Selasa, 30 September 2014

Brahmanda-Purana.


Yang diunggah 'rare book' kali ini buku langka yang pernah diunggah sebelumnya tetapi hanya cover depan saja dan sedikit keterangan tambahan.
Judulnya 'Brahmanda-Purana, Proza Tekst en Kakawin'.
Untuk lebih jelas, silahkan 'klik' gambarnya.

Diatas adalah gambar 2 halaman awal, sebelah kiri tertulis bahwa buku ini terbit dengan dukungan KGPAA Mangkoenegara VII di Soerakarta dan KGPAA Pakoe Alam VII di Jogjakarta (kiri). 

Atas kiri adalah Daftar Isi, sebelah kanan atas, dalam buku disebut 'proza tekst', dari halaman 48 s/d 181, 134 halaman.

Sebelah kiri atas keterangan mengenai 'kakawin' sedang sebelah kanan adalah teks 'kakawin' dari halaman 185 s/d 225, 41 halaman.


Kiri atas adalah 'catatan' yang dibuat untuk 'teks prosa Jawa kuno'. Sebelah kanan mengenai catatannya, yang dibuat oleh Dr. J. Gonda, mulai halaman 227 s/d 357, 131 halaman.

 Buku ini berukuran lebih kurang 16 x 23 cm, 390 halaman, hard cover, diterbitkan oleh Kon. Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, sebuah lembaga kebudayaan yang didirikan di Batavia th. 1778. Dalam buku ini tidak disebutkan tahun penerbitannya.
Lembaga inilah yang mempelopori Museum Gajah dan Perpustakaan Nasional, keduanya di Jakarta.

Kamis, 25 September 2014

Piano, Partitur Lagu Klasik, awal th. 1900 an. I.


Saat berkunjung ke teman saya penjual buku bekas di Solo, ditawari satu kantong plastik berisi buku-buku bekas, surat-surat, lebaran undangan rapat dll.
Diantaranya terdapat 16 buah buku/bundel tua tipis, berisi partitur musik klasik untuk piano.  
Mungkin di Indonesia lagu-lagunya hanya dikenal bagi penggemar musik klasik khususnya pemain piano.
Salah satu buku yang ditampilkan 'rare book' kali ini adalah partitur permainan piano, berjudul 'Berceuse Creole' dimainkan oleh Ernest Redon (1835-1907, Perancis).
Yang menarik adalah gambar-gambar 'cover' depan maupun gambar 6 halaman 'partitur'nya.

Gambar dibawah ini adalah cover, setelah diberikan bingkai.
Gambar covernya sangat menarik, lukisan tangan gaya arsiran, gambar pohon palm, pisang dan orang duduk dan tiduran dikerindangan pohon, sesuai dengan judul lagunya 'Berceuse Creole' lagu 'nina bobo dari Cerole'.

Selajutnya gambar bawah adalah halaman pertama partitur.

Buku ini berukuran 26 x 32.5 cm, 8 halaman, diterbitkan di Paris.
Oleh pedagang buku antik international, 'AbeBook' dan 'Antiqbook', diperkirakan diterbitkan sebelum th. 1900, sedang dalam 'Amazon' buku/bundel cuma 8 halaman itu dibundel th. 1875. 

Jumat, 12 September 2014

Intermezzo. Qing Dynasty 12 Emperors Coins.

Sebagai selingan, 'rare book' menampilkan 12 koin bergambar 12 kaisar jaman dinasti Qing, dari awal sampai kaisar terakhir, Pu Yi.
Diseluruh koin bagian belakang diberi gambar Naga.
Khusus kisah kaisar Pu Yi sebagai kaisar terakhir di China, dibuatkan film layar lebar, dengan judul 'The Last Emperor'.

Diatas adalah gambar sampul album 'Qing Dynasty 12 Emperors'.




Gambar-gambar koin, urut dari kiri kekanan sesuai dengan urutan dari kaisar I sampai kaisar XII, kaisar terakhir di China.

