Jumat, 29 Juni 2012

Pramoedya A.T. - W.S. Rendra - A.A. Navis, dalam ROMAN.

Saat memeriksa tumpukan majalah tua, 'rare book' menemukan bundel majalah Roman bulan Desember 1954 s/d September 1956 dimakan kutu, bolong2 besar. Mau dibuang tapi ada rasa penasaran untuk melihat isinya. Ternyata isinya kumpulan cerpen karya penulis berkelas nasional maupun internasional diantaranya Pramoedya Ananta Toer, A. A. Navis, W.S. Rendra, Firman Muntaco, Nugroho Notosusanto, Trisnojuwono dll. Akhirnya hanya yang betul parah dan tidak bisa terbaca lah yang dibuang, sedang yang masih bisa dibaca diamankan demi karya sastrawan terbaik Indonesia. Walaupun bukan buku langka tapi tetap menarik untuk ditampilkan.


"Roman" bisa dikategorikan majalah antik, sulit mencari padanan majalah Roman tersebut pada jamannya maupun jaman sekarang. Sesuai dengan judulnya "Roman, Hiburan Orang Dewasa", menceritakan hubungan pria dan wanita tapi dengan bahasa yang baik, tidak vulgar, mungkin karena penulisnya para sastrawan. Dilengkapi dengan illustrasi yang menggugah minat untuk membaca.
Diatas adalah gambar sampul 'Roman' no. 2, Februari 1956, sedang dibawahnya gambar cerita 'Ia Memeluk Gitar' oleh WS, Rendra.










Disamping adalah gambar sampul 'Roman' no. 3, maret 1956. Tampak di sampul kiri ada cerita Djali2, cerita kocak gaya bahasa Jakarta.
Dibawah gambar cerita berjudul 'Tanpa Kemudian' oleh Pramoedya Ananta Toer.




Sampul 'Roman' berikutnya yang terlihat dibawah adalah Roman no. 6, Djuni 1956. Disampul kiri terlihat iklan sepeda motor 'Indian'.
Sedang gambar dibawah menunjukan cerita 'Biang Keladi' oleh Pramoedya Ananta Toer dan cerita 'Tjerita 3 Malam' oleh A.A. Navis, sastrawan dari Minangkabau, salah satu karya monumentalnya adalah 'Robohnya Surau Kami'.






Sampul 'Roman' no. 7, Djuli 1956, tampak pada gambar samping, termasuk sampul belakang memuat iklan ban mobil 'Avon'.
Sedang gambar dibawah cerita karya Pramoedya Ananta Toer berjudul 'Sekali Dibulan Purnama'













Inilah majalah terakhir yang bisa diselamatkan, Roman no. 9, September 1956 (gambar samping), sampul belakang iklan obat 'Isamij'. Sedang yang dibawah cerita 'Njonja Dokterhewan Suharko' karya Pramoedya Ananta Toer.

Majalah Roman terbit pertama kali pada Oktober 1954, didirikan oleh Sudjati S.A. di Jakarta.

Minggu, 24 Juni 2012

Trams en Tramlijnen, De Elektrische Stadstrams op Java, I.


Buku koleksi 'rare book' disebelah ini walaupun masih muda tapi bisa dikategorikan buku antik maupun buku langka karena memang sulit untuk mendapatkannya.
Sesuai judulnya "Trams en Tramlijnen", isinya mengenai trem dan jalur/rel nya, di Batavia dan Soerabaia.

Untuk entri kali ini khusus Batavia dan entri berikutnya khusus Soerabaia.
Disebelah adalah peta jalur trem di Batavia th. 1941. Termasuk jalur trem, kereta api.
Selain peta, pastinya didalam buku ini juga dimuat sejarah perkembangan trem termasuk perkembangan jalur/rel, perusahaan2 pengelola sampai menjadi perusahaan pengangkutan djakarta alias PPD, sekarang menjadi operator bis kota di Jakarta.
Tak ketinggalan 55 foto2 trem di Batavia, 6 gambar diantaranya ditampilkan dibawah ini.
Gambar kiri : Salah satu trem listrik pertama, 1899, parkir di stasiun Cikini yang baru diresmikan. Gambar kanan : stasiun trem Tanah Abang, jadi satu dengan stasiun kereta api.
Gambar kiri : rangkaian trem listrik melewati prapatan Senen. Gambar kanan : rangkaian trem melewati Harmoni.
Gambar kiri : khusus pedagang yang mebawa barang2/pikulan, maka disediakan 'kereta pikulan'. Gambar kanan : suasana ketika penumpang berebut naik ke kereta. Berebutan.

Jadi apakah yang dilakukan penumpang naik diatap gerbong di jaman reformasi sekarang ini adalah kelanjutan 'tradisi tempo doeloe' ?id.gr. 03.00

Kamis, 14 Juni 2012

Pangeran Adipati Ario Mangkunegara VII, Soerakarta.

