Senin, 19 Desember 2011

Surat Kabar Islam th. 1878.

Diharian Republika, Ahad 18 Desember 2011, di halaman B7 judul tulisan 'Hikayat Media Massa Islam di Nusantara, bahwa 'media Islam tertua di Nusantara' adalah "Al-Munir", terbit di kota Padang , Sumatra Barat, th. 1911.
Tapi menurut 'rare book', Al-Munir bukan media massa Islam tertua di Nusantara, masih ada yang jauh lebih tua, misalnya surat kabar kuno koleksi 'rare book', surat kabar sangat tua dan langka 'Warich-Indie' yaitu surat kabar yang terbit di Betawi, huruf Arab Melayu, bahasa Melayu (belum ada bahasa dan negara Indonesia), terbitan th. I, no. 5 hari Kamis tgl. 12 September 1878, berukuruan 28.5 x 46 cm. Isinya diantaranya, Doa dan Kisah Islam, Dakwah, iklan dll.
Karena saya tidak ahli membaca huruf Arab Melayu, apalagi bahasa yang digunakan bahasa Melayu abad XIX an, maka maaf kalau ada kekeliruan.
Berikut saya tampilkan gambar2 surat kabar kuno 'Warich - Indie', mudah2an bisa menambah wawasan.


Gambar kiri adalah halaman depan berisi perihal surat kabar tua ini dan iklan2, sedang gambar kanan adalah halaman belakang berisi do'a, kisah dan dakwah Islam.

"Warich Indie", T. Pertama, No. 5, hari Chamis 12 September 1878.
Tulisan dibawah garis : Surat chabar di Betawi keluar tiap hari Chamis . . . . .


Betawi, hari Chamis 14 Ramadhan 1295 H.



Didalam kotak adalah Do'a, sedang tulisan dibawah kotak adalah keterangannya : Do'a yang afdol dibaca tiap hari pada bulan puasa.

Dari stempel yang tertera, diperkirakan surat kabar kuno ini pernah disimpan di 'Batavia Genotschap van Kunsten en Wetenschapen'.i.gr. 20.00*

4 komentar:

  1. Selamat malam pak saya lagi mencari tentang surat kabar lama berbahasa Melayu/Indonesia dengan tulisan arab-melayu. Saya sedang mempelajari tulisan arab melayu. Bisakah saya mendapatkan scan gambar di atas dengan resolusi yang tinggi agar saya bisa membacanya. Atau bapak punya link referensi untuk mencari bahan bacaan tulisan, surat khabar, buku arab-melayu. terima kasih.

    fadlan.arbain@gmail.com

    BalasHapus
  2. Ya saya usahakan dengan resolusi lebih tinggi. Mengenai bahan bacaan yang paling lengkap menurut say di Perpunas.

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas info penting ini Pak. Mau tanya Pak, apakah ini koleksi pribadi atau Perpusnas? Nama surat kabar itu menurut saya bukan WARICH, tapi WAZIR (atau dgn ejaan yg berlaku pd masa itu).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungan dan koreksinya. Surat kabar ini koleksinya 'buku langka', bukan Perpusnas. Salam

      Hapus

Silahkan berkomentar disini