Rabu, 09 Agustus 2017

Bingkisan Nasional, Kenangan 10 tahun Revolusi Indonesia. I.


Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72, sengaja diunggah sebuah buku langka yg berjudul : 

"BINGKISAN NASIONAL"
Kenangan 10 tahun Revolusi Indonesia
17-8-1945 - 17-8-1955

Buku yang diunggah ini walaupun belum tua benar, tapi sulit kalau sengaja mencarinya. Buku berukuran 16 x 25 cm, 373 halaman, karya Darius Marpaung, berisi 
kisah jaman Proklamasi sampai Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan RI. 

Sesuai dengan daftar isinya, ada 61 judul, diantaranya :
'Peristiwa Pembantaian 40.000 jiwa di Sulawesi Selatan oleh Westerling dkk. dan
"Ichtisar-Kronologis tentang Peristiwa Penting dalam Negara Indonesia".
Dan ada juga kejadian lucu "Humor Revolusi" yg diceritakan kembali.
Poster perlawanan terhadap penjajah Belanda (gambar bawah) :
"BERONTAK !!!"
"Darahku Merah Tak Sudi Dijajah"

Akan diusahakan mengunggah beberapa kisah yang menarik lainnya dari buku ini.
Kisahnya patriotisme jaman Proklamasi dan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan, sunguh sangat menarik. 
Mudah-mudahan banyak generasi muda sekarang suka membacanya, jangan selalu membaca medsos yg banyak 'hoax' nya. Amin.

Senin, 24 Juli 2017

Kidung Kasukman.


Koleksi 'buku langka' yang hampir seluruhnya menggunakan aksara dan bahasa Jawa ini adalah lagu2 rohani Kristen, pengarangnya adalah seorang misionaris bernama  P. Ant. Janz, pendeta di Margaredja. Judulnya "KIDUNG KASUKMAN" 
Buku ini diterbitkan oleh 'Lectuurecommissie NIZB' (Nederlandsch Indishche Zending Bond), pada th. 1925.

Gambar atas adalah 'kidung' yang pertama berjudul 
"Etuking karahayon", 
selanjutnia tertulis 'yokhanan 1:17, 'rahe kang putra Yesus kristus iku angresiki sakehe dosa kita'.
Kidung pertama ini lengkap 3 bait, juga ada keterangan lirik mana hanya dinyanyikan sebagian yang hadir dan lirik mana yang dinyanyikan oleh seluruh yang hadir. 

Gambar bawah adalah lagu ke 13, judulnya "Kaluwaran", Masmur, 107:2. 'Kaya mangkono pangucape para wong kang padha tinebus dening Yehuwah'

Gambar bawah ini lagu no. 16, judulnya :"Gusti Panuntun Kula". Yesaya 41:13. 'Ingsun Yehuwah, dadi Allah ira, kang anyepeng tangannira tengen'

Judul lagu berikutnya (gambar bawah), no. 28 adalah :"Gusti Pangungsen Kula". Masmur 9:10. 'Yehuwah dadi beteng marang wong kang kesrakat, dadi beteng ing masane karuwedan'.

 Seluruhnya ada 28 lagu, empat diantaranta sudah diunggah diatas.

Ukuran buku langka ini 13 x 19 x 0.8 cm, HC, 84 halaman, jilid pertama, cetakan ke 4.

Selasa, 18 Juli 2017

Serat Anglingdarma.


Saat bermain ketempat teman penggemar barang-barang kuno dan langka, dia menunjukan setumpuk 
kertas kuno bertuliskan tangan aksara Jawa. 
  
Dilihat sepintas, tumpukan kertas tersebut memang berantakan,banyak yang keriting dan sobek pada bagian pinggir kertas, ketebalan tintanya pun sudah tidak rata,
nomer halamannya tidak jelas, bahkan halamannyapun sudah tidak lengkap, baik di awal, tengah dan akhir.
Setelah dirapikan ternyata kertas-kertas tersebut adalah sebuah buku, hanya ada sebanyak 114 lembar atau 228 halaman.
Paling awal halaman 19, gambar bawah kiri dan halaman terakhir, 342, gambar bawah kanan.