Kali ini 'rare book' tidak menampilkan buku langka tapi menampilkan sebuah dokumen kuno.
Dokumen kuno ini sangat menarik yaitu sebuah surat yang dibuat oleh Pangeran Adipati Ario Mangkunagara VII, lengkap dengan tanda tangan asli beliau.

Surat dibuat di Solo, pada tanggal 14 October 1935, ditujukan kepada Hoesein (mungkin yang dimaksud adalah Prof. Dr. Hoesein Djajadiningrat), diketik diatas kertas kop surat atas nama beliau. Untuk menghormati beliau maka sengaja bagian tengah suratnya di 'blur'.
Gambar sebelah kiri tertulis : "Met pangestoe", dilanjutkan dengan tanda tangan asli Pangeran Adipati Ario Mangkunagara VII.

Yang digunakan untuk mengetik adalah kertas halus dengan watermark berupa tulisan ARCHIPEL BANK, PADALARANG, seperti tampak pada gambar disebelah kiri.
id.gr 02.50

Rabu, 06 Juni 2012

Bung Karno, Penjambung Lidah Rakjat Indonesia.

Hari ini, 6 Juni 2012, 111 tahun yang lalu lahir Bung Karno, Pejuang, Perintis dan Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan kemudian menjadi Presiden I Republik Indonesia.
Untuk memperingatinya, 'rare book' mengunggah koleksi buku langka, berjudul "Bung Karno, Penjambung Lidah Rakjat Indonesia" edisi khusus (beda dengan yang biasa kita lihat).

Buku langka ini (mungkin jaket covernya hilang) menjadi 'lebih langka' karena ada kata sambutan singkat ditulis tangan dan langsung ditandatangani oleh Bung Karno pada tanggal lahirnya, 6/6/1966 diusia yang ke 65. Ditambah tanda tangan 2 istri beliau, Hartini dan Dewi. Selain itu masih ada tanda tangan dan sambutan dari J. Leimena, Wakil Perdana Menteri pemerintahan Bung Karno. Berikut gambar2nya.


Gambar atas kiri adalah kata sambutan dan tanda tangan Bung Karno, sedang gambar kanan adalah tanda tangan Hartini dan Dewi.
Gambar samping adalah kata sambutan & tanda tangan J. Leimena.




Gambar atas adalah buku yang biasa kita temukan dimana-mana, sedang gambar kanan adalah perbandingan tebal buku edisi khusus (kiri) dengan yang biasa (kanan).

Disamping adalah gambar Bung Karno dan keluaraga.






i.gr. 30.00

Senin, 28 Mei 2012

Ilmu Makrifat, th. 1851, aksara Jawa,manuscript.


"Punika serat piwulang ngelmi, winastan makrifat kubbullah, . . . (tidak jelas), wulanging para wali mukmin, .. dst", terjemahan bebasnya : 'Ini buku pelajaran yang dinamakan makrifat kubullah ... dst.'
Demikian yang tertulis pada cover depan buku langka koleksi 'rare book' disebelah ini, ditulis tangan menggunakan bahasa dan aksara Jawa.
Sayang penulisnya tidak mencantumkan namanya, hanya mencantumkan awal penulisannya yaitu 15 Siyam 1851.



Gambar samping adalah halaman 1, halaman awal, kalimat awal terbaca : "Ing ngisor iki tabe tabo wejanganane njeng Sinuhun ing Giri, anuduhake jatining makrifat, iya sejatining kasampurnan . . . dst".


Gambar diatas adalah halaman 10 (kiri) dan 11 (kanan). Pada kalimat akhir halaman 11, terbaca : " Ing ngisor iki pratelanne : 1. Alam akhadiyat, iki ingngaran puser bumi, Mekah, masjidil haram, baetllah. 2. Alama Wahdat, kang dadi dakar, iku pituduh dalaning sih".

Disamping adalah gambar halaman 40, halaman akhir, terbaca pada kalimat akhir : "Kudu ngawruhi Allah uriping kang nguripi, perluning perlu, ngawruhi ing nguripe, rehning urip nana kang uripi, endi jatining urip mau. Poma iki estokna.
Titi 1854." Selesai ditulis th, 1854.
Jadi buku langka 40 halaman ini ditulis tangan selama 3 (tiga) tahun.i.gr. 10.00.

Jumat, 18 Mei 2012

Sejarahnya Nederlandsch Indie.

