Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2019

Manuscript, buku huruf Arab pegon.

Sebetulnya buku ini sudah belasan tahun dikoleksi 'buku langka', tetapi karena belum tahu isi dan judul buku ini maka buku ini belum diunggah, seingatnya sebelum th. 2000, sudah menjadi koleksi.
Sampai saat buku ini diunggah 'buku langka' tetap belum tahu perihal buku ini, sudah dikonsultasikan kepada yang 'dianggap' lebih ahli, namun belum ada hasilnya. 
Buku ini walaupun pernah kena air/lembab tapi 90 % hurufnya masih jelas, menggunakan huruf Arab pegon atau huruf Arab gundul (tanpa tanda baca), untuk bisa baca/mengerti, harus tahu bahasa apa yang digunakan, apalagi buku ini ditulis tangan, tentu akan menambah tingkat kesulitan memahaminya, karena karakter hurufnya berbeda antara penulis yang satu dengan yang lainnya.
Dengan diunggahnya buku ini, mudah-mudahan ada pengunjung blog 'buku langka' yang bisa memberi informasi yang berguna. Amin.

Gambar bawah ini adalah gambar halaman paling awal, kemungkinan ada kolofon, sayangnya tidak jelas lagi karena pernah lengket dengan halaman sebelumnya. Juga ada tambahan tulisan, mungkin oleh pemiliknya.

Dibawah adalah gambar halaman 1 dan 2, sengaja ditinggikan resolosinya agar memudahkan bagi yang ingin membacanya dan diharapkan bisa menambahkan informasi yang ada.

 Isi buku ini terdiri dari 'dua' bagian, bagian pertama terdiri dari 2 bab, yaitu dari hlm 1 s/d 75 dan hlm 76 s/d 116. Sedang bagian kedua hanya 1 bab, mulai dengan halaman awal lagi yaitu hlm 1 s/d 33.

Dibawah ini gambar halaman akhir bagian pertama bab 1 dan halaman awal bagian pertama bab 2. Selanjutnya dibawahnya gambar halaman terakhir bagian pertama bab 2, hlm 116.
Melihat angka yang tertulis pada huruf angka (deretan terakhir) hlm. 116, yaitu 1362 H (?), maka diperkirakan buku ini minimal sudah berumur 75 tahun.
  
Gambar bawah adalah halaman awal bagian kedua, hlm 1 dan 2, gambar selanjutnya halaman 31 dan 32.
 Gambar bawah adalah halaman terakhir bagian kedua, halaman 33, sekaligus halaman terakhir buku ini.

Adapun tulisan bagian pertama kelihatan berbeda dengan  tulisan bagian kedua, sesungguhnya penulisnya sama, mungkin tinta dan alat tulis beda; bisa dilihat pada gambar berikut.
Agar lebih jelas, silahkan 'klik' saja gambarnya.
Buku relatif kecil ukurannya, 13 x 15 x 1.7 cm, 116 +33 halaman, HC, sayang sudah pernah kena air dan tertumpuk pada tempat tidak rata.

Minggu, 14 Oktober 2018

Surat kabar Melayu, huruf Arab, th. 1878 M.


Gambar-gambar dibawah ini adalah gambar surat kabar  bernama
WAZIR - INDIYA
terbit di Betawi pada th.1878 (tahun pertama), terbit setiap hari Kamis, berbahasa Melayu, menggunakan huruf  Arab Jawi/gundul/pegon (huruf Arab tanpa tanda baca).
Wazir berasal dari bahasa Arab bisa diartikan sebagai perdana menteri (KBBI),  penasihat, pembantu Sultan atau pelayanan masyarakat; disini kami menafsirkan sebagai 'pelayan masyarakat', sedang Indiya dimaknakan sebagai suatu daerah, sekarang Indonesia. Jadi Wazir Indiya dimaksudkan sebagai Surat kabar yang melayani masyarakat Indiya, th. 1878 belum lahir Indonesia.