Walaupun halamannya tidak lengkap, bagaimanapun juga keadaannya perlu diselamatkan, karena buku tersebut adalah hasil karya para seniman yang mewakili jamannya. Apalagi tulisannya konsisten rapi, tebal tipis teratur dengan baik, maka mudah dibaca, sehingga mudah diketahui bahwa isi buku tersebut adalah cerita/kisah "ANGLINGDARMA" dalam bentuk tembang Macapat, yaitu jenis lagu/irama Jawa yang terdiri dari 11 lagu/irama.
Bahkan menjadi sangat menarik, pada setiap akhirnya tembang, diberikan ornamen khas Jawa yang indah, dan apabila ada pergantian lagu, pada ornamennya disisipkan nama tembang/lagu yang berikutnya.
Sebagai contoh, bisa dilihat pada gambar-gambar dibawah ini :
Gambar atas, disisipkan lagu berikutnya yaitu tembang 'Dhandanggula'
Diatas hanya ornamen tanpa pergantian tembang
Digambar atas, pada akhir lagu ada kata 'mijil', berarti lagu berikutnya adalah tembang 'Mijil'.
Diakhir lagu ada kata 'mendem pucung', berarti berikutnya tembang 'Pucung'
Diatas hanya ornamen tanpa pergantian tembang
gambar atas, diornamen terselip tulisan 'sinom', berarti berikutnya tembang 'Sinom'.
Diatas hanya ornamen tanpa pergantian tembang.

Di akhir pertemuan dengan teman, buku yang tidak lengkap tersebut diatas, menjadi koleksi 'bukulangka' juga,  alhamdulillah.

Jumat, 30 Juni 2017

Layang Damarwulan


Yang diunggah 'bukulangka' dibawah ini berjudul 
"LAJANG DAMAR-WOELAN", 
menggunakan ejaan versi van Ophuysen, atau 'Layang Damar-Wulan' dalam ejaan sekarang. Dengan pengantar berbahasa Belanda.
Buku langka berukuran 21.5 x 27 cm, XXXIII + 55 + 110 halaman, HC, diterbitkan oleh Batavia Boekhandel Visser & Co. pada th. 1905.
Penulisnya D. van Hinloopen Labberton, seorang guru pengajar bahasa Jawa dan bahasa Melayu. Dia juga anggota Comissie voor de Volklectuur dan kemudian komisi ini menjadi Balai Pustaka.

Layang Damar-Wulan (LDW), aslinya berbahasa dan beraksara Jawa, ditulis dalam bentuk tembang 'macapat' (lagu Jawa), 
tetapi dalam buku ini LDW ditulis dalam bentuk prosa biasa, tidak dalam tembang.
buku langka ini menggunakan bahasa Balanda sebagai bahasa penghantar, sedang LDW menggunakan bahasa Jawa.

LDW dalam buku ini, sebagian menggunakan huruf cetak dan sebagian menggunakan aksara Jawa (gambar atas).

Disini 'bukulangka' tidak menceritakan kisah Damar-wulan, karena kisahnya sudah populer dikalangan masyarakat, terutama masyarakat di Jawa.

Buku langka ini kelihatannya sudah pernah mendapatkan perbaikan, terutama covernya.

Kamis, 08 Juni 2017

Jong Java.


Dalam rangka memperingati 'Hari Kebangkitan Nasional', 'bukulangka' mengunggah buku perkoempoelan Jong-Java dibawah ini.

"Gedenkboek JONG-JAVA"
atau
Kitab Peringatan JONG-JAVA
7 Maart 1915 - 1930
Buku ini diterbitkan oleh 'Pedoman Besar Jong-Java' pada tah. 1930, untuk meperingati 30 tahun Jong-Java, walaupun sesungguhnya pada tgl. 29 Desember 1929,  demi menghilangkan kesan kedaerahan dan mendukung pergerakan kebangsaan, Jong-Java (sebelumnya bernama Tri Koro Darmo) membubarkan diri dan melebur ke Organisasi Indonesia Muda. Silahkan lihat Soerat Poetoesan  Memboebarkan Perkoempoelan dibawah ini.

