Tampilkan postingan dengan label tanda tangan asli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanda tangan asli. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2015

WS Rendra


Buku berjudul "Blues untuk Bonnie" mungkin hanya kalangan tertentu saja yang mengenalnya, tapi kalau nama pengarangnya, yaitu "WS Rendra", pasti banyak kalangan yang mengetahuinya, apalagi pelaku maupun penikmat seni, karena Rendra terkenal sekali sebagai sastrawan, penyair, dramawan, menulis puisi, skenario drama, cerpen, novel dan karya seni lainnya.

Buku kumpulan sajak Rendra berjudul 'Blues Untuk Bonnie' diterbitkan pertamakalinya oleh penerbit Cupumanik, Tjirebon, pada th. 1971, berukuran 14.5 x 21 cm, 44 halaman.

Buku koleksi 'rare book'   ini walaupun belum tua, tapi 'ucapan dan tanda tangan Rendra' di halaman awal yang membuatnya menjadi buku langka dan pantas untuk diunggah disini. 
Lihat gambar bawah, tanda tangan WS Rendra.
Gambar atas kiri adalah halaman depan buku langka ini, disampinnya adalah daftar isi alias nama-nama judul sajak/puisi karya Rendra.

Diatas adalah gambar Rendra didepan mic; 3 gambar dibawahnya adalah gambar sampul 'Blues Untuk Bonnie', dipenerbitan berikutnya. 

Rabu, 24 Juli 2013

Tarich Atjeh dan Nusantara, tanda tangan asli penulisnya.

Sesuai dengan judulnya, "Tarich Atjeh dan Nusantara", buku ini memang berisi sejarah Aceh mulai dari sejarah jaman Purbakala termasuk diantaranya asal usul bangsa, bahasa dan nama Aceh.
Walupun relatif muda (50 tahun lebih), 'rare book' mengkategorikan buku ini sebagai buku langka karena terdapat 'tanda tangan asli penulis' buku ini yaitu H.M. Zainuddin.
Untuk diketahui bahwa menerbitkan buku pada waktu itu harus ada ijin dari 'Penguasa Perang Daerah' (lihat gambar atas).
Selain sejarah jaman Purbakala, ditulis juga sejarah negeri -negeri Pidie, Peureulak, Hikayat raja2 Pasai, Tamiang, Alas, Gayo, Daya, Idi, Meulaboh, termasuk adat istiadatnya.
Dibawah ini adalah gambar Judul Buku dan gambar bendera Alam Aceh, sedang dibawahnya lagi adalah gambar dari tanda tangan penulisnya. Untuk lebih jelasnya silahkan 'klik' di gambarnya.

Juga ditulis dalam buku langka ini mengenai ekspansi Siam dan Majapahit, perjalanan Ibnu Batutah, perkembangan Agama Islam di Nusantara, bagaimana masuknya tanaman lada ke Aceh, kedatangan Portugis, Belanda, Inggris, Perancis ke Aceh.

 Diatas adalah uang yang berlaku pada masanya (1641 -1760), wang emas, wang deureuham (dirham), wang perak, wang keueh (tembaga).

Termasuk dalam buku langka ini adalah Hukum dan Adat istiadat Aceh, Gronologis Sulthanat dan skema silsilahnya, Sulthan Ali Mughajat Sjah (1514-1530), Sulthan Ala Uddin Riajat Sjah (1588-1604), Tun Pangkat alias Perkasa Alam Sjah gelar Sulthan Iskandar Muda (1607-1636), disertai keturunannya, dst. sampai Sulthan Alaiddin Djuhar Alamsjah (1802-1830).
Gambarnya banyak, sayang  kwalitasnya kurang bagus.
Dibawah ini adalah gambar Masjid Raya lama di Kutaraja, didirikan oleh militer Belanda, selesai dibangun pada Desember 1881, sebagai pengganti masjid yang dibakarnya.

