Selasa, 10 Juli 2012

Babad Tanah Djawi dalam Prosa versi Meinsma.

'(Serat) Babad Tanah Jawi' yang paling populer adalah versi R. Ng. Yasadipura II (dalam bentuk asli tembang macapat) dan versi J. J. Meinsma dibantu Ng. Kertapradja (babad diubah dari tembang macapat menjadi prosa), walaupun masih ada versi lain yang tidak sepopuler dua versi diatas, diantaranya 'Babad Pajajaran' isinya Babad Tanah Jawi koleksi Museum Radyapustaka, 'Serat Babad Segaluh dumugi Mataram' koleksi Pura Mangkunegara, ada lagi 'Babad Tanah Jawi' versi L. Van Rijckevorsel/RDS Hadiwidjana; dan masih ada lagi lainnya.
Kali ini 'rare book' menampilkan buku langka yaitu buku 'Babad Tanah Jawi versi Meinsma' (gambar samping), yaitu sebuah buku langka banget karena di tulis tangan, penulisnya Mas Kartagutama, Kepala Desa di Randusari, Slagahima. Insya Allah, mendatang akan ditampilkan Babad Tanah Jawi versi R Ng. Yasadipura II.
Gambar atas. Selain langka, buku ini bisa dibilang 'buku antik', ditulis tangan tapi rapi dan konsisten tulisannya, besar kecil hurufnya sama dari awal sampai akhir, dengan cover dari kulit.

Terlihat pada gambar diatas, sebelah kiri adalah judul buku antik ini, menggunakan huruf sambung latin, yang tanda tangan disebelah kanan bawah mungkin yeng pernah memiliki buku ini. Sedang gambar sebelah kanan adalah halaman akhir buku ini, halaman 821, paling bawah tengah ditulis kata ' ti ti ' artinya tamat atau selesai.
Kemudian hari banyak yang berinisiatif untuk menerbitkan kembali Babad Tanah Jawi versi J.J. Meinsma untuk kepentingan ilmu pengetahuan, misalnya seperti yang tampak pada gambar2 dibawah ini. Sebelah kiri adalah penerbitan ulang oleh W.L. Olthof, th, 1941. Sedang sebelah kanan adalah inisiatip cetak ulang oleh J.J. Rass, th. 1987.



Pemerintah melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan juga menerbitkan juga versi Meinsma dalam dwi bahasa yaitu bhs Jawa dan terjemahan bebas dlm bahasa Indonesia, setebal 871 halaman, pada th. 1980. Tampak pada gambar dibawah ini.







Belakangan 'Penerbit Narasi' menerbitkan lagi Babad Tanah Jawi, masih versi Meinsma dan W.L. Olthof. Gambar samping.id.gr 20.00

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar disini