Dibawah ini adalah gambar halaman depan, sedang gambar persis dibawahnya adalah pembesaran dari bagian atas halaman ini berikut sedikit transliterasi (sulih aksara) untuk memudahkan memahaminya. 
.
Huruf transliterasi, setiap kata dibaca dari kiri kekanan, sedang rangkaian kalimatnya dibaca dari kanan kekiri.
Paling atas adalah judulnya 'WAZIR - INDIYA'. 
Selanjutnya 3 baris kebawah tertulis: 'bayaran surat kabar ini' (kanan) maksudnya harga berlangganan dan sebelah kiri: 'bayaran adfertensi', maksudnya adalah biaya pemasangan iklan.

Dibawah ini gambar halaman belakang, sedang persis dibawahnya, gambar pembesaran bagian atas halaman belakang,
Mungkin terbit pada bulan Ramadhan maka ada doa agama Islam yang tertulis dalam kotak, dengan keterangan dibawahnya: 
'doa yang terafdol dibaca saban hari waktu puasa'.

Kalau dihalaman depan diterangkan tanggal dan nomer penerbitannya yaitu T. Pertama, Hari Chamis 12 Setember 1878 No. 5 menggunakan huruf cetak biasa maka dihalaman belakang tertulis dalam huruf Arab : Batavia, hari Chamis 15 Ramadhan 1925 H (gambar bawah).

Kami belum pernah melihat unggahan mengenai surat kabar Wazir-Indiya di internet, mudah-mudahan dengan unggahan ini akan menambah wawasan bagi pengunjung blog 'buku langka', mmzrarebooks.blogspot.com
Mohon maaf bila ada kekeliruan, maklum keterbatasan kami membaca huruf 'Arab pegon' dalam bahasa Melayu; dan kami tidak bisa memberikan keterangan lebih lengkap, mengenai siapa penerbitnya dan dimana alamatnya. Mengenai jumlah halamannya, diperkirakan hanya 2 halaman, karena tidak ada nomer halamannya. Semoga ada yang bisa memberikan tambahan informasi.

Jumat, 02 Desember 2016

Kidungan Kawedar Sunan Kalijaga.

Saat masih sekolah SR, sekitar klas I, th. 1955, kira-kira berusia 6 tahunan, sakit tapi tidak kepoliklinik karena jauh dan biaya, cukup dikompres air perasan jeruk nipis dan diborehi bawang merah. Setiap malam ibu membaca buku disebelah saya dan melantunkan tembang Jawa, diterangi lampu tempel berbahan bakar minyak tanah, sampai saya sembuh.
Setelah besar (klas V-VI) baru tahu bahwa yang dibaca ibu adalah buku 'Kidungan' dan 'alhamdulillah' buku tersebut sampai sekarang masih tersimpan dengan baik walaupun mengalami kerusakan karena sering dibaca dan sering dipinjam tetangga atau saudara.
Buku yang dibaca ibu tampak pada gambar bawah ini,
"Serat Kidungan Kawedar",
itulah judul bukunya, dalam aksara Jawa, buku tersebut berisi Kidung atau Tembang, lagu Jawa.
 Kidung yang ada didalam buku ini adalah kidung karya Sunan Kalijaga, salah seorang dari Walisongo, penyebar agama Islam di Jawa. Dilantunkan dalam lagu 'dandanggula', sebuah lagu Jawa, terdengar dan terasa sangat mediatif dan kontemplatif.
Dipercaya oleh sebagian masyarakat Jawa, bahwa apabila kidung tersebut dilantunkan maka akan timbul suasana yang menenteramkan, aman dan mencegah hal-hal yang tidak baik. Suasana akan lebih terasa apabila dilantunkan dikeheningan malam, lingkupnya akan lebih luas bila dilantunkan bersama-sama, apalagi dilantunkan oleh yang mengerti arti dan makna dari kidung tersebut.
Maka kidungan tersebut banyak dilantunkan saat sedang risau, sedih dll., dan juga dilantunkan bersama bila akan menghadapi pekerjaan besar, misalnya mantu, bikin rumah, menanam, panen, ada pageblug (penyakit menular) dll.