Buku ini dicetak oleh Penerbit Iskandar Muda, Medan, th. 1961, dengan ukuran 16 x 24.5 cm., 439 halaman, sayang saat buku langka ini didapat oleh 'rare book', bukunya banyak berlubang dimakan kutu buku.

Rabu, 15 Mei 2013

Buku 99 Names of Allah, ditandatangani (asli) oleh Masagung.

"Ninety-Nine Names of Allah, the Beautiful Name" adalah judul buku yang di unggah oleh  ‘rare book’  sebetulnya masih muda, terbit th. 1980. Tapi kalau ingin mencari buku seperti yang diunggah kali ini juga tidak gampang karena langka.
Yang membuat buku ini menarik dan bernilai tinggi, selain karena isi bukunya bagus, dicetak dengan kwalitas tinggi, adalah karena dalam buku ini ada tanda tangan asli Masagung (lihat/klik gambar bawah).

Haji Masagung adalah pendiri Toko Buku Gunung Agung, walaupun dia warga keturunan dengan nama Tjio Wie Tay, dia adalah seorang nasionalis tulen, bahkan nama Masagung diberi oleh Bung Karno, Proklamator, Presiden Indonesia yang pertama, "Kau jangan panggil dia Tjio lagi, dia kan sudah kuberi nama Masagung" ujar Bung Karno (dari buku 'Bapak Saya Pejuang Buku' oleh Ketut Masagung).

Buku kecil berpenghantar bahasa Inggris ini berukuran 15 x 14 cm, 128 halaman ini dicetak di Singapore pada tahun 1980. Penulisnya Shem Friedlander dan Al-Hajj Shaikh Muzaffereddin, kaligrafi Hattat Hamid al-Amidi, terjemah kedalam Arab dan Turki oleh Dr. Tevfik Topuzoglu.

Minggu, 28 April 2013

Ekspedisi Archbold, laporan asli penemuan Lembah Baliem, 1938.

"Algemeen Verslag Van De Nederlansch-Indische - Amerikaansche, Expeditie Naar Nieuw-Guinea 1938 - 1939" (Archbold - Expeditie), demikian yang tertulis pada halaman pertama, sebagai judul buku langka yang diunggah  ‘rare book’  kali ini.
Richard Archbold memimpin Ekspedisi ke Papua untuk American Museum of Natural History pada th. 1938 - 1939, melibatkan ilmuwan Amerika dan Belanda serta mendapatkan dukungan dari militer dibawah pimpinan Generalen Staaf Capitein C.G.J. Teerink dan Luitenant der Infanterie J.E.M van Arcken, ditambah bantuan tenaga untuk mengangkat barang dari suku Dayak Kalimantan.
Buku langka yang diunggah  ‘rare book’  yang berisi 3 laporan ditambah beberapa lampiran, termasuk lampiran Surat Perintah Militer, merupakan Laporan Resmi dari Kapten Teerink dan Letnan Van Arcken, termasuk didalamnya laporan diketahui adanya “Groote-Vallei”, terkenal bernama Lembah Baliem dihuni oleh suku Dani, juga dalam laporan diterangkan mengenai “peniskoker” yang digunakan orang laki penduduk asli (sekarang terkenal dengan nama ‘koteka’).
Isi buku langka ini sangat menarik, karena dilaporkan langsung oleh pelakunya. Lebih menariknya lagi, laporan yang diketik langsung ini dibuatkan peta sangat sederhana posisi 'Baliemkamp' dan juga ditempeli foto2 asli (lihat gambar bawah), apalagi laporan tersebut dibubuhi tanda tangan asli salah satu pelakunya yaitu Luitenant van Arcken (lihat gambar atas).
Buku yang berukuran 21 x 30 cm, berisi :
1. Laporan Umum Ekspedisi. Oleh Kapten CGJ. Yeerink, sebanyak 30 halaman.  2. Catatan keadaan tanah dan orang-orang di "Greatest-Valley". Oleh CGJ. Teerink, sebanyak 27 halaman. 3. Mengenai daerah perumahan yang terletak 20 km sebelah BD + FET dari Bernhard Camp. Oleh Letnan Van Arcken, sebanyak 6 halaman.  4. Lampiran-lampiran.
Saat ditemukan ‘rare book’ ini dilapak kertas2 bekas, penjilidannya rusak dan sebagian dimakan kutu, jadi untuk mempertahankan buku ini dari kerusakan yang lebih parah maka covernya diperbaiki

