Jumat, 23 Juli 2010

Kitab Injil bahasa Jawa, 1940.

Ada koleksi 'rare books', walaupun relatif masih muda, terbit pada th. 1940, tapi bisa dibilang buku langka karena terbit dalam bahasa Jawa dengan kosakata sesuai jamannya dan tatabahasa yang baik.
Diterbitkan bersama-sama oleh The British and Foreign Bible Sosiety, The National Bible Society of Scotland dan Het Nederlandsch Biblegenootschap, dicetak oleh 'Kampert & Helm, Amsterdam.



Judul buku langka tersebut adalah "Kitab Pradjandjian Anjar".
Sedikit cuplikan 'ayat' agar bisa 'merasakan' bahasa buku langka tersebut :
" Sawoese minggah ing praoe, para sachabate bandjoer pada nderek. Lah ing segara toemoeli ana prahara gede, praoene kongsi ketoengkeban ing ombak, . . . . . . Pangandikane Jesoes :"Jagene kowe pada wedi, eh wong tjoepeting pangandel?" Bandjoer joemeneng sarta ndoekani angin lan segara, temahan sirep dedep. Wong wong dadine pada kegawokan, pangoecape :" Baja iki wong apa ta, dene dalah angin lan segara ija pada ngestoake". (Mattheoes 8, 23 - 27).

"Setelah naik ke perahu, para sahabat terus mengikuti. Dilaut ada topan, perahu hampir ketutup ombak, . . . . . .Jesoes berucap :"Kenapa kamu takut, eh apa kurang percaya?". (Jesus) terus berdiri serta memarahi angin dan laut, segera menjadi tenang kembali. Orang2 heran sambil berkata :" Sebetulnya ini orang apa, sampai angin dan laut mendengarkan perintahnya". (terjemah ke bhs Indonesia, maaf kalau 'rare books' keliru menerjemahkan)

i.gr. 03.00

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar disini