Saya 'tranliterasi'kan sedikit apa yang tertulis di cover depan buku ini :
"Kidungan punika serat kina pralambangipun ngelmi Islam ingkang sajati, tuwin minangka wawarah pamujinipun kawula dhateng Gusti, iketanipun Kangjeng Susuhunan Kalijaga, ... dst.

Bagi yang ingin mengetahui isi 'Kidungan Sunan Kalijaga', sudah banyak terdapat di toko-toko  buku bahkan penjual buku keliling

Sesuai dengan judul buku ini, Serat Kidungan Kawedar, maka selain 'kidungannya' juga dimuat 'wedarannya' yaitu uraian maksud dan makna daripada kata dan kalimat yang dirangkai dalam kidungan tersebut. Yang me'wedar' adalah R. Wirjapanitra.

Dibawah ini adalah gambar 'Tan Khoen Swie', penerbit buku ini, dan halaman kanan adalah pembukaan buku ini 'Bubuka'
Selanjutnya dibawah ini gambar 'Kidungan 1 dan Kidungan 45', 
setelah Kidungan selesai, disambung dengan tembang lain karya Kyai Ronggosutrasna. 

Buku ini berukuran 14.5 x 21.5 cm, hardcover 98 halaman.
Diterbitkan oleh Boekhandle Tan Khoen Swie, pada th. 1941.
Sudah mengalami perbaikan terutama pada penjilidannya.

Senin, 28 November 2016

Isteri Soesila. Majalah Wanita Islam, th 1924.


"ISTERI SOESILA"
'Allahoemma Ihdinaccirothol Moestaqiem!'
yang diunggah ini adalah majalah berbahasa dan ejaan Melayu tahun 1900 an. Mungkin agak merepotkan membacanya bagi anak muda jaman sekarang, masa tahun 2000 an.
Koleksi 'buku langka' ini adalah bundel majalah "Isteri Soesila" Nomer 1s/d 9, Tahoen I,  
Tidak ada tertulis secara jelas kapan waktu terbitnya, namun terdapat tulisan didalamnya bahwa nomer 1 terbit pada bulan Ramadhan  1342 H/April 1924, sedang nomer 9 terbit pada bulan Desember 1924.
Sesuai dengan judulnya, majalah tersebut diperuntukan bagi wanita Islam (Muslimah), bahkan tertulis pada halaman depan "Isteri Soesila" Nomer 3, Tahoen I, bagaimana majalah "Isteri Susila" berani membangunkan jiwa patriotisme bagi kaum muslimah untuk 'mengejar kemerdekaan', walaupun Belanda masih menguasai. Silahkan baca gambar dibawah ini.

Bahasa Melayu yang digunakan memang bahasa th. 1920 an jadi agak 'aneh' dibandingkan bahasa jaman th. 2000 an. Begitu juga dengan yang dimaksud 'luar negrie' adalah diluar Jawa, maklum karena memang belum ada NKRI (baca gambar bawah)

Dibawah ini adalah halaman depan "Isteri Soesila" No. 1 (April 1924) dan No. 9 (Desember 1924)

Sesungguhnya sebelum terbit, sudah ada majalah "Worosoesilo", berhubung ada permintaan dari pembaca 'loear negrie' (luar Jawa) agar "Worosoesilo" menerbitkan versi bahasa Melayu, maka diterbitkanlah "Isteri Soesila"bsgi yang tidak mengerti bahasa Jawa.
Worosoesilo dan Isteri Soesila mempunyai makna yang sama yaitu Isteri yang mengetahui kesusilaan dan norma hidup yang berlaku dalam masyarakat.