Minggu, 30 Desember 2012

Borneo Barat, ekspedisi th. 1850. Tulis tangan.

Berbeda dengan buku "Expedition to Borneo" th. 1846 yang diunggah sebelumnya, kali ini buku langka yang diunggah 'rare book' sebenarnya adalah bundel laporan "Ekspedisi ke Borneo Westkust" (Kalimantan Barat) pada Oktober 1850 sampai Agustus 1851.
Buku terdiri dari 3 bundel, A. bundel 'Laporan Kegiatan Harian', B. bundel 'Journal' dan C. bundel 'Deskripsi tentang Tanah yang Ditempati oleh orang China'. Semua ditulis tangan langsung oleh pelakunya dalam bahasa Belanda yaitu Leutenant der Genie D. Maurschlut (maaf kalau keliru, karena tulisannya kurang jelas).
Tinta yang digunakan bersifat membakar kertasnya, jadi walaupun kertasnya tebal, tapi buku hanya ditulis setengah halaman bagian kanan agar bila tintanya tembus ke sebaliknya, tulisan disebaliknya tetap bisa terbaca (lihat gambar atas halaman sebelah kiri, tulisannya tembus, tapi tidak menutupi tulisan yang disebaliknya).

Gambar atas adalah halaman awal buku langka ini, tertulis Borneo W Kust, K.7.P.2.V.3. No.: 325, Borneo W Kust dan ada 2 stempel dari Topografisch dan Geografisch Bureau.

Orang2 China sebetulnya di pertengahan abad ke 18 sudah tinggal di Kalimantan Barat, beratus orang berkelompok-kelompok mendapatkan ijin untuk menambang emas dari Sultan yang berkuasa saat itu, bahkan mendapatkan ijin untuk membuat aturan2 layaknya mempunyai pemerintahan sendiri.
Gambar atas adalah judul bundel ketiga : 'Beschrijving Der Door de Chinezen Bezette Landen' (Uraian tentang tanah yang ditempati orang China).
Dalam bundel ketiga ini diuraikan mengenai tanah yang ditempati orang China di daerah Borneo Barat, yaitu daerah2 Sambas, Mempawah, Pontianak, Montrado, Mandor, Lara dll, diantranya mengenai : Iklim, Populasi, Ketahanan Sumber daya, Operasi militer, Kominkasi dan Transportasi.

 Diatas adalah gambar halaman pada bundel pertama, dilengkapi dengan gambar (sungai) hasil ekspedisi.
Kertas yang digunakan adalah kertas Eropa dengan watermark (gambar yang bisa dilihat kalau diterawang), lihat gambar diatas, berukuran folio, sayang kertasnya sudah rapuh, begitu terlipat langsung patah dan putus.

Bundel pertama sebanyak 28 lembar, bundel kedua 6 lebar, bundel ketiga 12 lembar, semua ditulis bolak balik kalau dihitung ada 46 lembar atau 92 halaman.

Senin, 09 Juli 2012

Surat MH. Thamrin plus tanda tangan asli.

'rare book' tidak menampilkan buku langka tapi tetap menampilkan suatu yang menarik yaitu dokumen kuno atau dokumen antik, jaman pra kemerdekaan Indonesia, surat dari Muhammad Husni Thamrin (MH. Thamrin), asli lengkap dengan tanda tangannya.

