya keliru.

i.gr. 50.00*

2 komentar:

  1. wah sangat menarik...karena memang buku-buku semacam ini sudah sangat kuno, dan tidak banyak orang saat ini dapat membaca tulisan jawa seperti ini.
    Saya percaya buku ini usianya lebih dari 100 tahun, karena saya juga punya buku yang mirip dengan menuliskan angka latin instead angka jawa, dan buku yang saya punya usianya kira-kira sudah 80tahun

    BalasHapus
  2. Salam kenal dan trims mas Ariadhie atas komentarnya, saya beruntung masih menyimpannya. Saya berharap buku yang disimpan dan sdh berumur 80 tahun dipertahankan agar tetap ada di Indonesia, karena banyak perpustakaan asing yang ingin mengumpulkan buku langka dan berambisi untuk menjadi Pusat Budaya Melayu/Asia. Sukses.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar disini