Rabu, 25 November 2015

Rukun Islam. II

1. Oetjapken oejar-oejar jang menggenggem kapertjaja'an pada itoe agama. Maksudnya mengucapkan 'Syahadat'
2. Oetjapken dowa-dowa jang soedah ditetepken boeat sembahjang lima waktoe. Maksudnya melakukan 'Sholat'.
3. Berpoeasa dalam boelan Ramadhan. Maksudnya 'Puasa' Rhamadhan.
4. Menderma atawa mengamal. Maksudnya membayar 'Zakat'.
5. Naek Hadji ka Mekkah. Melaksanakan Ibadah 'Haji'.
Kalimat-kalimat diatas yang menggunakan huruf miring adalah 'Rukun Islam', yang disalin kedalam bahasa 'melajoe rendah' oleh 'Kwee Tek Hoaij' (K.T.H.), dimuat didalam buku kecil 8.5 x 10.5 cm, 157 halaman dengan judul : "Keterangan ringkes tentang AGAMA ISLAM". Lihat gambar atas. 
Diterbitkan th. 1936, oleh Typ. Drukkerij Moestika, Tjitjoeroeg. 
Kalimat 'Rukun Islam' diatas termuat dalam buku dihalaman 11 dan 12 (gambar bawah).

Gambar bawah kiri adalah halaman Judul, terdapat keterangan bahwa buku 'Keterangan ringkes tentang Agama Islam' ini dikutip dari artikelnya W.G. Thatcher M.A., B.D. dalam buku  'Encyclopaedia Britanica', oleh K.T.H. disalin (diterjemahkan) kedalam bahasa 'melajoe rendah'.
Yang dimaksud bahasa 'melajoe rendah' menurut K.T.H. adalah bahasa Melayu yang biasa dipakai oleh masyarakat Tionghoa pada saat itu (halaman 4).
Menurut KTH, sudah banyak buku-buku Islam, namun bahasanya tidak terbiasa bagi masyarakat Tionghoa dan pengetahuan agamanya terlalu dalam.
Makanya K.T.H. menerbitkan buku ini, menggunakan bahasa 'melajoe rendah'  dan 'pengetahuan dasar agama Islam',
"Toedjoean kita tjoemah sakedar aken briken pada pendoedoek Tionghoa jang membatja Melajoe sedikit katerangan atas sifat dari itoe agama sebagaimana adanja, . . . . dst." 
Silahkan baca gambar atas kanan (panah merah), Klik aja biar jelas.  

Gambar-gambar bawah adalah halaman awal dan halaman akhir buku ini, halaman 157.

Gambar bawah adalah "Pengoendjoek pagina", yang dimaksud adala 'daftar isi'.

Mungkin buku ini awalnya milik perpustakaan 'Sam Kauw Hwe', karena ada tempelan 'peraturan meminjam buku'.
"Moehoen dengen hormat pada pemindjem aken poelangin ini boekoe dalem tempo jang betoel, . . . dst".

Buku ini kecil, sederhana, tapi mewakili jamannya, khususnya mengenai bahasa yang digunakan masyarakat Tionghoa saat itu.
K.T.H. berusaha menyajikan pengetahuan Islam oleh non Muslim, yaitu W.G. Thatcher dan K.T.H sendiri.
Menurut K.T.H. : "Apa jang orang boekan Islam perloe dapet taoe adalah pemandangan dari fihak 'neutraal' jang toetoerken itoe agama sabagaimana adanya, . . . dst." (halaman 7). 

Namun sayang, ada pandangan/anggapan yang keliru dari Kwee Tek Hoay, yaitu anggapan bahwa Nabi Muhammad 'pinjam' aturan dan pelajaran dari agama lain (halaman 12).
Sebagai tambahan, Kwee Tek Hoaij (Kwee Tek Hoay) (31 Juli 1886 - 4 Juli 1952), penulis buku ini adalah sastrawan Melayu Tionghoa terkenal dan tokoh ajaran Tridarma (Sam Kauw Hwee).

