Jumat, 01 November 2013

Suluk "DEWA RUTJI" (Dewa Ruci), Dr. R. Ng. Poerbatjaraka

Dikalangan dunia Pewayangan, cerita maupun nama 'Dewa Ruci' sangat populer.
Kisah Dewa Ruci adalah salah satu 'suluk' yang populer di Jawa dan sering dipergelarkan sebagai lakon wayang kulit. Istilah 'suluk', dalam kaitannya dengan agama Islam dan sufisme, berarti menempuh jalan (spiritual) untuk menuju Allah.
Mungkin karena kepopuleran kisah dewa Ruci maka majalah 'DJAWA' mencetak kembali 'Dewa Roetji' nya Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, th. 1940.
'rare book' mengkategori buku ini sebagai 'buku langka' karena walaupun buku ini belum terlalu tua tapi isinya menarik dan cukup sulit kalau ingin mencarinya.


Dalam buku berukuran 22 x 31 cm, 51 hlm. softcover dan berhalaman tebal ini juga dilampirkan contoh bahasa yang digunakan pada 'Dewa Ruci' versi lainnya. Silahkan klik pada 3 gambar dibawah ini.
Gambar atas kiri menggunakan bahasa Melayu kuno, gambar atas kanan menggunakan bahasa Jawa tengahan, gambar bawah menggunakan bahasa Jawa kuno.

Kisah Dewa Ruci mulai digubah pada abad ke-18 M berdasarkan teks abad ke-16 M 'Serat Syekh Malaya' karangan Sunan KalijagaAda dua versi dari teks abad ke-16 ini. 
Versi I, menceritakan pertemuan Iskandar Zulkarnanin dengan Nabi Khaidir di sebuah pantai. Iskandar disuruh menyelam ke dalam lautan untuk mencari air hayat (ma` al-hayat) agar bisa hidup kekal.
Versi II, peran Iskandar diganti oleh Syekh Malaya alias Sunan Kalijaga bertemu dengan Nabi Khaidir. 
Selanjutnya dalam Serat Dewa Ruci peran Syekh Malaya diganti oleh Bima, dan Dewa Ruci menggantikan Nabi Khaidir.

2 komentar:

  1. Nagaimana, Pak, saya bisa memiliki Serat Dewa Rutji ini? Terima kasih banyak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung ke 'buku langka', saya mendapatkan buku itu dipenjual buku bekas. Kalau mau buku-buku lama, ya sering jalan ke penjual buku bekas atau browsing di internet. Trims.

      Hapus

Silahkan berkomentar disini