Tampilkan postingan dengan label belanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belanda. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2018

ER WERD EEN STAAD GEBOREN


Buku ini mengisahkan terbentuknya sebuah kota berdasarkan catatan sejarah kota Surabaya, sejak th. 700 an sampai th. 1294 saat Raden Wijaya mendirikan dan menjadi raja pertama Majapahit.
Judulnya agak panjang :
"ER WERD EEN STAAD GEBOREN"
 De wordingsgeschiedenis van het oudste Surabaja.
Penulis buku ini adalah G.H. Von Faber, 1899 - 1955, warga asli Surabaya keturunan Jerman-Belanda, selain menulis dan menerbitkan buku dia juga mendirikan museum yang kemudian dikenal dengan Museum Mpu Tantular.

Menariknya, buku ini dilengkapi peta-peta dan gambar-gambar yang menarik dan mendukung kisah terbentuknya Surabaya.
Gambar bawah adalah peta perbandingan Surabaya th. 1275 dengan th. 1940, menarik bukan?

Skets perkembangan lahan/tanah Surabaya, dari abad ke IX, X dan XIII (bawah kiri). Route ekspedisi China th.1293 (bawah kanan).  

Rekontruksi peta, Pelabuhan transit Dadoengan dan sekitarnya pada abad ke IX (bawah)

Rekontruksi peta, medan peperangan di Soerabaja th. 1270 (bawah).

Dibawah ini urutan waktu sejarah Surabaya, th. 700 - 1294.

Ada lebih kurang 22 halaman khusus untuk sponsor/pendukung atas diterbitkannya buku ini oleh perusahaan-perusahaan di Surabaya saat itu, diantaranya seperti yang terlihat dibawah ini.

Buku ini walaupun masih muda tapi sangat menarik dan sudah menjadi koleksi 'buku langka' 'mmzrarebooks.blogspot.com' lebih dari 20 tahun, diterbitkan oleh  G. Kolff, pada th. 1953, hard cover, 21 x 30 cm, XII + 198 halaman + 22 halaman pendukung/sponsor.

Selasa, 11 April 2017

H.C. Klinkert. Maleish-Nederlandsch Woordenboek.


Buku yang diunggah kali ini adalah buku yang diterbitkan di Leinden oleh  E.J. Brill, th. 1893, yaitu sebuah kamus Melayu-Belanda karya 
'Hilebrandus Cornelius (H.C) Klinkert', 
yang sangat menarik karena selain tua dan langka, juga dilengkapi dengan huruf Arab agar lebih bisa dimengerti oleh yang membacanya. Mungkin saat itu, penulisan bahasa Melayu masih menggunakan huruf Arab. Judulnya :
"Nieuw Maleisch-Nederlandch Woordenboek"
Met Arabisch Karakter.

HC Klinkert tinggal di Semarang, adalah salah seorang yang dianggap ahli bahasa melayu oleh pemerintah Belanda walaupun bahasa Melayu dialek Jawa, maka sebelum ditugaskan sebagai penerjemah Alkitab berbahasa Belanda, ia diberi kesempatan untuk tinggal diantara masyarakat yang berbahasa Melayu asli; dan dia tinggal bersama keluarganya di Tanjungpinang (1864 - 1867). Sebelumnya, pada th. 1860, dia mendirikan mingguan 'Slompret Melaijoe', surat kabar pertama di Jawa Tengah, bertahan sampai th. 1911.
Sekembalinya dia ke Belanda, dia mulai menerjemahkan Alkitab dalam huruf latin maupun huruf Arab, menerjemahkan cerita dan menyusun bebeapa kamus, termasuk 'Nieuw Maleisch - Nederlandsch Woordenboek', yaitu kamus yang diunggah ini.

Diabawah ini adalah gambar2 halaman awal, akhir dan tengah buku
 "Nieuw Maleisch-Nederandsch Woordenboek, Met Arabisch Karakter" (klik saja gambarnya agar lebih jelas)

Buku ini berukuran 14.5 x 23 x 4 cm; VII + 712 halaman.

Data mengenai HC. Klinkert diambil dari internet, mohon maaf apabila ada kekeliruan.

Minggu, 29 Januari 2017

ATJEH


Koleksi 'buku langka' yang berjudul :
" A T J E H " oleh H.C. Zentgraaff ini 
termasuk langka karena sudah sulit kalau sengaja ingin membeli.
H.C. Zentgraaff, penulisnya, pernah bertugas sebagai militer di Aceh namun beralih kemudian menjadi wartawan Harian Java Bode. 
Buku ini dipenuhi lebih dari 150 foto-foto menarik, menggambarkan keadaan kehidupan, peperangan di Aceh.dan peta Aceh jaman dulu

Dibawah ini gambar anggota marsose Belanda.

