Jumat, 15 Agustus 2014

Majalah "Api Islam"


Koleksi 'rare book' ini adalah bundel 12 majalah 'Api Islam' No. 1 th. II, tgl. 7 Januari 1966 s/d 12 th. II, tgl. 25 Maret 1966.
Nomer perdana majalah ini terbit pada 12 Juli 1965, No. 1 Th. I Juli 1965.
Dari segi pengelolanya, jelas merupakan majalah dari kalangan NU dan mencerminkan ideologi-politik NU saat itu. Meski demikian, isinya bersifat sangat umum dan luas dengan perspektif Islam yang revolusioner (istilah pada jamannya). 

Majalah ini hanya terbit kurang dari satu setengah tahun, terakhir No. 41 Th II November 1966. 
Walau demikian, dibalik masa pernerbitan yang 'sebentar' itu, majalah 'Api Islam' melewati suatu periode kritis dalam sejarah politik Indonesia, terdapat peristiwa yang sangat mencengkam, yaitu G30S/PKI dan akibatnya.
Selain sejarah politik didalam negeri, politik luar negeri saat itu juga mengalami dinamika yang tajam, yaitu 'Ganyang Malaysia'. Kalau Malaysia dibantu Belanda dan Inggris, sedang kita hanya dibantu hutang.
Demikian juga dengan situasi ekonomi, pada 13 Desember 1965, pemerintah menerbitkan 'uang baru' dengan ketentuan Rp. 1,- uang baru senilai dengan Rp. 1.000,- uang lama, walaupun uang kertas maupun uang logam yang lama ditarik berangsur-angsur, tapi nyaris tidak ada barang yang harganya  menjadi seperseribu harga lama. Ujung-ujungnya th. 1966 terjadi inflasi 1.136,25 % (http://srikripik.wordpress.com/category/inflasi).
Kalau harga Majalah Api Islam terbitan perdana (Juli 1965) hanya Rp. 200,- maka pada terbitan Januari 1966 harganya mejadi Rp. 1.250,- dan selanjutnya menjadi Rp. 1,25,- uang baru (lihat gambar bawah).

Seperti biasanya, majalah ini juga memuat iklan (gambar bawah).

Jadi, suatu produk memang mewakili jamannya dan memuat sejarah pada jaman produk tersebut dibuat.

Selasa, 12 Agustus 2014

"Moehammadijah", Statuten, Algemeen Huishoudelijk Reglement, 1924.

Dibawah ini adalah sebuah buku berukuran 9.5 x 14.5 cm, terbit 90 tahun yang lalu, 49 halaman lengkap, sayangnya saat didapatkan oleh 'rare book', buku langka ini sudah tidak ada covernya. 
Walaupun begitu kecil dan sederhana tapi mengandung sejarah yang sangat menarik, khususnya bagi organisasi besar gerakan Islam, Muhammadiyah.
Judul buku langka ini "Statuten dan Algemeen Huishoudelijk Reglement dari pada Moehammadijah", jadi judulnya kombinasi bahasa Belanda dengan bahasa Indonesia.
"Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dari pada Muhammadiyah", demikian barangkali judul yang dimaksud (maaf kalau keliru). Jadi betapa penting isi buku ini bagi sebuah organisasi.
Pada halaman pertama berbentuk daftar isian nama, nomer anggota (sekoetoe), alamat dan lainnya, pasti buku ini untuk dibagikan dan disimpan para anggota (lihat gambar atas kanan).
Judul buku, lokasi dan tahun penerbitannya yaitu Djokjakarta, cetakan III, th. 1924 terlihat pada gambar atas kiri.

Halaman 2, 3 dan 4 adalah gambar salinan SK pemerintah Belanda untuk Muhammadiyah. 
Halaman 5 berisi 'Statuten "Moehammadijah"' awal sampai akhir halaman 15, menggunakan dwi bahasa, bhs Belanda dan bhs Indonesia (gambar-gambar atas).

'Algemeen Huishoudelijk Reglement "Moehammadijah"', pada halaman 16 dan berakhir pada halaman 42, tampak pada gambar-gambar diatas.

Halaman selanjutnya ada 'Peringatan Bagi Sekalian Moeslimin, Moehammadijin'

Saat buku ini diterbitkan belum dilaksanakan 'Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928', namun buku ini juga sudah menggunakan tulisan dan bahasa Indonesia sesuai dengan jamannya, 90 tahun yang lalu.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Gambar Peralatan Rumah Tangga Suku Bugis, pertengahan abad XIX.


