Minggu, 03 Maret 2013

Manuscript, Bima Suci, Jaka Sengkala/Ajisaka dan Serat Sindhula dalam sebuah buku tulis tangan.

Sesuai dengan rencana sebelumnya, 'rare book' kembali mengunggah manuskrip yaitu salah satu buku langka bersampul pola batik, yang ditemukan bersamaan dengan 4 buku langka lainnya yang sudah diunggah sebelumnya, lihat gambar bawah.


Dalam buku langka yang diunggah ini terdapat 3 cerita penuh dengan ajaran mengenai pelajaran kehidupan dan kebatinan :
Pertama, kisah Wrekudara atau Bima (51 halaman). Dia ditugaskan oleh gurunya yang bernama Durna untuk mencari Air Kehidupan. Dalam perjalanan itulah Bima bertemu dengan Dewa Ruci, diwejang (diberi pelajaran) ilmu mengenai kehidupan dan kebatinan. Cerita ini banyak dimuat dalam pewayangan maupun dalam buku dengan berbagaai judul, bahkan diinternetpun sudah banyak mengunggah dan membahas wejangan atau ajaran Dewa Ruci tersebut. Gambar bawah halaman 1, awal dari cerita 'Bima Suci' ini. Yang sudah dialih aksarakan maksudnya sbb : "Wrekudara saat berguru pada Dahyang Durna, disuruh mencari air untuk mandi. Wrekudara pulang ke Amarta, memberi tahu kepada kakaknya Prabu Yudhistira, dst . . . . ."



Kedua, kisah Jaka Sengkala (18 halaman), pethikan dari Serat Paramayoga. Dibawah gambar halaman judul kisah jaka Sengkala.

Jaka Sengkala seorang yang sangat haus pengetahuan, belajar dari Ayahnya, Eyangnya, Bathara Wisnu sampai belajar kepada Ngusman Aji, seorang Bani Israil ing tanah Ibrani, penganut agama Nabi Isa, Jaka Sengkala ingin ketemu dan belajar kepada Nabi Isa tapi tidak diijinkan, namun dia diberitahu akan ketemu Nabi Muhammad.
Teks dibawah ini cuplikan dari kisah saat dia tidak diijinkan ketemu Nabi Isa, karena masih punya tugas lain, diantaranya tugas di pulau Jawa, sampai diramalkan ketemu Nabi Muhammad dan menjadi sahabatnya, 500 tahun yang akan datang, sbb :

" he Sangkala, sira ora ingsun lilani yen anyakabat ing Kangjeng Nabi Ngisa, amarga sira bakal saya karem angabekti ing Pangeran, yen mangkono cupete lakonira, mongka wus pinesti karsane kang Kawasa, lalakon nira kudu dawa, sarta sira kang bakal kinarsakake ananduri wong pulo Jawa sakidul wetaning Hindi, sira aja was uwas maneh amituhuwa sabarang reh ingsun, marga ingsun sumurup sabarang lalakon kang bakal tumiba ing sira, ing tembe bakal isih  ana maneh Nabi kakasihing Allah, dadi panutuping para Nabi ing jagad, ora ana kang mamadha, iya iku kangjeng nabi Muhkhamad, dutaning Pangeran, kasinungan Wahya nuringrat, tinitahake ana bumi Mekah, sira bakal dadi sakabate ".
Dibawah ini teks aslinya berikut transliterasi nya.

Jaka Sengkala adalah nama kecil dari Sang Ajisaka, tokoh terkenal dalam sejarah Jawa, orang yang menciptakan huruf Jawa (ha na ca ra ka).
Kisah Jaka Sengkala dalam buku ini menyebut nama Nabi Isa dan Nabi Mukhamad, mohon maaf apabila tidak berkenan.

Ketiga : Serat Sindhula (hanya ada 7 halaman). Gambar dibawah ini tulisan mengenai judul serat Sindhula.
Kebetulan halaman akhir mengenai Serta Sindhula sudah hilang, maka mohon maaf tidak bisa mem berikan keterangan lebih lengkap lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar disini