Kamis, 30 Mei 2019

Intermezzo. The Thief of Bagdad, th 1940 dan Aladdin.


Film 'Aladdin' yang saat ini sedang diputar di Jakarta, mengingatkan pada film yang berjudul 'The Thief Of Bagdad', karena cerita 'Aladdin' mirip dengan cerita 'The Thief Of Bagdad' tersebut. 
Kebetulan 'buku langka' menyimpan 2 (dua) design poster film 'The Thief Of Bagdad' th 1940 (bila inging lebih jelas, silahkan gambar-gambar dibawah).
Dua gambar hitam putih diatas adalah gambar design poster film 'The Thief Of Bagdad', th. 1940. Dan gambar bawah adalah gambar poster yang sudah jadi/asli, berwarna dan mirip dengan gambar design yang sebelah kanan.
Dibawah ini poster film 'The Thief Of Bagdad' th. 1924, masih jaman 'film bisu'

Ada kemiripan pada cerita, antara 'Aladdin' dengan 'The Thief Of Bagdad' diantaranya :
- ada tokoh 'Putri Kerajaan'
- ada tokoh 'antagonis' dari kerajaan yang menginginkan Putri Kerajaan. 
- ada tokoh 'pahlawan' dan berhasil merebut hati Putri Kerajaan.
- ada yang 'membantu' tokoh pahlawan, berupa manusia ataupun monyet
- ada 'lampu wasiat'
- ada 'jin' yang tinggal didalam lampu wasiat dan siap membantu pemilik lampu wasiat tersebut.
- juga ada 'karpet terbang'.
Dibawah ini adalah gambar poster film 'Aladdin' th.2019.

Gambar-gambar poster diambil dari internet, kecuali gambar design poster B/W koleksi 'buku langka'. 
Maaf kalau ada yang tidak berkenan atau kekeliruan.

Senin, 27 Mei 2019

Badminton. th.1952.


Bagi masyarakat Indonesia, badminton atau bulutangkis adalah termasuk olah raga yang paling banyak penggemarnya walaupun prestasi internasionalnya mengalami pasang surut.
Dibawah ini diunggah sebuah buku koleksi 'buku langka' yang tidak terlalu tua, saat ini baru 65 tahun tapi cukup langka, yaitu :
Badminton
Eddy Choong and Fred Brundle

Buku diatas termasuk ukuran 'buku saku', tapi memuat banyak hal, misalnya sejarah, dasar-dasar permainan badminton termasuk ukuran lapangan, pukulan service, lob, smash, dropshot dan lainnya.

Gambar atas kiri adalah halaman 'Judul' dari buku ini, sedang gambar halaman 'isi'.

 

Gambar-gambar karton diatas ini sebagai intermezo dan sedikit petunjuk sederhana, agar lebih jelas gambar denk eterangannya, silahkan di 'klik' saja.

  Gambar bawah adalah halaman sejarah badminton, pimpinan, tahun/waktu dan hal-hal yang menarik dari th.1870 sampai th.1953

Dibawah ini adalahgambar-gambar gaya bermain, pemain top saat itu, gambar kiri pemain putri June White dan Iris Cooley, sedang gambar kanan adalah pemain putra Dave Preeman (USA) dan Wong Peng Soon (Malaya)


Buku ini diterbtkan olae W. & G. Foyle Ltd. Great Britain th.1953, hard cover, 12.5 x 18.2 x 0.9 cm, 96 halaman.
Pada th. 1956, Eddy Choong and Fred Brundle kembali menerbitkan buku 'Badminton' tetapi dengan ukuran lebih besar (13 x2 1 x 2 cm), 128 halaman, gambar dibawah diambil dari internet, sebagai berikut,
Hasil gambar untuk Eddy Choong, Fred Brundle: The Phoenix Book of BadmintonHasil gambar untuk Eddy Choong, Fred Brundle: The Phoenix Book of Badminton

Sabtu, 25 Mei 2019

JAVA, et ses habitants, th. 1900.


Unggahan dari 'buku langka' kali ini adalah sebuah buku terbitan th.1900, judulnya :
'Java et ses habitants'
Isinya mengenai keadaan Java pada saat itu, seratus tahunan yang lalu, termasuk masyarakat adat, masyarakat Eropa, masyarakat China, ekonomi, politik dan persaingan diantara para mereka.
 

Sudah banyak buku-buku yang menulis keadaan pulau Jawa seratusan tahun yang lalu, dalam beberapa bahasa, misalnya Franz Wilhelm Junghuhn dalam bahasa Belanda, Thomas Stamford Rafles dalam bahasa Inggris dll.
Tapi menurut 'buku langka' ada yang perlu ditampilkan dari buku ini, untuk menambah wawasan bagi pengunjung 'buku langka', misalnya data data peserta ibadah haji dari Jawa dan Madura, th. 1890 s/d th. 1896, silahkan 'klik' gambar bawah agar lebih jelas.
Jumlah peserta ibadah haji dari Jawa dan Madura th 1890 ada 2.257 orang, sedang pada th. 1896 ada 4.805 orang, jadi dalam 7 tahun ada peningkatan lebih dari 100% (gambar atas).