Dibawah ini gambar-gambar mayat-mayat penduduk bergelimpangan akibat peperangan melawan Belanda

Selanjutnya gambar bawah, salah satu sarana transportasi jaman dulu adalah gendongan, baik untuk orang maupun barang.
Gambar bawah kiri, gendongan bertingkat untuk 2 anak, gambar kanan, gendongan untuk membawa bir.

Gambar berikutnya tampak 'gaya hidup Belanda saat itu, terlihat ada Hotel Julijana (kiri bawah) dan kunjungan minum teh para petugas wanita, diatas rel didorong dan dikawal marsose (bawah kanan).

HC. Zentgraaff juga menulis dalam bukunya (hlm. 63 & 100), 
'tidak ada satu bangsa manapun yang fanatik dan gagah berani seperti bangsa Aceh, pria maupun para wanitanya yang bersedia mati syahid membela bangsanya'.

Buku langka berukuran 23.5 X 31.5 X 3 cm, HC, 303 halaman ini dicetak oleh 'Koninlijke Drukkerij De Onie, Batavia. 
Tidak ditemukan keterangan dalam buku, kapan dicetaknya, tapi dihalaman 160, H.C. Zentgraaff menceritakan kejadian T. Radja Sabi menjadi Uleebalang di Keureutoe pada th. 1937. 
Jadi buku ini dicetak setelah th. 1937.
Maaf kalau keliru.

Sabtu, 21 Mei 2016

Overzicht Van De Inlandsche en Maleisch-Chineesche Pers.


"Overzicht Van De Inlandsche en Maleisch-Chineesche Pers".
Th. 1924.
kalimat diatas adalah judul 'buku langka' dibawah ini.
Kalau dilihat sepintas penampilan buku ini, memang tidak begitu menarik, tetapi begitu sepintas membaca isinya, mungkin akan berubah 180 derajat, menjadi sangat menarik, tentunya bagi kalangan khusus, misalnya sejarawan, orang yang ingin tahu perkembangan press atau kejadian/peristiwa politik, budaya, ekonomi, sosial dll., pada awal pertengahan th.1924. 
Buku berukuran 15 x 22 x 5.5 cm. ini adalah bundel 'rangkuman mingguan', dari koran-koran yang beredar pada awal Januari s/d akhir Juni 1924.
Buku tersebut diterbitkan oleh Bureau voor de Volkslectuur, Weltervreden, 1924.

Gambar atas adalah halaman pertama 'rangkuman' minggu pertama th. 1924 (kiri) dan halaman pertama rangkuman terakhir yaitu rangkuman minggu terakhir bulan Juni 1924 (kanan).

Nomer halaman pada rangkuman ini berurutan terus sampai akhir bundel rangkuman ini, seluruhnya 640 halaman.
Dibawah ini gambar halaman  42 - 43 dan gambar dibawahnya adalah halaman 636 - 637

Dari 640 halaman dan 8 kategori latar belakang koran yang terbit th. 1924, sudah tentu banyak berita dan peristiwa yang bisa diperoleh, misalnya berita : P.K.I. contra P.S.I, pada koran 'Soerapati' tgl. 20 Desember 1923 (hlm 72-73 buku ini)

Bisa dilihat pada gambar bawah kiri misalnya Daftar A, kategori 'Nieuwsbladen Of Java', bisa diketahui bermacam informasi, diantaranya Nama, Bahasa, Domisili, orientasi dll. 
Pada kolom paling kanan, urutan no. 6, koran 'Neratja', terbaca orientasinya : "kadang-kadang 'perubahan' kadang-kadang 'radikal".
Bagi yang mengikuti sejarah press, tentu daftar statistik yang disajikan tentu 'sangat menarik'. Tersaji disitu perkembangan kwantitas surat kabar dari tahun ke tahun, tertulis diantaranya :
th. 1916 hanya ada 6 koran/majalah,
th. 1920 meningkat jadi 75 koran/majalah dan
th. 1923 terdapat 140 koran/majalah (gambar atas kanan).
Untuk lebih jelas, silahkan 'klik' gambarnya.

Rabu, 04 Mei 2016

Maleische Schrijfoefeningen.

Ternyata Akademi Militer Belanda (Koninklijk Militaire Academi) memberikan pelajaran membaca dan menulis 'huruf Melayu' atau pada waktu itu juga biasa disebut 'huruf Arab gundul', kepada para mahasiswanya. Mungkin mahasiswa yang akan ditugaskan ke Nederlandsch-Indie (Indonesia).
Hal tersebut tersirat pada 'buku langka' dibawah ini, berjudul :
"Maleische Schrijfoefeningen"
'Lithografie der Koninklijk Militaire Academi'
1924
Diatas adalah gambar cover buku langka tersebut, sedang cover yang sebelahnya sudah tidak ada
Kalau melihat bentuk dan cap yang ada, kemungkinan gambar diatas adalah cover depan, tetapi ada kemungkinan gambar diatas adalah cover belakang, karena buku ini halaman awalnya dari sebelah kanan, sesuai dengan cara menulis huruf Arab (gambar bawah). 

