Tampilkan postingan dengan label peta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2018

Islands and Peoples of the Indies th.1943.

Belasan tahun yang lalu, teman saya pedagang buku bekas menawarkan sebuah buku dengan kondisi yang memprihatinkan, kotor dan rusak penjilidannya. 
Karena halamannya masih lengkap dan relatif bagus,  banyak sekali gambar dan peta, maka buku tersebut saya rawat. Dibawah ini adalah gambar cover buku setelah dibersihkan dan diperbaiki. Judulnya :
"Island and Peoples of the Indies"
oleh : Raymond Kennedy
Buku dengan ukuran 15.5 x 23 x 0.7 mm, 66 hlm + 21 hlm kertas khusus, berisi 41 gambar + 7 lembar peta, diterbitkan oleh Smithsonian Institution, pada tgl. 5 Agustus th.1943.
   Gambar atas adalah halaman Judul buku.
Buku ini berisikan perihal geografi, iklim, penduduk, sejarah, bahasa dan tulisan, seni budaya, ekonomi, kepercayaannya, pendatang asing, pemerintahan saat itu dan lain-lainya di East Indies.


Gambar atas adalah peta 'East Indies', saat itu Republik Indonesia belum terbentuk.

Istana Sultan Siak, rumah dan makam batu di Sumba.

Rumah Mentawai. dan tarian Mentawai yang mengikuti gerakan burung.

Gambar Putri Bali (kiri), dan pria Nias (kanan).

Gambar atas kiri, buaya sepanjang hampir 5 meter dengan berat hampir 500 kg, ditemukan di Sibolga Sumatra Utara.
Gambar kanan, ada trem listrik berdampingan dengan kereta kuda (kudanya pipis ?) di sebuah jalan di Batavia.

Gambar diatas adalah halaman tengah buku, berisi gambar rumah Minangkabau, rumah Bali, rumah Batak Toba dan rumah Nias.
Masih banyak gambar-gambar menarik lainnya, sayang yang tidak bisa ditampilkan karena keterbatasan ruang.

Selasa, 21 November 2017

Aardbeving Te Ambon (Gempa Bumi di Ambon).


Membaca berita di berbagai media masa mengenai gempa bumi yang terjadi di Ambon dan sekitarnya beberapa hari yang lalu, maka teringat akan buku laporan yang dibuat pada th. 1898 oleh R.D.M. Verbeek, Kepala Insinyur Pertambangan, melaporkan terjadinya gempa bumi di Ambon pada th. 1898. Buku tersebut berjudul :
KORT VERSLAG 
over de
AARDBEVING TE AMBON
of
6 JANUARI 1898
(Laporan singkat tentang gempa bumi di Ambon pada 6 Januari 1898)

Dalam laporannya sebanyak 26 halaman (2 gambar bawah), disebutkan diantaranya sbb.:
 'Gempa tersebut, yang menghancurkan sebagian besar Ambon dalam beberapa detik pada tanggal 6 Januari tahun ini (1898).
Juga disampaikan dalam laporan beberapa gempa besar yang tercatat :
Yang pertama adalah pada bulan Mei 1644, "Pada tanggal 12 Mei dinding benteng merubuhi rumah gubernur, tanggal 17 Mei dua bangunan rumah roboh, dan seorang tentara tewas karena terjatuh.
Yang kedua adalah tanggal 17 Februari 1674, di mana 79 orang, termasuk 7 orang Eropa, terbunuh oleh runtuhnya rumah batu di distrik China Ambon. Di Pantai Utara Hitoe ada endapan tanah di gunung Wawani (atau Toena) dan puncak sekitarnya, dan lumpur turun; Tapi, lebih jauh lagi, ada juga pergerakan laut yang sebenarnya, yang disebut gempa laut (tsunami), di mana laut naik sampai 10 kaki di atas tingkat normal, dan banyak kota pesisir dibanjiri; 2243 orang terbunuh, termasuk 31 orang Eropa. (Khusus mengenai gempa yang kedua ini  sudah diunggah pada 5 November 2010 dengan judul "Gempa dan Tsunami th 1674 di Amboina").
Yang ketiga adalah tanggal 1 November 1835, yang dilaporkan dalam dua surat resmi 4 November 1835 dan 2 Maret 1836 dari Gubernur Kepulauan Maluku A.A. Ellinghuijsen ke Gubernur Jenderal. 21 tentara dan 9 ibu dan anak terbunuh; dan sebagai akibat dari runtuhnya rumah dan tembok di tempat lain, 12 pria dan 17 wanita dan anak-anak terbunuh, 59 orang bersama-sama.
Gempa keempat yang terjadi pada tanggal 6 Januari 1898, yaitu yang sedang dilaporkan dalam buku ini, menurut laporan resmi, jumlah korban yang harus disesali adalah 141, termasuk 9 orang Eropa.