Selasa, 10 November 2015

Rukun Islam. I

"Kitab punika pethikan saking 'Minhad Sarah Khatib Sarbini, Durarulbaiyah ing Masalah Usuluddin sarta Ahyangulumuddin' ",
Anyariyosaken bab Sarat Rukuning Islam gangsal prakawis, ingkang kangge bangsa Jawi ing Tanah Jawi (transliterasi dari aksara Jawa). 
Kalimat diatas adalah 'judul panjang' dari buku langka dan tua (118 tahun) koleksi 'rare book' yang diunggah kali ini. 
Selain aksara Jawa yang digunakan, buku langka ini menggunakan bahasa Jawa 'ngoko' agar mudah dimengerti.
Diterbitkan oleh percetakan Albert Rusche pada 
th. 1826 S atau 1897 M di Soerakarta (gambar bawah).

Sesuai dengan judulnya, buku ini menerangkan Rukun Islam secara terperinci, diperinci menjadi 132 fatsal.
Gambar bawah kiri adalah halaman 'daftar isi' awal, sedang sebelah kanan adalah halaman daftar isi yang paling akhir, seluruhnya ada 
5 halaman daftar isi.

Gambar bawah kiri adalah halaman pertama, sedang gambar kanan adalah halaman terakhir yaitu halaman 401, 
Buku ini berukuran 14.5 x 21.5 x 2.4 cm.
401 halaman + 5 halaman daftar isi.

Minggu, 16 November 2014

Kitab Majemuk Jawi, Tulis Tangan.

Judul yang tertulis pada cover depan ini sebagai berikut :
"Kitab Majemuk " Kagunganipun Raden Mas Ngabehi Kartahartana.
Kitab Majemuk ini berisi 80 macam ajaran/ketentuan dalam agama Islam. 
Dalam buku langka ini terdapat 'Kata Pengantar' (4 halaman) dari penulisnya, bernama 'Raden Sastragupita', seorang 'abdi carik' (juru tulis) dari Raden Mas Ngabehi Kartahartana. Beliau menerangkan bahwa buku ini menyalin dari Kitab Majemuk lama, dimana buku tersebut menggunakan huruf Arab pegon/gundul  serta menggunakan bahasa Jawa ngoko.
Agar masyarakat Jawa mudah memahaminya maka oleh carik Raden Sastragupita, digubah  menggunakan aksara Jawa dan bahasa Jawa Krama yang halus.

Diatas adalah halaman awal dan akhir dari Kata Pengantar.
'Kulanuwun, ing sarehne ing mangke  saweg rame-ramenipun titiyang Jawi sampun sami gumaregah panggalihipun sumedya angekahi saha anjembaraken agaminipun . . . ., demikian bunyi awal kata pengantar (gambar kiri).

Gambar bawah adalah bagian akhir halaman 4, Kata Pengantar, terdapat keterangan waktu kapan buku ini ditulis, yaitu 21 Januari 1931.
tapi pada halaman akhir buku ini ada keterangan, bahwa buku disalin pada bulan Dulhijah (Besar), tahum Jimakir 1810 atau 
17 November 1881 (gambar bawah) . 
Rada aneh memang. Atau mungkin salah tulis (?)

Dibawah ini gambar halaman awal Kitab Majemuk (kiri) dan halaman akhir Kitab Majemuk (kanan). Nomer halaman menggunakan angka Jawa sedang pada halaman Kata Pengantar menggunakan angka biasa..
Ada yang menarik, terjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Jawa halus
"Awit ingkang Asma Allah, kang murah ing dunya kang asih in akhirot". 
"Kawilujengan rohmat tuwin barokahipun Gusti Allah, mugi tetep wonten ing jengandika sadaya"
Terlihat sedikitnya ada 2 macam karakter aksara Jawa, ada yang miring dan ada yang tegak.
Yang miring terlihat rapi dengan sudut kemiringan sama.
Yang tegak, ini istimewanya, karena penulisnya, abdi carik Raden Sastragupita, membuat karakter aksara Jawa khusus (gambar bawah).
Karakter diatas digunakan pada setiap judul 'Bab' dan seluruhnya ada 80 judul.


Kitab Majemuk ini berukuran 20.5 x 29.5 x 3.5 cm, 497 halaman + 4 halaman kata pengantar + 5 halaman daftar isi.
Mohon maaf bagi yang tidak paham bahasa Jawa.