"Ethnographische Atlas, Voorwerpen Uit Het Leven en de Huishouding der Boeginezen" adalah buku langka yang belum lama dikoleksi 'rare book'. Berisi gambar2 mengenai peralatan kehidupan dan rumah tangga suku Bugis pada pertengahan abad XIX.
Buku berukuran besar, 51 x 38 cm, bisa dilihat perbandingan buku dengan ballpoint (kiri bawah) pada gambar dibawah ini. Ada 24 lembar gambar,dan 3 lembar keterangan (sekaligus daftar isi) mengenai gambar-gambar tersebut.
Gambar diatas sebetulnya cover tambahan, mungkin agar supaya lebih tahan lama, sedang cover aslinya tampak pada gambar bawah terbuata dari karton tebal, berwarna ke abu-abuan.
Informasi yang didapat via internet, ternyata buku ini terbit pada th. 1874 (130 tahun yang lalu) di Belanda atas biaya Pemerintah Belanda. 
Sayangnya saat didapatkan buku langka ini oleh 'rare book', bagian sebelah kanan, sedikit dimakan rayap walaupun gambarnya masih tampak jelas.

Dibawah ini adalah gambar bentuk rumah beserta pola peletakan tiang penyangga dan sambungan kayunya.

Gambar bawah adalah gambar peralatan tenun jaman dulu dan mungkin gambar perhiasan dan peralatan upacara adat.

Gambar senjata dan peralatan berburu terlihat pada gambar dibawah ini

Gambar bawah adalah gambar peralatan pencari ikan.

Gambar bawah tampak 2 model kapal/perahu.

Selain gambar2 diatas masih adalagi gambar2 peralatan memasak, peralatan pande besi, pakaian dll.
Isi buku langka ini lengkap sesuai dengan daftar isi/keterangan mengenai gambar-gambar yang dimuat dalam buku ini. Dibawah ini tampak cover belakang.
Untuk lebih jelasnya, silahkan di 'klik' gambar-gambar diatas.

Sabtu, 26 Juli 2014

Dokumen, Pasukan Barisan Banteng R.I.


Dokumen koleksi 'rare book' yang ditampilkan kali ini memang bukan dokumen tua banget, dan juga sebetulnya 'hanya' berbentuk undangan untuk menghadiri rapat, bentuk dan kertasnya sangat sederhana, yaitu Undangan rapat yang di keluarkan oleh Pasukan Barisan Banteng Republik Indonesia pada tgl. 9 November 1947. Diantaranya ada acara Pidato Pemimpin Umum Markas Besar, yaitu Dr. Muwardi.
Namun dibalik kesederhanaan undangan tersebut, 'jaman' saat undangan tersebut dikeluarkan, mempunyai cerita sejarah yang mencekam.


Republik Indonesia saat itu mendapatkan rongrongan/ancaman, baik dari bekas penjajah, Belanda, maupun golongan tertentu dari dalam negeri.
Barisan Banteng RI, sejak Desember 1945, adalah lasykar yang resmi ditunjuk untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kepolisian, pimpinannya ditunjuk oleh Presiden Sukarno, diantaranya sebagai komandannya adalah Dr. Muwardi.
Pada tgl. 13 September 1048, Dr. Muwardi diculik saat menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter. Padahal sehari sebelumnya, anak buahnya, Mayor Joyosugito sudah mengusulkan agar ikut ke tempat pasukannya di Kartasura, karena sudah beberapa anak buahnya diculik.
Bahkan pada pagi harinya saat diculik, Dr. Muwardi sudah didatangi utusan dari Markas Besar Barisan Banteng, yaitu Moch. Yusuf, mengingatkan agar Dr. Muwardi bergabung ke Markas Besar atau tetap dirumah agar bisa diberikan pengawalan yang lebih kuat.
Tapi karena ada tugas mengoperasi seorang anak yang sudah ditentukan jadwalnya oleh dr. Moewardi sendiri, serta rasa kemanusaiaan yang tinggi, maka semua permintaan ditolak olehnya.
Dan klimaks dari situasi saat itu adalah terjadinya peristiwa pemberontakan di Madiun pada 18 September 1948.

Catatan : sumber cerita sejarah diambil dari internet.

Rabu, 23 Juli 2014

Adiparwa - Bagian Awal Kisah Mahabhrata.


Yang diunggah oleh 'rare book' kali ini adalah buku langka, berisi kisah berjudul 'Adiwangsa Watarana Parwa dan Sambawa Parwa', kisah ini terdapat dalam buku Adiparwa yaitu bagian pertama dari kisah Mahabharata.
Kitab Mahabharata terbagi dalam 18 parwa atau Astadasaparwa.

Sudah belasan tahun buku langka ini dikoleksi 'rare book', waktu didapatkan kondisinya bagus dan menarik karena tidak seperti biasanya, buku ini pernah mendapatkan usaha perbaikan yang cukup sulit. Ada 96 halaman hilang. Karena belum ada mesin fotocopy jadi halaman yang hilang harus ditulis tangan sesuai dengan aslinya. 
Halaman yang hilang adalah halaman 427-452 dan halaman 957-1028.

Gambar atas adalah halaman pertama dari buku ini, bab LIX halaman 427 (termasuk halaman yang hilang dan diganti dengan tulisan tangan).

Gambar atas adalah halaman akhir tulis tangan, halaman 452 dan disebalahnya halaman 453 sudah halaman cetak biasa.