Buku langka koleksi 'rare book,' berjudul 'Geschiedenis van Nederlandsch Indie, deel II' belum tua banget tapi sudah termasuk langka. Sebetulnya judul ini terdiri dari beberapa jilid, berisi sejarah lengkap Nederlandsch Indie (setelah merdeka menjadi Republik Indonesia), maka pantas ditampilkan disini.
Buku langka ini pernah dimiliki oleh Prof. Dr. Harsja Bachtiar, mungkin karena bukunya sudah dimakan kutu dan digigit tikus pada cover depan maka buku ini disingkirkan dari koleksi beliau.
Gambar bawah kiri adalah lukisan saat Cornelis de Houtman diterima oleh Regent Bantam (Banten) pada th. 1596.

Gambar diatas kanan adalah lukisan saat keberangkatan yang kedua, armada dibawa komando Jacob van Neck menuju Oost Indie pada th. 1598.Gambar bawah kiri, dipelabuhan jalan masuk ke Banten, 24 buah perahu masing2 berisi 50 an orang Banten menyerang kapal dimana Cornelis de Houtman berada. Sementara kapal lainnya : Mauritius, Hollandia dan Amsterdam menembak dengan meriam kearah Banten.

Gambar atas kanan, sebuah pasar disebelah Timur luar kota Banten dikunjung bermacam-macam bangsa, diantaranya : Arab, Portugis, Irlandia, Turki, China, Burma, Melayu, Bengali, Gujarat dll. Babar dicetak th. 1646.
Gambar bawah kiri lukisan pemadangan di Ternate pada th. 1599, dilukis lengkap dengan daftar obyek yang ada (a - t), diantaranya ada gedung Belanda 'Gamlamo', Portugis, penguasa setempat (Ternate), masjid, gereja dll

Gambar atas kanan, dilukiskan saat utusan Raja bernama Jacob van Neck diterima Raja Ternate pada 26 Juli 1601.Gambar bawah kiri lukisan sebuah rumah di Banda Neira pada th. 1599, pedagang dari Amboina menyambut pedagang asing yang datang.

Gambar atas kanan, lukisan 'kora kora', kapal dayung tradisi Maluku. Dilukis oleh F. Valentine antara th. 1724 - 1726.

Koleksi 'rare book' yang ditampilkan ini disusun oleh Prof. DR. C.C. Berg, C. Wessels S.J., DR. H. Terpstra, dicetak oleh N.V. Uitgeversmaatschapij -Joost Van Den Vondel, Amsterdam 1938. Hardcover tebal dilapis kain merah, 25 x 31.5 cm, 487 halaman tebal.


Rabu, 09 Mei 2012

Batavia, Oud en Nieuw, 1921.

"Ons Mooi Indie BATAVIA Oud en Nieuw", itulah judul buku langka koleksi 'rare book', terjemahan bebasnya kira-kira ' Indie kita yang indah, Batavia Lama dan Baru'.
Isinya, sesuai dengan judulnya, menceritakan Batavia Lama, diantaranya mengenai Pelayaran awal, Rencana, Pembangunan Batavia, Pertumbuhan dan Perkembangan Kota (1595 - 1700).
Diteruskan dengan menceritakan Batavia Baru dimulai dengan dibangunnya Weltevreden kemudian Meester Cornelis (Jatinegara), Tangerang dan Buitenzorg (Bogor).

Selain cerita mengenai Batavia sepanjang 174 halaman teks, juga ditambahkan lebih dari 60 gambar2 menarik berukuran besar, 1 halaman 1 gambar.


Disamping ini adalah gambar Batavia awal, dilihat dari udara. Gambar2 Batavia Tua umumnya adalah lukisan, sedang gambar2 Batavia Baru adalah foto.


Gambar disebelah adalah lukisan H. Dubbels (1621-1676). Menggambarkan Batavia (tampak kasteel/benteng) dan kapal2 Belanda, dilatarbelakangnya 2 gunung, mungkin gunung Salak dan Pangrango.



Disamping ini foto masyarakat pribumi sedang mencuci dan mandi di sungai Ciliwung, disebelah jembatan Pasar Baru.







Disamping adalah jalan disebelah Selatan Koningsplein, sekarang jalan kecil itu berubah menjadi jalan Medan Merdeka Selatan. Dilatar belakang terlihat kubah gereja William depan stasiun Gambir (sekarang).
Disebelah adalah gambar 'Boulevard nieuw Kondangdia', ini adalah gambar prapatan Gondangdia pada th. 1920 an. Kalau kekanan arah jln. Menteng Raya, lurus kedepan jl. Cut Meutia, kekiri kearah jln. RP. Soeroso (jl. Gondangdia). Jadi gambar diambil dari arah jln. Kali Pasir.


Buku langka koleksi 'rare book' berukuran 11 x 17.5 cm ini ditulis oleh J.F.L. De Balbalian Verster dan M.C. Kooy-Van Zeggelen dan diterbitkan oleh J.M. Meulenhoff di Amsterdam pada th. 1921.
Buku ini walaupun hardcovernya masih bagus tapi sudah pernah mendapatkan perbaikan.

i.gr. 03.00