Ada juga lampiran menarik, yang isinya 'Rencana anggaran biaya th. 1897', untuk L'Institut  Botanique De Buitenzorg (termasuk laboratorium-laboratorium di Bogor, laboratorium tembakau di Deli, kebun raya Cibodas, gaji para direktur dan staf dll. Total jendral 215.440 gulden (gambar-gambar bawah).
 

Buku langka ini diterbitkan oleh Armand Colin & Cie, Editeur, Paris, th. 1900, hard cover, 12 x 19 x 3 cm, XVIII + 375 halaman, bahasa Perancis. 
 
Kemungkinan sudah ada perbaikan pada covernya.
Maaf apabila salah mengartikan/menerjemahkannya.

Rabu, 13 Maret 2019

Dibawah Bendera Revolusi, Jilid Pertama.

Buku "Dibawah Bendera Revolusi" (DBR), karya Ir. Sukarno Presiden Pertama Republik Indonesia tidak termasuk buku langka, apalagi saat ini sudah ada terbitan baru. Namun begitu, DBR cetakan pertama, lebih sulit dicarinya ketimbang cetakan yang berikutnya.
Bila diperhatikan maka ada yang menarik pada buku DBR yaitu ada sedikit perbedaan antara 'terbitan pertama', 'terbitan kedua' dan 'terbitan ketiga'; perbedaannya bukan pada isinya tapi pada gambar Ir. Sukarno saat masih muda. Mari kita lihat bersama gambar-gambar dibawah ini.


3 gambar atas adalah saat Bung Karno ketika sekolah di Hogere Burgershool (HBS) di Surabaja, th. 1920.
Paling kiri gambar pada 'cetakan pertama' th.1959, gambar tengah pada 'cetakan kedua' th.1963 dan gambar paling kanan aalah gambar pada 'cetakan ketiga' th.1964

Gambar diatas adalah Bung Karno pada th. 1931.
Gambar kiri gambar Bung Karno pada cetakan pertama, sedang sebelah kanan adalah gambar pada cetakan ketiga. 

Sebagai penambah wawasan, dibawah ini ditampilkan cover depan DBR jilid II cetakan kedua th. 1965 dan DBR jilid I versi bahasa Inggris 'Under the Banner of Revolution', cetakan pertama , th. 1966.
Silahkan 'klik' gambarnya apabila ingin tampak lebih jelas dan mohon maaf apabila tidak berkenan.

Selasa, 29 Januari 2019

Intermezzo. Kacip, alat pembelah.

Intermezzo kali ini mengunggah sebuah alat, umumnya disebut 'kacip', 
biasanya, kacip digunakan sebagai alat bantu bagi yang mempunyai kebiasaan 'mengunyah sirih', sebagai alat pembelah 'gambir' atau 'biji pinang'.
Gambar bawah memperlihatkan perlengkapan bagi orang yang biasa mengunyah sirih, ada wadah/tempat kuningan, ada kacip, ada getah gambir yang sudah padat, ada buah pinang utuh dan yang sudah dibelah sehingga tampak bijinya. 



'Kacip' bentuknya sangat beragam, dari sederhana sampai yang dibuat sangat indah bahkan ada yang dihias dengan emas.
Adapun kacip koleksi 'buku langka' yang diunggah ini termasuk yang sederhana dan sudah aus,   namun karena beberapa hal yang berbeda maka kacip tersebut layak dikoleksi, diantaranya :
* bilah tajamnya 2 kali lebih panjang dari pada kacip pada umumnya.
* Ujung bilah bawah dibentuk seperti kepala ayam jago.
* Materi yang digunakan untuk bilah atas dan bilah bawah, adalah logam tempa 5 lapis. 
* Gagangnya panjang dilapis kayu.

Gambar bawah kanan dan kiri adalah gambar kepala kacip yang sudah aus, dimana terlihat 3 lapis logam pada gambar kiri, sedang gambar kanan terlihat 4 lapis logam, jadi bilah-bilah kacip terdiri dari 5 lapis logam yang ditempa.

Dua gambar dibawah ini menunjukan perbandingan panjang bilah antara kacip koleksi 'buku langka' (19 cm) dengan kacip pada umumnya (9-10 cm). Untuk lebih jelasnya silahkan 'klik' gambar-gambarnya.
Maaf, gambar-gambar kacip pembanding diatas diambil dari internet.

Memperhatikan beberapa hal diatas, mungkin bisa disimpulkan , sbb :
* Kacip besar dan panjang, tidak lazim digunakan sebagai perlengkapan makan sirih. Kemungkinan digunakan untuk membelah benda yang lebih besar, misalnya buah pinang yang masih utuh, dll.
* Logam tempa lapis 5, membuat bilah tajamnya menjadi lebih kaku, dibutuhkan agar bilah-bilahnya tidak bengkok atau melintir saat digunakan. 
* Gagang kayu menggantikan gagang kacip agar tidak berat tapi tetap kaku.

Mudah-mudahan intermezzo kali ini bisa menambah wawasan bagi pengunjung 'buku langka' , mohon maaf apabila ada kekeliruan. 