Gambar atas adalah halaman pengganti tulis tangan mulai halaman 957, sedang gambar bawah adalah akhir halaman pengganti halaman 1028 dan seterusnya halaman 1029 sampai akhir buku ini halaman 1113 masih utuh menggunakan halaman cetak biasa.

Dibawah adalah gambar halaman 1104, halaman akhir dari kisah di buku ini.

Dibawah ini adalah awal dan akhir daftar isi buku ini (lengkapnya ada 9 halaman). 
Melihat daftar isi buku ini, berarti isi buku langka ini lengkap dari awal sampai akhir.

 Kisah Mahabharata sangat populer dikalangan masyarakat. Umumnya kisah ini dipentaskan pada pertunjukan Wayang Kulit dan Wayang Orang atau dipentaskan pada pertunjukan Wayang Golek.
Buku langka yang pernah mendapatkan perbaikan pada covernya ini, berukuran 14 x 19.5 cm, seluruhnya ada 687 halaman. Keterangan mengenai penerbit dan penulisnya sudah tidak ada karena halaman paling depan (halaman judul buku) tidak ada.

Kamis, 17 Juli 2014

Mahabharata Kawedar


Bundel kalawarti (terbitan berkala) 'Mahabharata Kawedar' th. ke IV, 1939, terdiri 12 nomer mulai Januari - Desember 1939 ini merupakan buku langka, sudah belasan tahun lebih, dikoleksi 'rare book'.

Cover no.1, bulan Januari 1939 tidak ada, jadi dibawah kiri ini gambar cover no. 2, bulan Februari 1939. Sedang gambar kanan adalah halaman pertama, no. 1 bulan Januari 1939.

Mahabharata Kawedar ini selain berisi kisah Mahabharta ditambah tafsiran, keterangan dan uraian (yang dimaksud dengan kawedar atau terbuka) pelajaran yang terdapat dibalik kisah Mahabharata, khususnya yang berhubungan dengan perilaku, kebatinan dan agama. Ditafsirkan/diuraikan dan disusun oleh RM. Soetarta Hardjawahana.
Dibawah ini adalah daftar isi dari seluruh bundel, 360 halaman.

Mahabharata Kawedar ini menggunakan bahasa Djawa dengan kosa kata dan tatabahasa yang sangat bagus, dibawah ini saya cuplikan sebagai contoh, mungkin hanya sebagian kecil masyarakat yang mengerti :
"Mangke menawi sampun dumugi kalamasanipun tinarbuka, saestu bade saged katingal pangwasanipun ingkang linuhung. inggih pangwasanipun Atma Budhi Mannas piyambak, nenggih ingkang ugi sinebut Brahma ingkang asipat tiga".
Kalimat diatas bukan kisah Mahabharata, melainkan kalimat pada alinea terakhir dari uraian atau keterangan mengenai Atma Budhi Mannas atau Brahma, berdasarkan tafsiran dari kisah Mahabharata, terlihat pada gambar diatas ini, halaman 180, halaman akhir kalawarti no. 6, Juni 1939.

Kamis, 26 Juni 2014

Intermezo, Tutup Gelas K.G.P.A.H. Mangkunegara VI.


Intermezo dari 'rare book' kali ini adalah sebuah 'tutup gelas' bertuliskan 'In Memoriam aan K.G.P.A.H. M N. VI.  20 Maart 1931'.

Mangkunegara VI adalah raja ke 6, Praja Mangkunegaraan, istananya terletak di tengah-tengah kota Solo, tidak jauh dari Kraton Surakarta. 

Mangkunegara VI lahir13 Maret 1857, naik tahta 21 November 1896 menggantikan kakaknya 
Mangkunegara V, karena pada saat Mangkunegara V wafat, putra mahkota pengganti bernama BRM Soerjo Soeparto masih kecil. 
Begitu Putra Mahkota telah cukup usia, atas kehendak sendiri beliau turun tahta pada 11 Januari 1916, menetap di Surabaya dan meninggal pada 24 Juni 1928.


86 tahun yang lalu beliau meninggal, tepatnya pada tgl. 24 Juni 1928, namun yang tertera pada tutup gelas adalah 20 Maret 1931. Ternyata setelah dihitung, jaraknya 1000 hari. Jadi diduga kuat, 'tutup gelas' ini adalah sovenir dalam mengenang 1000 hari wafatya Mangkunegara VI, sesuai dengan perhitungan adat Jawa.

Menurut perkiraan, bahan yang digunakan dari perunggu, diameter l/k 83 mm. tinggi sampai ujung l/k 40 mm, kalau 'ditinting' (dijentik pakai jari), bunyi jernih dan gaungnya lama baru hilang.

Diatas adalah gambar Pura Mangkunegara pada 2007, sedang wilayah Praja Mangkunegaran meliputi Kecamatan Banjarsari, Karanganyar, Wonogiri, Ngawen dan Semin di Gunung Kidul.

Bahan tulisan diambil dari internet, mohon maaf bila terjadi kekeliruan.