Kamis, 02 Juni 2011

Surat Ukur Tanah, Kadaster th.1882


'rarebooks' atau 'buku langka' kali ini menampilkan sebuah Dokumen Pengukuran Tanah bernomer 218, dibuat th. 1882, terletak di Kota Surabaija, kapong Gen ...(tidak jelas), blok I wijk T.
Surat Ukur Tanah ini dikeluarken oleh 'Kadaster' (jaman sekarang Agraria atau Badan Pertanahan Nasional), ditulis tangan dengan halus dan rapi menggunakan tinta khusus (belum ada mesin tik), dilengkapi dengan denah dan batas2nya, berskala 1 : 500, seperti terlihat dalam gambar2 berikut.











Gambar2 disebelah dan berikutnya adalah gambar hal. 2 dan hal. 3, berisi batas2 tanah, misalnya sebelah Timur milik Embok Yapientoe, sebelah Selatan dan Barat milik Pa Siman dst. Juga disebutkan ukurannya, termasuk luasnya 759 m persegi.












Kertas yang digunakan adalah kertas Eropa denga Zegel embos bernilai 1/2 gulden , kalau diterawang terlihat garis halus.

Jumat, 20 Mei 2011

Buku Kenangan, Kereta Api Nederlandsch Indie, 1875 - 1925.

"Gedenkboek der Staatsspoor-en Tramwegen In Nederlandsch-Indie." adalah judul buku langka koleksi 'rare book' dibawah ini, merupakan Buku Kenangan Perkeretaapian selama 50 tahun, yaitu dari th. 1875 s/d 1925 di Nederlansch Indie.
Isinya diantaranya berisi gambar2 yang menarik mengenai perkembangan Kereta Api dan Trem dan petanya di Nederlandsch Indie (Indonesia), termauk gambar2 stasiun jaman dulu dan perubahannnya hingga sampai sekarang masih bisa dijumpai/dilihat, jembatan2 dan proses pembangunan kereta api saat itu. Sangat menarik.

Gambar diatas adalah halaman depan buku langka ini dan gambar Gubernur Jendral Nederlandsch Indie, Mr. D. Fock.

Diatas adalah gambar lokomotif uap dan sebelahnya gambar Jembatan Kereta Api di Malangbong.


Gambar diatas, kiri adalah situasi stasiun Senen dan sebelah kanan adalah stasiun Manggarai pada jaman dulu.

Diatas, kiri, gambar satsiun Kota Raja, Aceh dan disebelahnya gambar Depo Lokomotif di Sidatopo, Surabaya.
Atas kiri, suasana stasiun Muara Enim, Sumatra Selatan dan stasiun Bandung.
Atas kiri adalah staiun Senen Lama, Jakarta, sedang sebelahnya gambar pemasangan rel di Aceh.

Sebelah atas kiri peta perkeretaapian di Jawa dan sebelahnya Sumatra.

Sebelah kiri adalah peta situasi Stasiun Pelabuhan Suarabaya.Buku langka ini kelihatannya sudah pernah diperbaiki kulitnya, disusun oleh S.A. Reitsma, diterbitkan pada th. 1925, oleh Topografische Inrichting, Weltevreden, hardcover dengan ukuran 24 x 31.5 cm, setebal 216 halaman kertas tebal.
Oleh 'rare book' buku ini sudah masuk kategori 'buku langka' karena sudah jarang, walaupun usianya baru 85 an tahun.
i.gr. 12.50*

Senin, 16 Mei 2011

Ardjoena-Sasrabaoe, 1870.

Buku langka berikut adalah koleksi 'rare book', berjudul "Ardjuna Sasrabaoe" , dicetak di Batavia oleh Bruining & Wijt, th. 1870, diterbitkan oleh Baataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, dalam dwi bahasa dan dwi aksara, yaitu Jawa dan Belanda.



Buku langka, ini mengisahkan pengabdian sorang satri tampan, R. Sumantri pada Raja, mendapat tugas untuk memindahkan sebuah Taman Indah ke Taman permaisuri Raja.

Untuk melaksanakan tugasnya R. Sumantri minta bantuan adiknya yg. lebih digdaya, bernama R. Sukrasana.
Dengan menggunakan ajian 'Sasrabahu' itulah akhirnya sang adik yang bertampang seram, berhasil memindahkan Taman tersebut.