Koin dimaksukan kedalam plastik tebal beserta gambar dan keterangan dalam dua bahasa-aksara, latin dan mandarin, termasuk keterangan mengenai tahun lahir/meninggal serta tahun dia dinobatkan menjadi kaisar.

Ini gambar bagian belakang seluruh koin sama, yaitu gambar Naga.

Diatas gambar album koin.

Diatas gambar tengan adalah poster film, sedang dikiri dan kanan gambar cover buku 'The last Emperor'.
Silahkan di 'klik' agar lebih jelas.
Gambar cover buku dan poster film diambil dari internet.

Selasa, 09 September 2014

Penanggalan Jawi, th. 1936. Aksara Jawa.


Judul buku langka koleksi 'rare book' ini adalah "Penanggalan Jawi, 1936" dikeluarkan oleh H. Buning, Ngayogya (Jogja).
Penanggalan atau almanak ini seperti biasanya berisi keterangan yang diperlukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat suku Jawa, yang berhubungan dengan hari, tanggal, waktu dan lainnya. 
 Sayangnya kulit depan dan belakang agak rusak (gambar bawah), maka oleh yang memiliki sebelumnya, buku ini diperbaiki kulitnya menjadi seperti yang terlihat pada gambar atas.
Selain harga buku ini, 0.80 sen, tertulis juga diatas judul : 'Lengganan Dalem, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan ing Ngayogyakarta', maksudnya Raja Kasultanan Ngayogyakarta juga berlangganan Penanggalan Jawi ini.
Gambar atas kanan adalah cover depan, gambar kiri adalah cover belakang.

Gambar berikut adalah iklan Tobralco bahan baju dan iklan coklat bubuk Droste, 

Dibawah iklan Petromak dan jam tangan Fonteijn.

Berikutnya iklan sabun Persil dan biskuit Verkade.

Dibawah ini contoh kartu nama jaman dulu. 

Kalau yang dibawah ini iklan dari perusahaan J. Van Gorkom & Co. Produksinya meliputi obat Lemah Syahwat, alat untuk Sakit Kencing dan obat Penghilang Rambut. Menghilangkan rambut, kalau jaman sekarang, istilahnya 'waxing', maaf kalau keliru..

Sudah tentu ada kalender tahunan berbagai versi, 
Ada juga primbon lengkap, cerita pedhalangan wayang, kurs mata uang asing, termasuk uang di Mekah untuk keperluan orang pergi Haji. Daftar pejabat pemerintah, volkraad, perbandingan berbagai macam ukuran dan lain2nya.
Buku ini berukuran 12 x 15.5 cm, 568 hlm + 20 lembar halaman khusus iklan.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Nyai Dasima, ver. G. Francis.

Baru beberapa hari yang lalu 'rare book' mendapat sebuah buku langka, yang diunggah saat ini, berjudul : 
'Tjerita Nyai Dasima'.
Nyai Dasima, sebuah nama yang sangat populer, baik dunia Sastra,Teater, Lenong, dll. 
Cerita Nyai Dasima awalnya ditulis dan diterbitkan oleh G. Francis pada th. 1896 di Batavia, berdasarkan kisah yang belum lama terjadi di Betawi, yaitu Nyai Dasima, seorang wanita dibunuh oleh Bang Puasa.
Dibawah ini adalah cover buku dengan judul "Tjerita Njai Dasima (Soewatoe Korban dari pada Para Pemboedjoek)", maksudnya "Cerita Nyai Dasima. Suatu korban dari para Pembujuk/penipu"
dibawah judul masih ada keterangannya lagi 
'Tjerita Bagoes Sekali Jang Belon Berapa Lama Soedah Djadi Di Betawi'
'Aken mendjadi peladjaran bagai sekalian prempoean jang soeka menoeroet boedjoekan laki-laki'
Diterangkan bahwa cerita ini ditulis oleh G. Francis pada th. 1896, dicetak lagi oleh Typ. Kho Tjeng Bie &  Co. pada th. 1930 dan dijual oleh 'Toko Moerah di Patekoan, Batavia.