 Gambar dibawah ini adalah gambar beberapa halaman dalam 'buku langka' tersebut diatas.

Buku ini berukuran 16,5 x 20 cm, 20 halaman, terbit pada th. 1924.
Untuk lebih jelasnya, silahkan 'klik' saja pada gambarnya.

Jumat, 25 Desember 2015

Ekspedisi Perbatasan Kalimantan Inggris dengan Kalimantan Belanda 1913.

Laporan berbentuk buku yang diunggah 'rare book' ini memang langka, judulnya :
"Verslag Der Commisie"
'Uitzetting Op Trrein van De Tusschen Het Nederlansche Gebeid en British Noord Vast-Gestelde Gren'
Buku ini memuat laporan bersama antara pihak Belanda dengan pihak Inggris mengenai 'penetapan batas' antara Kalimantan dibawah Inggris (bagian Utara) dengan Kalimantan dibawah Belanda (bagian Selatan).
Pihak Belanda diwakili :
J.H.G. Schepers dan E.A. Vreede.
Pihak Inggris diwakili oleh :
H.W.L. Bunbury dan G.St.V. Keddell.
Sekaligus sebagai penandatangan laporan ini.
Gambar atas menunjukan staf ekspedisi yang namanya sudah disebutkan diatas.

3 gambar diatas adalah 'Surat Pernyataan bersama pihak Belanda dan Inggris', ditandatangani oleh Staf Ekspedisi yang sudah disebutkan diatas.

Gambar atas adalah peta Kalimantan Utara dan Timur berukuran 107.5 cm x 66.5 cm, hasil ekspedisi penetapan batas Kalimantan Belanda dan Kalimantan Inggris. 
Peta diatas sebagai pelengkap laporan tersebut dibuat pada th. 1913.
Pada peta, jalur batas tanda + berwarna hitam tampak berliku-liku namun begitu melewati pulau Sibetik jalurnya menjadi lurus membelah pulau (gambar bawah).

Gambar atas kiri terlihat suasana perkemahan di Sembakoeng.
gambar kanan patok pengamatan di Pladjoe.

Buku ini berukuran 21.5 x 33.5 cm, hardcover, 76 halaman teks dan 22 halaman foto-foto, 3 diantaranya terlihat diatas.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Gambar Peralatan Rumah Tangga Suku Bugis, pertengahan abad XIX.


"Ethnographische Atlas, Voorwerpen Uit Het Leven en de Huishouding der Boeginezen" adalah buku langka yang belum lama dikoleksi 'rare book'. Berisi gambar2 mengenai peralatan kehidupan dan rumah tangga suku Bugis pada pertengahan abad XIX.
Buku berukuran besar, 51 x 38 cm, bisa dilihat perbandingan buku dengan ballpoint (kiri bawah) pada gambar dibawah ini. Ada 24 lembar gambar,dan 3 lembar keterangan (sekaligus daftar isi) mengenai gambar-gambar tersebut.
Gambar diatas sebetulnya cover tambahan, mungkin agar supaya lebih tahan lama, sedang cover aslinya tampak pada gambar bawah terbuata dari karton tebal, berwarna ke abu-abuan.
Informasi yang didapat via internet, ternyata buku ini terbit pada th. 1874 (130 tahun yang lalu) di Belanda atas biaya Pemerintah Belanda. 
Sayangnya saat didapatkan buku langka ini oleh 'rare book', bagian sebelah kanan, sedikit dimakan rayap walaupun gambarnya masih tampak jelas.

Dibawah ini adalah gambar bentuk rumah beserta pola peletakan tiang penyangga dan sambungan kayunya.

Gambar bawah adalah gambar peralatan tenun jaman dulu dan mungkin gambar perhiasan dan peralatan upacara adat.

Gambar senjata dan peralatan berburu terlihat pada gambar dibawah ini

Gambar bawah adalah gambar peralatan pencari ikan.

Gambar bawah tampak 2 model kapal/perahu.

Selain gambar2 diatas masih adalagi gambar2 peralatan memasak, peralatan pande besi, pakaian dll.
Isi buku langka ini lengkap sesuai dengan daftar isi/keterangan mengenai gambar-gambar yang dimuat dalam buku ini. Dibawah ini tampak cover belakang.
Untuk lebih jelasnya, silahkan di 'klik' gambar-gambar diatas.