Muhammad Husni Thamrin (M.H. Thamrin) adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau seorang Tokoh Betawi yang pertama masuk dalam Volksraad mewakili kelompok pribumi. Lahir pada 16 Februari 1894 dan meninggal dalam usia 46 tahun pada11 januari 1941 di Batavia. Namanya diabadikan sebagai salah satu jalan protokol dan proyek besar perbaikan kampung di Jakarta.

Gambar atas kiri adalah gambar kop suratnya M. H. Thamrin, sayang sobek disebabkan karat penjepit kertas. Sebelah kanan gambar tanda tangan MH. Thamrin, letaknya persis dilipatan. Tapi masih tampak jelas.
Gambar sebelah kiri adalah isi surat ditujukan kepadaa Sjarif, yang topiknya mengenai notulen rapat PPPKI (Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia), organisasi pergerakan kemerdekaan Indonesia, didirikan di Bandung pada 17-18 Desember 1927.

Dibalik surat MH. Thamrin ini ternyata ada tulisan tangan, belum diketahui siapa penulisnya, tapi melihat huruf ketik surat ini berwarna biru, surat ini adalah carbon copy, jadi diduga kuat adalah tulisan MH. Thamrin sendiri, namun demikian kami minta maaf apabila ada kekeliruan.id.gr. 10.00

Kamis, 14 Juni 2012

Pangeran Adipati Ario Mangkunegara VII, Soerakarta.

Kali ini 'rare book' tidak menampilkan buku langka tapi menampilkan sebuah dokumen kuno.
Dokumen kuno ini sangat menarik yaitu sebuah surat yang dibuat oleh Pangeran Adipati Ario Mangkunagara VII, lengkap dengan tanda tangan asli beliau.

Surat dibuat di Solo, pada tanggal 14 October 1935, ditujukan kepada Hoesein (mungkin yang dimaksud adalah Prof. Dr. Hoesein Djajadiningrat), diketik diatas kertas kop surat atas nama beliau. Untuk menghormati beliau maka sengaja bagian tengah suratnya di 'blur'.
Gambar sebelah kiri tertulis : "Met pangestoe", dilanjutkan dengan tanda tangan asli Pangeran Adipati Ario Mangkunagara VII.

Yang digunakan untuk mengetik adalah kertas halus dengan watermark berupa tulisan ARCHIPEL BANK, PADALARANG, seperti tampak pada gambar disebelah kiri.
id.gr 02.50

Rabu, 06 Juni 2012

Bung Karno, Penjambung Lidah Rakjat Indonesia.

Hari ini, 6 Juni 2012, 111 tahun yang lalu lahir Bung Karno, Pejuang, Perintis dan Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan kemudian menjadi Presiden I Republik Indonesia.
Untuk memperingatinya, 'rare book' mengunggah koleksi buku langka, berjudul "Bung Karno, Penjambung Lidah Rakjat Indonesia" edisi khusus (beda dengan yang biasa kita lihat).

Buku langka ini (mungkin jaket covernya hilang) menjadi 'lebih langka' karena ada kata sambutan singkat ditulis tangan dan langsung ditandatangani oleh Bung Karno pada tanggal lahirnya, 6/6/1966 diusia yang ke 65. Ditambah tanda tangan 2 istri beliau, Hartini dan Dewi. Selain itu masih ada tanda tangan dan sambutan dari J. Leimena, Wakil Perdana Menteri pemerintahan Bung Karno. Berikut gambar2nya.


Gambar atas kiri adalah kata sambutan dan tanda tangan Bung Karno, sedang gambar kanan adalah tanda tangan Hartini dan Dewi.
Gambar samping adalah kata sambutan & tanda tangan J. Leimena.




Gambar atas adalah buku yang biasa kita temukan dimana-mana, sedang gambar kanan adalah perbandingan tebal buku edisi khusus (kiri) dengan yang biasa (kanan).

Disamping adalah gambar Bung Karno dan keluaraga.






i.gr. 30.00