Kamis, 03 Januari 2019

Manuscript, buku huruf Arab pegon.

Sebetulnya buku ini sudah belasan tahun dikoleksi 'buku langka', tetapi karena belum tahu isi dan judul buku ini maka buku ini belum diunggah, seingatnya sebelum th. 2000, sudah menjadi koleksi.
Sampai saat buku ini diunggah 'buku langka' tetap belum tahu perihal buku ini, sudah dikonsultasikan kepada yang 'dianggap' lebih ahli, namun belum ada hasilnya. 
Buku ini walaupun pernah kena air/lembab tapi 90 % hurufnya masih jelas, menggunakan huruf Arab pegon atau huruf Arab gundul (tanpa tanda baca), untuk bisa baca/mengerti, harus tahu bahasa apa yang digunakan, apalagi buku ini ditulis tangan, tentu akan menambah tingkat kesulitan memahaminya, karena karakter hurufnya berbeda antara penulis yang satu dengan yang lainnya.
Dengan diunggahnya buku ini, mudah-mudahan ada pengunjung blog 'buku langka' yang bisa memberi informasi yang berguna. Amin.

Gambar bawah ini adalah gambar halaman paling awal, kemungkinan ada kolofon, sayangnya tidak jelas lagi karena pernah lengket dengan halaman sebelumnya. Juga ada tambahan tulisan, mungkin oleh pemiliknya.

Dibawah adalah gambar halaman 1 dan 2, sengaja ditinggikan resolosinya agar memudahkan bagi yang ingin membacanya dan diharapkan bisa menambahkan informasi yang ada.

 Isi buku ini terdiri dari 'dua' bagian, bagian pertama terdiri dari 2 bab, yaitu dari hlm 1 s/d 75 dan hlm 76 s/d 116. Sedang bagian kedua hanya 1 bab, mulai dengan halaman awal lagi yaitu hlm 1 s/d 33.

Dibawah ini gambar halaman akhir bagian pertama bab 1 dan halaman awal bagian pertama bab 2. Selanjutnya dibawahnya gambar halaman terakhir bagian pertama bab 2, hlm 116.
Melihat angka yang tertulis pada huruf angka (deretan terakhir) hlm. 116, yaitu 1362 H (?), maka diperkirakan buku ini minimal sudah berumur 75 tahun.
  
Gambar bawah adalah halaman awal bagian kedua, hlm 1 dan 2, gambar selanjutnya halaman 31 dan 32.
 Gambar bawah adalah halaman terakhir bagian kedua, halaman 33, sekaligus halaman terakhir buku ini.

Adapun tulisan bagian pertama kelihatan berbeda dengan  tulisan bagian kedua, sesungguhnya penulisnya sama, mungkin tinta dan alat tulis beda; bisa dilihat pada gambar berikut.
Agar lebih jelas, silahkan 'klik' saja gambarnya.
Buku relatif kecil ukurannya, 13 x 15 x 1.7 cm, 116 +33 halaman, HC, sayang sudah pernah kena air dan tertumpuk pada tempat tidak rata.

Jumat, 14 Desember 2018

Islands and Peoples of the Indies th.1943.

Belasan tahun yang lalu, teman saya pedagang buku bekas menawarkan sebuah buku dengan kondisi yang memprihatinkan, kotor dan rusak penjilidannya. 
Karena halamannya masih lengkap dan relatif bagus,  banyak sekali gambar dan peta, maka buku tersebut saya rawat. Dibawah ini adalah gambar cover buku setelah dibersihkan dan diperbaiki. Judulnya :
"Island and Peoples of the Indies"
oleh : Raymond Kennedy
Buku dengan ukuran 15.5 x 23 x 0.7 mm, 66 hlm + 21 hlm kertas khusus, berisi 41 gambar + 7 lembar peta, diterbitkan oleh Smithsonian Institution, pada tgl. 5 Agustus th.1943.
   Gambar atas adalah halaman Judul buku.
Buku ini berisikan perihal geografi, iklim, penduduk, sejarah, bahasa dan tulisan, seni budaya, ekonomi, kepercayaannya, pendatang asing, pemerintahan saat itu dan lain-lainya di East Indies.


Gambar atas adalah peta 'East Indies', saat itu Republik Indonesia belum terbentuk.

Istana Sultan Siak, rumah dan makam batu di Sumba.

Rumah Mentawai. dan tarian Mentawai yang mengikuti gerakan burung.

Gambar Putri Bali (kiri), dan pria Nias (kanan).

Gambar atas kiri, buaya sepanjang hampir 5 meter dengan berat hampir 500 kg, ditemukan di Sibolga Sumatra Utara.
Gambar kanan, ada trem listrik berdampingan dengan kereta kuda (kudanya pipis ?) di sebuah jalan di Batavia.

Gambar diatas adalah halaman tengah buku, berisi gambar rumah Minangkabau, rumah Bali, rumah Batak Toba dan rumah Nias.
Masih banyak gambar-gambar menarik lainnya, sayang yang tidak bisa ditampilkan karena keterbatasan ruang.