Selasa, 21 April 2015

Hikayat Abdullah.

"Bahwa, maka adalah kepada tatkala hijrat sanat 1256 tahun kepada lima likur hari bulan Sya'ban al Mukarram, yaitu kepada dua likur hari bulan Oktober tarich Masihi sanat 1840 tahun, bahwa . . ."

Itulah cuplikan kalimat bahasa Melayu tahun 1840 an, yang ada didalam buku "Hikajat Abdullah" (Hikayat Abdullah), terbitan oleh Penerbit Djambatan th. 1953, belum terlalu tua memang. Buat 'rare book' yang menarik adalah 'Abdullah, penulisnya'  dan 'bahasanya', bahasa Melayu Lama, mungkin untuk jaman sekarang agak sulit dipahami. 
Buku berukuran 12.5 x 10.5 x 3 cm, XVIII + 505 halaman, hardcover plus jaket ini meng-alihaksara-kan tanpa mengubah isinya dari tulisan aslinya dalam huruf Jawi.
"Hikajat Abdullah" ditulis mulai th. 1840 selesai th. 1843, namun baru pada th. 1849 dicetak sesuai dengan tulisan aslinya, sayangnya buku cetak ini sangat langka karena terbawa saat kebakaran dirumah Abdullah.
Hikayat ini semacam otobiografi karena ditulis oleh Abdullah sendiri dan semua tulisan didalam hikyat ini adalah pengamatan pribadi Abdullah.
Dia juga menceritakan hal-hal yang menarik pada pertengahan pertama abad XIX, termasuk detail kisah pembukaan dan pembangunan Singapura.
Juga diceritakan pribadi-pribadi orang-orang terkenal yang dia kenal, seperti Raffles, Lord Minto, John Crawfurd dll. 
Abdullah lahir di Malaka th. 1796, meninggal di Mekkah saat hendak menunaikan ibadah Haji pada th. 1854.
Awalnya dia mengajar bahasa Melayu pada tentara garnisun di Melaka, misionaris, pegawai dan pebisnis Britania maupun Amerika.
Bahkan dia pernah menjadi jurutulisnya Sir Thomas S. Raffles.

Sengaja 'rare book' unggah beberapa halaman agar bisa dibaca bagi yang ingin menambah wawasan. Klik gambar-gambar dibawah ini agar terbaca lebih jelas.

Dibawah ini halaman bergambar untuk memudahkan memahami apa yang diceritakan.

Dibawah ini adalah daftar isi buku ini, bisa lihat apa saja yang ada didalam buku ini.

Gambar buku 'Hikajat Abdullah' koleksi 'rare book', dalam bentuk huruf aslinya, huruf Jawi di Indonesia biasa disebut huruf Arab Melayu atau huruf Arab gundul, tanpa tanda-tanda baca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar disini