Diatas adalah gambar  Ketua th. 1918 dan Ketua th. 1921 juga Anggota Kemuliaan, mungkin maksudnya Anggota Kehormatan.

Diatas, gambar kegiatan Kepanduan/pramuka dan gambar Pandu putri, sedang dibawah, gambar Ketua seksi Kepanduan (kiri) dan Ketua Penghabisan (kanan) s/d th 1929.

Dibawah, adalah gambar Lambang dan Bendera Perkumpulan Jong-Java.

Gambar atas, adalah Pengurus Indonesia Muda dimana Jong-Java meleburkan diri.

Ukuran 'bukulangka' ini 14 x 20 x 1.6 cm, hard cocer, 336 halaman.
Sayang saat ditemukan, banyak sarang kutubuku di bukunya.
Untuk lebih jelasnya, silahkan 'klik' saja gambar2nya.

Jumat, 02 Juni 2017

Jawa Kuno dan Seni Jawa Kuno.


Buku yang diunggah ini sekarang (2017) berumur 92 tahun, dikoleksi cukup lama. Judulnya : 
"Het Oude Java En Zijn Kunst" oleh Dr.N.J. Krom.
Buku ini menceritakan keadaan seni dan budaya di Jawa pada jaman dulu yaitu jaman Hindu.

Dibawah ini gambar cover depan dan belakang dimana ada embos gambar lambang penerbit dan pencetaknya yaitu Volksuniversiteits Biblieotheek dan De Even F. Bohn Haarlem.

Gambar-gambar bawah ini adalah relief pada candi-candi jaman hindu. Silahkan 'klik' agar lebih jelas.

Penulisnya N.J. Krom (1883 - 1945), gambar bawah) adalah seorang profesor ahli arkeologi dan sejarah, dan dia banyak menulis buku tentang Hindu di Jawa.


 'buku langka' ini berukuran 10.5 x 17.3 x 1 cm ini, sekarang (2017) baru berumur 92 tahun, mempunyai 218 halaman + 8 halaman gambar foto. 

Sabtu, 29 April 2017

Sejarah Radio di Indonesia.


Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi sejarah, mengenai Stasiun Pemancar Radio Republik Indonesia, mulai dari jaman 'Hindia Belanda' sampai jaman 'Kedaulatan Republik Indonesia', 
judul buku ini adalah :
"SEDJARAH RADIO di INDONESIA"
Buku ini didapat dari teman yang membuka kios di 'Pasar Buku Langka, TMII', dan juga memasarkan secara 'on line'.
Bukunya belum terlalu tua, baru 67 tahun, namun sudah sulit bila sengaja cari buku ini, jadi bolehlah jika dikategorikan buku langka.
Dibawah adalah gambar RRI Solo (kiri) dan pengambilan peralatan radio di kaki gunung Wilis. Untuk lebih jelasnya, silahkan 'klik' gambarnya.
Pada halaman dibawah ini (226-227-228) adalah 'Ikhtisar Perjalanan RRI' mulai dari jaman Hindia Belanda, jaman Jepang, jaman sesudah Proklamasi, jaman perang/pendudukan Belanda sampai penyerahan kedaulatan ke RI.
Sejarah hari jadi Radio Republik Indonesia pada tanggal 
11 September 1945 terdapat pada subjudul akhir, halaman 22.

 Sejarah Radio di Indonesia, tentu tidak bisa melupakan peran 'Bung Tomo' (gambar kanan)
 
Dibawah adalah daftar pemancar RRI, lengkap dengan frekwensi yang digunakan (kiri) dan halaman penutup.
Diterbitkan oleh Kementrian Penerangan - Djawatan Radio Republik Indonesia, cetakan pertama, th. 1953.
Hard cover, 17 x 24 x 1.5 cm, 270 halaman.