Selain laporan gempa di Ambon, juga disertakan laporan keadaan di Amahei, yaitu kota besar dipantai pulau Ceram yang berhadapan langsung dengan Saparua, Haruku dan Ambon, oleh beberapa pejabat setempat (gambar bawah)

Gambar-gambar bawah adalah peta situasi kota Amehei dan statistik penduduk kota Amahei dan kampung sekitarnya pada saat itu (th. 1898).
Untuk lebih jelasanya, silahkan 'klik' gambar-gambarnya.

Buku laporan ini berukuran 17.5 x 25 cm, 46 halaman + 5 lembar peta. Diterbitkan oleh Landsdrukkerij, Batavia, tahun 1898.

Senin, 05 Desember 2011

Peta Novio Magum, Batavorum Oppidi, Patribus.

'Rare book' tidak menampilkan buku langka tapi peta kuno, judulnya "NOVIO MAGUM, BATAVORUM OPPIDI, PATRIBUS" seperti yang terlihat pada gambar2 dibawah ini.
Tidak ada tahun pembuatannya, tapi gambar peta 'bird view' dengan tambahan illustrasi begini adalah type peta buatan abad 17 an.


Kalau memperhatikan kertas yang dipakai, diduga umurnya maksimal 150 tahun, jadi ini mungkin adalah duplikat dengan kwalitas yang sangat bagus, menghunakan kertas littho (?) dengan 'water mark' besar disetiap sudutnya.
Memperhatikan bahasanya, ada 2 bahasa, judulnya bahasa Latin, daftar nama jalan dan bangunan bahasa Belanda, diduga peta daerah Belanda.

Gambar2 berikut adalah detail sebagian peta 'bird view'.









Dibawah adalah 2 gambar contoh detail sudut yang ada 'water mark' nya.







Kertas yang digunakan adalah kertas A1, sedang lukisan berukuran 42 x 55 cm, dengan 'embos' terlihat di
pinggiran.
Maaf kalau ada salah/kekeliruan dalam menafsirkan peta ini.



i.gr. 02.50*

Kamis, 12 Agustus 2010

Atlas Mandarin Kuno

Banyak yang menampilkan Atlas kuno dalam bahasa Belanda. Kali ini sengaja 'rare books' menampilkan beda, buku langka 'Atlas dalam bahasa China'.


Disebelah ini adalah gambar cover depan (cover sebelah kanan).










Disebelah adalah gambar peredaran bumi terhadap matahari.











Ini peta 'Malay Archipelago'







Yang diseblah gambar peta 'China Japan'.










Lha . . yang disebelah ini, maaf . . tidak bisa baca.








Tidak jelas bagi 'rare books', tahun, dimana dan siapa Penerbit Atlas tersebut , karena tidak bisa membaca huruf2nya. Hanya ada sedikit huruf cetak yang terbaca dihalaman paling belakang 'Political of the World with Apendixes, commercial Press, Limited, All rights reserved'.

Yang jelas Atlas tersebut termasuk buku langka di Indonesia, terbit sebelum kemerdekaan RI, ukurannya 19 x 25.5 cm, 38 lembar.

i.gr. 02.00*