Cover buku langka ini terbuat dari kulit dengan ornamen embos indah, walaupun terlihat agak kusam karena usia (lebih dari 140 tahun), dengan ukuran 22.5 x 27 cm, 274 + 147 halaman . Oleh 'rare book' buku ini ditampilkan karena sudah menjadi buku langka.

i.gr. 10.00

Selasa, 01 Maret 2011

Perintah Raja PB IX, 1799 (tahun Dal).

Dibawah ini gambar 'Surat Perintah Raja Surakarta Adiningrat, Pakubuwanan IX', kepada Adipati Sasranagara, dalam aksara dan bahasa Jawa.
"Dhawuh Pangandikan Dalem""Ingkang dihin salam ingsun dhawuh amarang sira Adipati Sasranagara, kapindone kang bareng iki, ingsun maringi layang wangsulan Bapa Tuwan Residen bab Pranatan kang pada duwe bedil kestul . . . dst."Kang iku Adipati, pikiren wangsulaningsun marang Bapa Tuwan Residen, gawekna rereng pisan . . . dst".
Maksudnya adalah Perintah Raja Pakubuwana IX, kepada Adipati Sasranagara untuk membuat konsep surat balasan kepada Residen, mengenai aturan bagi orang yang mempunyai senjata, bedil maupun pistol.

Sebelah kiri adalah 'Stempel' resmi Raja Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono IX, dalam aksara Jawa, bunyinya sbb : 'Kanjeng Susuhunan Pakubuwana Senapati Ing Ngalaga Ngabdurahman Sayidin Panata Gama ingkang kaping Sanga'

Disamping adalah kalimat penutup menunjukaan kapan surat perintah tersebut ditulis : 'Dhawuhing timbalan dalem ing dinten Selasa tanggal kaping 23 wulan Dulkangidah ing tahun Dal, angkaning warsa 1799'. Maksudnya, perintah ini tertanggal 23 bulan Dulkaidah tahun Dal atau dalam angka 1799, itu adalah kalender Jawa (3 Februari 1871).




2 buah gambar diatas dan dismping ini adalah konsep yang dibuat untuk Residen Surakarta.

Pada alinea kedua : 'Wondene Bapa suka uninga dumateng kula, ing sapunika tiyang alit kathah ingkang anglampahi kedurjanan, awit kathah ingkang kanggenan sanjata sapununggalanipun dadamel ingkang kaungelaken sarana sandawa, . . . dst'.
Maksudnya : Bahwa Bapak (Residen) telah mengingatkan pada saya (raja), banyak orang biasa mertindak kriminal karena banyak yang mempunyai sejata dan lainnya yang dibunykan menggunakan mesiu . . . dst.
Selamat menikmati.

i.gr. 02.50*

Kamis, 24 Februari 2011

S.T.O.V.I.A. Sekolah Dokter di Hindia, 1926.

"Ontwikkeling Van Het Geneeskundig Onderwijs Te Weltevreden 1851-1926" (Perkembangan Pendidikan Kedokteran di Weltevreden) adalah judul buku 'Gedenkboek STOVIA 1851-1926' (75 tahun), terbit pada th. 1926.

STOVIA adalah singkatan School Tot Opleiding Van Indische Artsen, Sekolah Untuk Pelatihan Dokter Hindia. Banyak Perintis Pergerakan Kemerdekaan Indonesia sekolah disini, sedang Weltevreden adalah daerah2 pelebaran kota Batavia.


Disamping kiri, gambar denah komplek STOVIA berikut rumah sakit CBZ (sekarang RSCM) dibawah, sebelah kiri tampak alur sungai Ciliwung melingkari komplek, gedung STOVIA sebelah kanan.
Juga tampak digambar berikutnya (bawah kiri), pandangan dari udara komplek STOVIA dan CBZ (RSCM) dilingkari sungai Ciliwung.
Sedang gambar sebelah kanannya adalah gedung STOVIA, selanjutnya menjadi Fakultas Kedokteran UI, Salemba.Gambar dibawah adalah para siswa sedang 'action', serius, santai, belajar dan berkesenian.

