Dibawah ini gambar Nyai Dasima dan Toean Edward W.

Sebelah kiri bawah adalah cover penerbitan pertama th. 1896 dan sebelah kanan adalah poster film Nyai Dasima pada th. 1928-1929.

Gambar bawah buku Nyai Dasima karya SM. Ardan terbitan I th. 1965, sebelah kanan terbitan II th. 1971.

Versi G. Francis dan versi SM Ardan banyak persamaannya yaitu Nyai Dasima 'bini piara' Edward W., lari menikah dengan Samiun dan selajutnya Nyai Dasima dibunuh oleh Bang Puasa.
Sedang perbedaannya adalah latar belakang kenapa Nyai Dasimah lari dan menikah dengan Bang Samiun.
Perbedaan terjadi karena memang seting waktu dan lingkungan pengarangnya berbeda, yaitu jaman penjajahan Belanda th, 1896an dengan jaman Republik Indonesia th. 1965an.

Diatas buku Nyai Dasima versi SM. Ardan plus versi G. Rancis, sebagai perbandingan, terbitan Mansup, Jakarta, th. 2007.

Maaf kalau ada kekeliruan, silahkan dikoreksi, trims.

Jumat, 22 Agustus 2014

Intermezzo

Sekedar selingan saja, kita lihat koleksi 'rare book' yang lain, iklan jaman dulu.
 Terlihat dalam gambar, pasar daerah Pecinan, ada mobil berhenti, ada orang sedang promosi  (sebelah kiri) dan ada orang dari dalam mobil sedang melayani pembeli melalui jendela belakang. Sementara aparat keamanan ikut memperhatikan orang yang lagi promosi.


Iklan tembakau Van Nelle's ini dicetak diatas karton seukuran folio.

Jumat, 15 Agustus 2014

Majalah "Api Islam"


Koleksi 'rare book' ini adalah bundel 12 majalah 'Api Islam' No. 1 th. II, tgl. 7 Januari 1966 s/d 12 th. II, tgl. 25 Maret 1966.
Nomer perdana majalah ini terbit pada 12 Juli 1965, No. 1 Th. I Juli 1965.
Dari segi pengelolanya, jelas merupakan majalah dari kalangan NU dan mencerminkan ideologi-politik NU saat itu. Meski demikian, isinya bersifat sangat umum dan luas dengan perspektif Islam yang revolusioner (istilah pada jamannya). 

Majalah ini hanya terbit kurang dari satu setengah tahun, terakhir No. 41 Th II November 1966. 
Walau demikian, dibalik masa pernerbitan yang 'sebentar' itu, majalah 'Api Islam' melewati suatu periode kritis dalam sejarah politik Indonesia, terdapat peristiwa yang sangat mencengkam, yaitu G30S/PKI dan akibatnya.
Selain sejarah politik didalam negeri, politik luar negeri saat itu juga mengalami dinamika yang tajam, yaitu 'Ganyang Malaysia'. Kalau Malaysia dibantu Belanda dan Inggris, sedang kita hanya dibantu hutang.
Demikian juga dengan situasi ekonomi, pada 13 Desember 1965, pemerintah menerbitkan 'uang baru' dengan ketentuan Rp. 1,- uang baru senilai dengan Rp. 1.000,- uang lama, walaupun uang kertas maupun uang logam yang lama ditarik berangsur-angsur, tapi nyaris tidak ada barang yang harganya  menjadi seperseribu harga lama. Ujung-ujungnya th. 1966 terjadi inflasi 1.136,25 % (http://srikripik.wordpress.com/category/inflasi).
Kalau harga Majalah Api Islam terbitan perdana (Juli 1965) hanya Rp. 200,- maka pada terbitan Januari 1966 harganya mejadi Rp. 1.250,- dan selanjutnya menjadi Rp. 1,25,- uang baru (lihat gambar bawah).

Seperti biasanya, majalah ini juga memuat iklan (gambar bawah).

Jadi, suatu produk memang mewakili jamannya dan memuat sejarah pada jaman produk tersebut dibuat.