Gambar disamping adalah CBZ jaman dahulu 1900 an, sekarang RSCM (Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusuma) di Jln. Diponegoro, bandingkan bentuk bangunan dan lingkungannya dengan sekarang, ada miripnya. Tapi dulu nggak ada yang tawuran didepannya.
Buku langka ini diterbitkan oleh Panitia Ulang Tahun ke 75 STOVIA, dicetak oleh G.Kolf & C0, Weltevreden, th. 1926, berukuran 19 x 28 cm, 379 halaman, dilengkapi dengan banyak gambar2 menarik, sehingga kita bisa mendapatkan bayangan keadaan saat itu.

i.gr. 03.00*

Selasa, 22 Februari 2011

Serat Wiramanggala, Ehe, th.1836



Judul dari buku langka, tulis tangan, dalam bahasa dan aksara Jawa, bunyinya :
"Serat WIRAMANGGALA, sana sunu, wulanging Arja Kusuman, kagungannipun Bendara Raden Mas Mayor Arijadjajengwinata kaping V, ing Surakarta, Ehe, 1836".
Terjemahannya : 'Serat WIRAMANGGALA" ini, ajaran Arya Kusuman.
Dimiliki oleh Bendara Raden Mas Mayor Ariojayengwinata ke V di Surakarta. Ehe, 1836'. (1906 Masehi)


'Serat Wiramanggala', buku langka tulis tangan ini, isinya berbentuk tembang (lagu Jawa) berukuran 22 x 34.5 cm, 212 halaman, terlihat sebelum ditulis, kertasnya digaris lebih dulu.

i.gr. 04.00*

Undang Undang, th. 1832.


Disebelah adalah Undang Undang yang dikeluarkan oleh Residen Surakarta pada tgl. 2 Januari 1832, mengacu pada Surat Keputusan Gebernur Jendral pada tgl. 13 Desember 1831, perihal Utang Piutang.
'Sarehne kang kasebut ana ing Layang Kakancinganne Kanjeng Tuwan Gubernur Jendral, katitimangsan ping 13 sasi Desember tahun 1831 angka 4, mungguh parentah kang wus kadawuhake bab amotangake marang wong Jawa, dst . .'
Terjemahan :
'Sesuai dengan yang disebutkan dalam Surat Keputusan Gebernur Jendral tertanggal 13 bulan Desember tahun 1831 nomer 4, mengenai perintah yang sudah disampaikan bab memberikan hutang kepada orang Jawa, dst . . '
Kalimat2 diatas adalah 'bunyi' kalimat awal 'Undang Undang' yang diterbitkan oleh Resident van Soeracarta, pada bulan Januari tahun 1832, tulisan aksara dan bahasa Jawa dan Undang2 tersebut dinyatakan diterbitkan dalam 3 bahasa yaitu bahasa Jawa, Belnda dan China.
Ditulis diatas kertas litho ber gambar air (water mark) berukuran 32.5 x 40.5 cm.


Disebelah adalah gambar Stempel resmi Resident van Soeracarta (Surakarta) dalam penerbitan resmi Undang2.


Diatas bunyinya : "Layang Undang Undang iki katulis ing tembung Welanda, tembung Cina lan tembung Jawa, kang sarta ketemplekake ana ing panggonan kang wus dadi adat, supaya aja ana sawijining wong kang ngarani ora sumurup ing parentah iki".
"Surat Undang Undang ini ditulis dalam bahasa Belanda, bahasa Cina dan bahasa Jawa, selanjutnya ditempelkan ditempat biasa agar tidak ada yang alasan belum mengetahui Perintah ini".


Diatas bunyinya : "Dawuhuing Parentah ing Surakarta kaping 2 Januari 1832. Des Rissedentee van Soeracarta.
"Perintah diumumkan di Surakarta tanggal 2 Januari 1832, oleh Residen Surakarta".

Gambar sebelah ini adalah tulisan dibalik Surat Undang2, tulisan tambahan oleh Wedana Carik.

Bunyinya langsung diterjemahkan dlm bhs Indonesia sbb:
"Ini Surat Undang2 bab Utang Piutang, kepunyaan Wadana Carik.
ini agar segera dimengerti, semuanya yang menghutangkan kepada siapa dan berapa banyak, berlapa lama serta berapa bunganya dst . . . dst . . . agar ditulis dalam laporan yang jelas, selanjutnya oleh wedana diserahkan ke Tuan Residen. Soeracarta den 2 January 1832".